-->

Semua Korban Telah Dievakuasi, Polisi Lanjutkan Penyelidikan kasus Ledakan Rumah di Grand Polonia

Sebarkan:

Kondisi rumah mewah rusak parah akibat ledakan dahsyat terjadi Kompleks elit Grand Polonia, Kota Medan
Setelah semua korban yang sempat tertimbun di reruntuhan rumah yang meledak di Grand Polonia berhasil dievakuasi, Polrestabes Medan, pada Rabu (22/7/2026)  lanjut menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan rumah mewah itu. 

Garis polisi tampak terpasang mengelilingi lokasi. Sejumlah personel kepolisian bersama Tim Inafis terus melakukan pemeriksaan di area reruntuhan bangunan.

Terlihat pula Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Dhana Noer Kurniawan dan Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang Gunanti Hutabarat berada di lokasi.

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan penyidik masih terus mengusut penyebab ledakan melalui pemeriksaan saksi, rekaman CCTV, dan olah TKP.

"Tadi kita sudah olah TKP kecil, tetapi karena terbatas waktunya. Nah, ini sudah malam, sebisa mungkin kalau malam kita bisa lakukan atau kita lanjutkan besok," kata Calvijn, Selasa (21/7/2026).

Olah TKP lanjutan dilakukan setelah tim gabungan berhasil mengevakuasi korban terakhir pada Selasa sekitar pukul 18.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah puing-puing bangunan lantai dua.

"Tepat jam 6 sore pada Selasa kemarin, korban terakhir sudah dapat dievakuasi. Dan saat ini dibawa ke rumah sakit, salah satu rumah sakit di Kota Medan," kata Calvijn.  Ia memastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun di reruntuhan bangunan itu.

Dari 7 korban yang telah dievakuasi, sebanyak tiga  korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara 4 lainnya masih dalam perawatan dan ada yang dalam keadaan sehat walafiat. Setelah misi pencarian korban selesai, fokus aparat kini sepenuhnya beralih pada penyelidikan penyebab ledakan.

"Untuk penyelamatan dan untuk evakuasi para korban sudah dilakukan. Jadi terkait dengan fokus kami untuk mencari korban-korban itu sudah terlaksana. Dan sekarang langkah kami selanjutnya adalah melengkapi seluruh investigasi yang ada," ujar Calvijn.

"Yang paling penting misi kemanusiaan kita mencari korban evakuasi sudah terlaksana," tambahnya.

Adapun tiga korban meninggal dunia dalam insiden tersebut adalah:

  • Jesika, istri pemilik rumah, yang ditemukan pukul 02.20 WIB,
  • Ros, asisten rumah tangga di rumah itu, ditemukan pukul 15.45 WIB, dan
  • Sinta yang bekerja sebagai babysitter, ditemukan sebagai korban terakhir pada pukul 18.00 WIB.

Sementara tiga korban selamat terdiri atas :

  • Hasan yang merupakan ayah pemilik rumah,
  • Seorang balita berinisial J yang merupakan anak pemilik rumah,
  • Seorang kurir paket bernama Yuda yang kebetulan sedang melintas di kawasan kompleks saat ledakan terjadi.
  • Serta seorang sopir yang belum diketahui identitasnya.

Hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab pasti ledakan. Sebelumnya, polisi sempat menduga ledakan berkaitan dengan kebocoran pipa gas bawah tanah. Tapi hasil pemeriksaan awal PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menyatakan tidak menemukan kandungan gas metana di lokasi.

Bisa jadi ada indikasi lain yang menjadi penyebab terjadinya ledakan itu. Hal ini yang sedang diteliti tim Polrestabes Medan. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini