-->

Tak Tahan Menghadapi Tekanan, Nanik S Deyang Mundur, Prabowo Rombak Lagi Pimpinan BGN

Sebarkan:
Nanik S Deyang

Baru sekitar 45 hari dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang pada Rabu pagi (22/7/2026) menyatakan mundur dari jabatan tersebut. Ia mengaku tidak sanggup menjalankan tugas yang dibebankan, sehingga menyebabkan kesehatannya menurun. Mundurnya Nanik memaksa Prabowo harus merombak lagi unsur pimpinan BGN.

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Nanik mengaku mundur karena masalah kesehatannya yang terus menurun. Namun sumber di istana mengatakan hal berbeda.

Nanik disebut mundur karena tidak tahan menghadapi tekanan dari berbagai pihak. Setiap hari rumahnya banyak didatangi orang-orang yang mempertanyakan soal proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki segudang masalah. 

Ada masalah terkait pembayaran yang tidak jelas, soal penghentian sejumlah dapur MBG, soal meminta jabatan dan sebagainya.

Yang datang bukan orang sembarangan.  Beberapa di antara orang yang dekat dengan pejabat, ada pula unsur Polisi, TNI dan politisi. Hal ini tidak mengherankan, sebab proyek dapur MBG banyak dibagi-bagi kepada kelompok ini.

Nanik disebut sangat tertekan menghadapi semua itu, sehingga ia memutuskan mundur. Dalam keterangan terpisah di media sosialnya, Nanik mengaku kalau pengunduran dirinya telah disampaikan langsung kepada presiden.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," kata Nanik dalam unggahannya.

Nanik menyebut bahwa terdapat potensi Presiden Prabowo Subianto akan membentuk dewan pengawas BGN dan implementasi MBG, dengan dirinya menjadi ketua dewan pengawas tersebut.

Dalam pernyataannya, Nanik juga mengatakan akan tetap berjuang dan mendukung Presiden Prabowo yang terus berusaha memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia.

Nanik adalah seorang mantan wartawan yang sebelumnya aktif mendukung kampanye Prabowo sebagai presiden. Ia sudah dekat dengan Prabowo sejak Pemilu 2014 ketika Prabowo kalah bersaing melawan Joko Widodo. Pada pemilu berikunya, ia tetap  berada di pihak Prabowo.

Tak heran ketika Prabowo menang di Pilpres 2024, Nanik pun mendapat jabatan sejumlah empuk.

Selain komisaris di  BUMN, Nanik juga awalnya mendapat jabatan sebagai Wakil Kepala BGN. ketika terbongkar kasus korupsi di lembaga itu yang menyeret sejumlah pimpinan BGN sebagai tersangka, Nanik kemudian mendapat promosi menjadi Kepala BGN.

Mencuat kabar kalau Nanik adalah sosok yang terlibat membongkar kasus korupsi itu. Tapi di sisi lain, ia juga disebut-sebut terlibat dalam rangkaian korupsi di lembaga itu. Namanya termasuk dalam list yang mestinya akan menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung.

Namun sebelum semua itu mencuat ke permukaan, Nanik menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Ia mengaku dalam waktu dekat akan menjalani pengobatan jantung di Penang. 

Penyakit jantung itu kabarnya muncul karena tekanan yang berat selama memegang jabatan ketua BGN.

Sosok Penggantinya

Sebagai penggantinya, Prabowo telah menunjuk Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru. Pelantikan Sudaryono akan digelar pada Rabu hari ini sehingga tidak ada kevakuman dalam pelaksanaan tugas BGN.

Dalam pelantikan tersebut, Presiden juga mengangkat Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Sudaryono
Sudaryono merupakan sosok yang selama ini dikenal sangat dekat dengan Prabowo. Ia pernah  dipercaya sebagai asisten pribadi Prabowo sejak 2021 hingga lima tahun setelahnya.

Sudaryono juga tercatat sebagai politisi Gerindra dan pernah menjabat posisi Wakil Sekretaris Jenderal (2020-2025). Untuk saat ini dia didapuk sebagai Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah.

Sudaryono lahir di Grobogan, 23 Januari 1985 dan menyelesaikan pendidikan di SMA Taruna Nusantara pada 2003 dengan predikat lulusan terbaik. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Teknik Mesin di Akademi Pertahanan Jepang (2004-2009), S-2 Administrasi Bisnis di Swiss German University (2015-2018), dan S-3 Keuangan di IPB (2020-2023)

Sudaryono mengawali karier profesionalnya dari tahun 2014 sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy, kemudian dipercaya menjadi CEO Garuda TV pada 2018. Selanjutnya, ia juga menjadi CEO PT Nusantara Telematics System sejak 2019, dan Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma sejak 2020.

Pada tanggal 18 Juli 2024 Sudaryono dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian Indonesia oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu, dia juga menjadi Komisaris Utama Pupuk Indonesia sejak 16 Juni 2025 menggantikan Darmin Nasution. 

Setelah sore ini dilantik sebagai kepala BGN, kabarnya Sudaryono akan langsung mengundurkan diri dari jabatan Wakil Menteri Pertanian. ***

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini