-->

PLN Berjibaku atasi Kerusakan Transmisi 275 kV Muara Bungo, Janji Sabtu ini Listrik Sumut Pulih

Sebarkan:

Petugas PLN berjibaku memperbaiki jaringan distrubusi listrik yang rusak di wilayah Sumatera
Sejumlah wilayah di Sumut gelap gulita sejak usai sholat magrib pada Jumat (22/5/2026). Penyebab utamanya adalah kerusakan pada jaringan  transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai. Syukurnya kondisi itu sudah mulai bisa ditangani secara bertahap. 

Sabtu menjelang siang, Listrik sudah kembali pulih di berbagai titik di Medan dan sekitarnya.

Sampai akhir pekan ini tim PLN masih bekerja keras untuk memperbaiki kerusakan itu.  PLN mengatakan,  ada sebanyak 173 penyulang (jaringan distribusi) dari total 540 penyulang yang terdampak telah berhasil dipulihkan.

Beberapa daerah sudah pulih, tapi ada beberapa titik yang masih belum dialiri Listrik. Sejumlah kawasan yang dilaporkan masih mengalami gangguan antara lain Medan Teladan, Medan Baru, Tembung Pasar 3 hingga Pasar 7, Medan Sunggal, Medan Marelan, Medan Deli, Jalan Sei Padang, sebagian Medan Petisah, Medan Amplas, Medan Area, Medan Halat dan sejumlah wilayah lainnya.

Pemadaman totak listrik  pada Jumat malam tidak hanya dialami kota Medan saja, tapi juga terdampak di berbagai wilayah di Sumatera Utara, seperti Deli Serdang, Perbaungan, dan Tebing  Tinggi. Bahkan sampai Sabtu siang ini Kawasan -kawasan itu masih dilaporkan mengalami gangguan pasokan listrik.

Tak hanya menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, dampak kerusakan itu juga mulai dirasakan warga di sejumlah daerah. Selain jaringan telekomunikasi yang mengalami gangguan, beberapa wilayah juga mulai terdampak krisis pasokan air bersih.

PT PLN (Persero) terus melakukan upaya penormalan sistem kelistrikan di Sumatera Utara pascagangguan transmisi yang menyebabkan pemadaman massal di sejumlah wilayah sejak Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara, Darma Saputra, menyampaikan gangguan terjadi akibat transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai yang terdampak cuaca ekstrem sehingga mengakibatkan sebagian wilayah Sumatera mengalami gangguan pasokan listrik.

“PT PLN (Persero) memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatera pada hari Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB. Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dan berkomitmen untuk segera memulihkan pasokan listrik secara bertahap dan andal,” ujar Darma Saputra dalam informasi resmi PLN, Sabtu (23/5/2026).

Pemadaman Skala Besar

Pemadaman listrik berskala luas di Sumut itu terjadi secara mendadak mulai pukul 18.44 WIB hingga membuat wilayah terdampak menjadi gelap gulita. Tidak hanya kehilangan pencahayaan, warga juga mengalami gangguan komunikasi. Jaringan internet daring mendadak tidak stabil dan sangat sulit untuk diakses.

Jutaan orang di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pun terdampak akibat listrik padam total sejak Jumat (22/5/2026) petang. Selain Sumut, wilayah lain yang terdampak antara lain, Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, hingga Jambi. Selama berjam-jam, masyarakat tidak bisa beraktivitas normal.

Sebagian besar warga hanya berdiam diri di rumah dengan penerangan seadanya. Di sejumlah titik Kota Medan, terjadi kemacetan lalu lintas karena traffic light turut padam sehingga membuat arus kendaraan tersendat.

Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, dalam keterangan yang diterima Kajianberita.com Jumat malam menyatakan, terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, yang disebabkan oleh cuaca buruk.

"Saat ini, tim PLN telah berhasil mengatasi gangguan tersebut dan terus melakukan percepatan pemulihan pada sisi pembangkit secara bertahap agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali normal," kata Gregorius Adi Trianto.

Dia mengatakan, PLN mengupayakan proses pemulihan berjalan aman. Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi pemulihan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal resmi PLN lainnya.

"PT PLN (Persero) memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi," kata Gregorius Adi Trianto

Sebelumnya merespons situasi darurat tersebut, pihak PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akhirnya buka suara mengenai penyebab utama gangguan kelistrikan ini. Gangguan besar pada sistem jaringan interkoneksi menjadi pemicu utamanya.

General Manager PLN UID Sumbar, Arjun Karim, mengatakan gangguan terjadi akibat terpisahnya sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT).

“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” kata Arjun.

Menurut Arjun, gangguan terjadi sekitar pukul 18.44 WIB ketika sistem SBU dan SBT terpisah sehingga menyebabkan sistem Sumatera Bagian Utara mengalami padam total.

“Terputus di Rumai–Muaro Bungo 275 kV,” ujarnya.

Arjun menjelaskan, gangguan berasal dari sisi gardu induk pembangkitan dan transmisi. Saat ini, tim PLN tengah melakukan proses pemulihan sistem secara bertahap di wilayah terdampak.

“Untuk sekarang listrik padam karena ada permasalahan dari sisi gardu induk pembangkitan dan transmisi. Tim PLN sedang berusaha melakukan progress recovery,” katanya.

PLN memperkirakan proses pemulihan membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam, tergantung kondisi sistem di lapangan. Diharapkan Sabtu sore semua Kawasan sudah kembali normal. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini