![]() |
| Kemesraan Presiden Prabowo dan Megawati di acara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026) di Jakarta. Sedangkan Jokowi tidak diundang hadir di acara itu. |
Presiden Prabowo Subianto terlihat sangat akrab bersama Megawati Soekarnoputri pada peringatan hari lahir Pancasila yang berlangsung di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). Tampak pula Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla dan istrinya menyemarakkan acara itu. Begitu juga dengan Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin yang datang bersama istrinya.
Sementara mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut diundang, tapi berhalangan karena sedang berada di Bandung.
Lalu bagaimana dengan Presiden ke-7 Joko Widodo?
Ternyata ia sama sekali tidak tampak pada acara tersebut. Belakangan terungkap bahwa Jokowi memang tidak diundang sama sekali.
Tidak jelas mengapa Jokowi tidak diundang. Bisa jadi hal itu sengaja dilakukan istana untuk menghindari pertemuan antara Jokowi dan Megawati yang memang sudah tidak akur.
Tak heran ketidakhadiran Jokowi di acara itu membuat wajah Megawati tampak begitu bahagia. Ia terlihat tertawa lepas saat berdialog dengan Prabowo.
Ketidakhadiran The king of lips service alias di Raja Bohong membuat suasana di acara itu semakin semarak.
Kalau Jokowi hadir, bisa dipastikan Megawati tidak akan sebahagia itu. Suasana pasti akan kaku.
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah membenarkan bahwa Jokowi memang sama sekali tidak mendapat undangan untuk hadir di acara tersebut.
“Sampai Senin pagi belum ada undangan untuk Bapak Joko Widodo guna menghadiri upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, baik berupa surat resmi maupun komunikasi lainnya. Oleh karena itu, Bapak tidak menghadiri kegiatan tersebut,” kata Syarif saat dihubungi, Senin (1/6).
Merasa mulai diasingkan, Jokowi kemudian memilih memperingati Hari Lahir Pancasila bersama dengan warga yang berkumpul di sekitar rumahnya di Solo. Ia sempat berfoto bersama para warga. Aktivitas itu dijalaninya mulai pukul 09.47 WIB sampai pukul 12.37 WIB.
Tidak diundangnya Jokowi pada acara itu tentu saja menghadirkan analisis yang mengarah bahwa hubungannya dengan Prabowo tidak sebaik dulu lagi. Atau bisa jadi Prabowo sengaja tidak mengundang Jokowi agar ia bisa menjalin komunikasi lebih baik dengan Megawati.
Kalau Megawati dan Jokowi dihadirkan bersamaan, suasananya akan lebih kagok sebab bukan rahasia lagi kalau Megawati tidak suka dengan mantan anak buahnya itu. Jokowi adalah simbol pengkhianatan atas dukungan yang pernah diberikan Megawati dan PDIP kepada dirinya selama ini.
Ketiadaan Jokowi di acara itu membuat harmonisasi antara Prabowo dan Megawati terlihat sangat kental.
Yusuf Kalla dan Ma’ruf Amin juga menunjukkan kegembiraan yang sama. Adapun Wakil Presiden Gibran Rakabuming tetap mendampingi Prabowo, tapi memilih lebih banyak diam.
Seperti biasa, ia tidak tahu harus melakukan apa. Lebih banyak diam. Terkadang tersenyum pahit melihat betapa akrabnya Prabowo dan Megawati.
Keputusan Prabowo yang tidak mengundang Jokowi melahirkan analisis yang mengarah bahwa Gibran kemungkinan bakal tidak digandeng lagi oleh Prabowo pada Pemilu 2029 mendatang. Selain tidak bermanfaat dan tidak memiliki kualitas, Gibran dan Jokowi juga dianggap tidak punya power lagi dalam kekuasaan.
Lagi pula, tak ada gunanya memaksa anak muda dengan berkualitas rendah untuk menduduki jabatan wakil presiden. Bangsa ini akan rugi. Tak akan pernah mencapai kemajuan kalau wapresnya tak berbobot sama sekali.
Jokowi tentu saja sudah membaca situasi yang tidak menguntungkan keluarganya itu. Makanya, ia mulai melakukan manuver untuk menunjukkan bahwa ia masih punya pengaruh di arus bawah.
Caranya, mulai awal Juni ini Jokowi akan melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk menyapa masyarakat. Tujuannya, selain mempopulerkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akan dibelanya, juga ingin menunjukkan kepada semua pihak bahwa ia masih dielu-elukan masyarakat.
PSI sendiri akan berupaya untuk mendatangkan massa sebanyak-banyaknya di setiap daerah yang akan dikunjungi Jokowi. Bisa jadi akan ada massa yang dibayar untuk hadir memeriahkan kunjungan mantan presiden yang ijazahnya masih diperdebatkan itu.
Jika memang nanti massa yang mengerumuni Jokowi terlihat banyak, tentunya hal itu bisa menjadi daya tawar Jokowi kepada Prabowo bahwa ia masih punya power politik di arus bawah.
Jokowi memang tidak berharap naik lagi sebagai pimpinan pemerintahan, tapi ia berkeinginan agar anak dan menantunya tetap mendapat tempat dalam kekuasaan.
Sejak jauh hari ia pun sudah meminta agar Prabowo kembali menggandeng anaknya Gibran sebagai wakil presiden pada Pemilu 2029.
“Pokoknya Prabowo-Gibran dua periode,” itu harapan Jokowi yang sempat disampaikannya kepada media dan pendukungnya.
![]() |
| Jokowi merayakan hari lahir Pancasila bersama para Termul di halaman rumahnya di Solo |
PSI sudah pasti akan memberikan dukungan untuk impian itu. Bisa jadi Golkar yang dipimpin Bahlil Lahadalia juga akan berada di belakang keluarga itu, sebab semua orang tahu kalau Bahlil adalah politisi binaan Jokowi.
Tidak terbantahkan bahwa Jokowi yang paling berperan mendorong Bahlil tampil sebagai Ketua Umum Golkar dengan mengkudeta Airlangga Hartarto. Bahlil tentu sangat berhutang budi pada Jokowi atas scenario itu. Hutang budi itu pasti akan dibalas pada Pemilu mendatang dengan memberi dukungan kepada Gibran.
Sampai hari ini istana Presiden masih belum memberikan keterangan kepada media mengapa Ptabowo tidak mengundang Jokowi hadir pada acara peringatan hari lahir Pancasila itu. Kabar yang menonjol justru adalah rasa bahagia yang diperlihatkan Prabowo dan Megawati di acara itu.
Yusuf Kalla dan Ma’ruf Amin juga turut merasakan kebahagiaan itu. barangkali Cuma Jokowi yang was-was. Sementara Gibran hanya plango-plongo saja. ***

