-->

Tak Mampu Berhadapan Masinton Pasaribu, Bobby hanya Berani Bentak Camat Tukka, Pengecut!

Sebarkan:
Petikan dari video yang menunjukkan Camat Tukka, Yan Munzir Hutagalung tampak ditunjuk-tunjuk oleh Bobby Nasution sat kunjungan ke lokasi bencana di Tapanuli Tengah pada  Senin (13/4/2026)

Bobby Nasution cukup terkenal sebagai pemimpin tempramental yang merasa sok jago berhadapan dengan bawahannya. Setelah heboh kasus Bobby yang menampar seorang sopir saat berada di kantor KONI Sumut beberapa waktu lalu, kini nama Bobby mencuat lagi setelah memarahi sambil menunjuk-nunjuk wajah Camat Tukka, Tapanuli Tengah, Yan Munzir Hutagalung.

Cara Bobby memarahi Camat Tukka itu terkesan sangat sewenang-wenang. Merasa sok kuasa  dan merasa berhak memarahi siapa saja. Padahal semestinya Bobby  tidak boleh melakukan hal itu sebab  ia bukanlah atasan camat tersebut.

Semestinya kalau ada kesalahan penanganan  bencana di daerah, yang bertanggungjawab adalah bupati. Jika Bobby menilai kinerja Camat Tapanuli Tengah kurang memadai, seharusnya bupati yang ia tegur sebagai atasan camat tersebut.

Namun untuk berhadapan dengan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, Bobby sepertinya tidak punya nyali. Dalam hal pengalaman di dunia politik, jelas Bobby kalah jauh dengan Masinton.

Masinton merambah dunia politik berkat jam terbang dan kemampuan yang dibangunnya sendiri, Sedangkan Bobby sangat bergantung kepada bantuan mertuanya, Joko Widodo. 

Tanpa pernikahan dengan Kahiyang Ayu, putri Jokowi, Bobby bukanlah siapa-siapa. Hanya segelintir warga Sumut yang kenal dengan dia.

Belum lagi soal kekuatan politik. Masinton adalah politisi senior yang pernah dudukk sebagai anggota DPR RI. Dan sekarang ia menjabat ketua DPC PDIP Tapanuli Tengah. Sedangkan Bobby hanya seorang kader biasa di Partai Gerindra. Kapan saja pun ia bisa didepak dari partai itu.

Maka itu sudah pasti Bobby kalah mental jika berhadapan dengan Masinton. Dalam hal berargumen lagi, pasti kalah jauh.

Sadar tidak mampu berhadapan dengan Masinton, Bobby melampiaskan kekesalannya kepada Camat Tukka, Yan Munzir Hutagalung. Keduanya sempat adu argument di depan publik.  

Camat Tukka itu sebenarnya tidak kalah dalam berdebat, namun karena Bobby terkesan mengandalkan jabatan gubernur, camat itu akhirnya mengalah. Sementara Masinton Pasaribu yang menyaksikan kejadian itu sempat terheran melihat prilaku Bobby. Ia hanya bisa terdiam melihat camatnya dimarahi Bobby.

Kasus perdebatan itu terjadi Bobby mengunjungi kawasan bencana Tapanuli Tengah guna melihat perkembangan yang terjadi di lapangan, Wilayah Tukka menjadi salah satu tujuan karena daerah itu termasuk yang cukup parah dilanda bencana banjir dan longsor pada  akhir November 2025 lalu.

Saat itu Bobby Nasution baru saja tiba di Tukka usai mengunjungi warga korban banjir bandang di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Senin (13/4/2026). Cuaca ketika itu kurang bersahabat karena hujan turun cukup lebat.

Meski demikian, Bobby yang didampingi Bupati Masinton Pasaribu tetap meninjau lapangan. Saat berbicara dengan Bupati Masinton, Bobby terlihat ramah. Maklum, politisi junior berhadapan dengan senior.

Sesaat kemudian Bobby berbicara dengan Camat Tukka Yan Munzir Hutagalung mempertanyakan penanganan bencana di wilayah itu. Di sinilah temperamen Bobby mulai meningkat. Ia marah karena menilai camat dianggapnya bekerja lamban.

Semua orang mendengar bagaimana Bobby meninggikan suaranya saat berbicara dengan camat itu. Jelas sekali sangat tidak sopan.  Padahal camat itu usianya lebih tua ketimbang Bobby.

“Kalian ini daerah paling lambat menangani bencana, tau kau! Warga kau sudah teriak-teriak, bukan teriak ke kau aja. Kau ngurus ini saja nggak bisa, orang perjuangin kau loh,” ujar Bobby dengan nada kasar.

Dalam video yang beredar di media sosial, Bobby tampak menunjuk-nunjuk ke arah wajah Camat Tukka itu.

"Tahu kau, kami sudah berapa kali ke sini? Sudah saya sampaikan, ini harus jalan. Kalau gak, ini uangnya  gak kami kasih ke kau," ujar Bobby lagi.

Tentu saja Camat Tukka Yan Munzir Hutagalung tidak mau menerima begitu saja sikap Bobby tersebut. Ia balas menjawab teguran itu. Menurutnya, soal bantuan untuk warga Tukka korban bencana sudah berjalan.

"Ini (bantuan) sudah jalan. Saya kan gak dapat perintah dari sini, Pak. Saya sudah kasih," jawab Tukka Yan yan Munzir Hutagalung.

Mendengar camat menjawab tegas, Bobby semakin emosi. Bukannya memberi Solusi, menantu Jokowi ini malah mengancam akan menarik anggaran bantuan pascabencana untuk Tapteng. Pasalnya, progres penanganan pascabencana tersebut berjalan lambat.

"Kalau tidak mampu kau kerja,  biar saya tarik semua anggaran itu. Di sini paling lambat kerjanya," tegas Bobby, kepada Camat Tukka, Yan Munzir Hutagalung.

"Pindah saja kantormu ke sini, biar datang rakyatmu menemui terus," ujarnya.

Ya Munzir Hutagalung sebenarnya ingin menjawab semua argument Bobby itu, namun ia urungnya karena tidak mau membuat masalah lebih rumit. Apalagi Bupati Masinton sebagai atasannya tampak tenang. 

Sebagai camat yang punya pengetahuan, Munzir merasa tidak perlu melayani Bobby lebih jauh, sebab Bobby bukanlah atasannya. Kinerjanya sebagai camat berada di bawah kendali bupati, bukan gubernur.

Seharusnya Bupati Masinton yang menilai kinerjanya. Jika ia lamban bekerja, Bupati yang seharusnya pantas marah. Ini kok  tiba-tiba datang gubernur merasa paling tahu masalah. 

Padahal Bobby hanya sesekali ke lokasi bencana itu. Jika ada penanganan yang salah, gubernur semestinya memberi teguran kepada bupati, bukan justru marah langsung kepada camat. Aneh bin dongok…!

Namun hal ini bisa dipahami sebab Bobby sama sekali tidak berani jika berhadapan langsung dengan Masinton. Maklum, kalah mental.

Bobby sendiri kerap mengklaim sebagai gubernu yang sigap dalam menangani bencana. Nyatanya, yang lebih banyak mencuat adalah janji-janji yang ditebarkannya kepada korban bencana. Janji itu banyak yang omong kosong.

Salah satu janjinya yang tidak terbukti adalah ketika Bobby mengatakan akan memindahkan para pengungsi bencana di Sumut yang masih tinggal di lokasi darurat saat ramadan tiba.  Bobby mengaku akan memindahkan mereka ke hotel atau penginapan agar bisa lebih tenang saat menjalankan ibadah ramadan.

Ia pun berjanji akan segera menyiapkan rumah bantuan untuk korban bencana di Sumut sehingga sebelum lebaran, para pengungsi sudah bisa tinggal di tempat yang lebih nyaman.

Nyatanya semua itu omong kosong. Jangankan nginap di hotel atau mendapatkan rumah bantuan sesuai waktu, bahkan untuk bantuan bagi korban bencana saja belum tersalurkan dengan baik.

Saat diwawancarai usai bertemu warga, Bobby menegaskan bahwa pendataan bantuan korban banjir sepenuh jadi kewenangan pejabat di kabupaten kota. Semestinya ia tahu bahwa Bupati atau walikota adalah pihak yang paling bertanggungjawab dalam hal ini.  

Namun Bobby tidak berani menegur Bupati dan Walikota itu. Ia hanya berani memarahi camat. Pengecut…! ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini