Upaya penyelamatan korban masih terus dilakukan pada Selasa (21/7/2026) di sebuah rumah mewah di Grand Polonia Jalan
Perhubungan Udara, Kecamatan Medan Polonia yang rubuh akibat ledakan tiba-tiba yang terjadi pada Senin sore (20/7/2026). 
Rumah di Grand Poolonia Medan yang rusak akibat ledakan Senin sore (20/7/2026)
Sampai selasa pagi ini diperkirakan masih ada sekitar 4 orang korban terjebak di dalam reruntuhan bangunan itu.
Petugas belum bisa memastikan penyebab terjadinya ledakan tersebut. Namun investigasi awal yang dilakukan tim Polrestabes Medan menduga kalau ledakan itu dipicu kebocoran jaringan gas tanam yang ada di bawah rumah itu.
Gas tanam adalah jaringan gas untuk kebutuhan memasak keluarga yang ada di rumah-rumah mewah di kawasan perkotaan Medan.
"Ya, kemungkinan awal kita menduga ada kebocoran dari pipa gas tanam," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin petang.
Menurutnya, tim gabungan telah berupaya memasuki bangunan yang roboh dengan menggunakan alat pendeteksi gas. Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan adanya kebocoran gas bawah tanah yang diduga menjadi pemicu ledakan.
Akibat ledakan tersebut, sekitar enam rumah di sekitar rumaah sumber ledakan itu mengalami kerusakan akibat hantaman serpihan bangunan. Sementara rumah utama sumber ledakan runtuh total.
Kapolrestabes mengungkapkan, saat ledakan terjadi terdapat enam orang berada di dalam rumah yang menjadi pusat ledakan. Sejauh ini baru dua orang yang berhasil dievakuasai, yakni seorang pria lanjut usia yang ditemukan dalam keadaan selamat, serta seorang balita yang mengalami luka-luka tapi kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Sementara empat orang lainnya masih dalam proses pencarian.
"Kita berdoa bersama untuk keselamatan mereka. Selasa pagi kita akan lanjutkan pencarian," kata Calvjjn.
Sebelumnya, ledakan keras menggemparkan warga Kompleks Grand Polonia dan kawasan sekitarnya. Suara ledakan dilaporkan terdengar hingga radius sekitar satu kilometer, disusul robohnya bangunan rumah yang sedang direnovasi.
Hingga Senin malam, proses evakuasi korban masih berlangsung. Aparat kepolisian bersama tim gabungan terus melakukan penyelidikan, sekaligus mengevakuasi korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan.
Sempat menyebar kabar ada tiga orang yang meninggal dunia akibat ledakan itu. Namun sejauh ini belum ada informasi resmi mengenai kabar tersebut.
Seorang saksi mata, Ali yang bekerja sebagai pekerja bangunan di rumah sebelah lokasi ledakan, mengaku berada tidak jauh dari sumber ledakan saat insiden terjadi. Ia menyebut dentuman terdengar sangat keras hingga mengguncang bangunan di sekitar.
"Saya kerja bangunan di sebelah rumah yang sumber ledakan. Ledakannya dahsyat, goyang semua, getarannya kencang. Jendelanya pecah semua," ujar Ali saat ditemui di lokasi ledakan.
Ali mengatakan suara ledakan dan getarannya diperkirakan terasa hingga radius sekitar 40-50 meter. Kerasnya dentuman membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Ali mengaku mengetahui ada korban yang tertimbun reruntuhan bangunan. Berdasarkan informasi yang diperolehnya di lokasi, terdapat tiga orang yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Ali juga mengatakan rumah yang menjadi sumber ledakan sedang direnovasi. Ia bekerja di rumah sebelah sehingga mengetahui aktivitas pembangunan di kawasan tersebut.
"Rumahnya lagi direhab. Saya kerja di sebelah rumah itu. Yang dua tadi ada keluar terluka, mungkin yang bekerja di rumah yang meledak," ujarnya.
Pada Selasa pagi ini, polisi bersama tim gabungan kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelamatkan korban yang masih terjebak di dalam. Area sekitar lokasi juga telah dipasang garis polisi untuk mendukung penyelidikan. ***