Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi sejumlah
siswa SD yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batang, Jawa
Tengah. BeritaLokal Dalam video yang beredar, Gibran terlihat berinteraksi
dengan salah satu siswa yang menjadi korban. Ia meminta siswa tersebut membawa
bekal dari rumah saat kembali bersekolah dan untuk sementara tidak mengonsumsi
menu MBG.
Wakil Presiden, Gibran Rakabuming
“Kamu hari ini pulang, besok sekolah ya. Bawa bekal dari rumah. MBG nggak dimakan,” kata Gibran dalam video yang beredar, dikutip Rabu (30/9/2026).
Pernyataan tersebut kemudian mendapat sorotan dari aktivis sosial Palti Hutabarat. Ia menyebut Gibran sudah dua kali secara terang-terangan meminta anak membawa bekal dan tidak mengonsumsi MBG.
“Wkwkwkwk.. Dah 2x terang-terangan gini nyuruh anak nggak makan MBG dan bawa bekal,” tutur Palti.
Palti juga mengaitkan sikap Gibran tersebut dengan persoalan sidang gugatan terkait ijazahnya di Mahkamah Konstitusi (MK).
“Ga dibelain koalisi sih soal sidang MK makanya jadi manuver gini,” lanjutnya.
Sebelumnya, Gibran juga mendatangi sejumlah korban dugaan keracunan program MBG yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Efarina, Tanah Karo, Sumatera Utara. Ia menemui pasien dan keluarga korban pada Jumat, 11 September 2026. Saat itu, ia menyarankan orang tua menyiapkan bekal makanan dari rumah selama anak masih dalam masa pemulihan.
“Jangan dipaksakan masuk kalau sebelum fit total ya, Pak, ya. Dan saya titip anaknya mungkin bawa bekal dari rumah saja. Bawa bekal yang dimasak ibunya masing-masing,” ungkap Gibran.
Dia menyampaikan permintaan maaf atas nama pemerintah sekaligus memastikan negara bertanggung jawab terhadap para siswa yang terdampak
“Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala BGN Sudaryono mengatakan lauk dengan sumber protein hewani menjadi jenis makanan yang paling banyak ditemukan dalam kasus tersebut. Makanan
“Sampai dengan sejauh ini, saya kan 50 hari ya jadi kepala BGN. Kasus adanya gangguan kesehatan karena MBG banyak sekali terjadi karena faktor rusaknya makanan itu lauk dan sayur. Lebih banyak lauk. Lebih banyak didominasi oleh protein hewani, apakah ayam, telur, ikan, daging dan lain sebagainya dengan olahan-olahannya,” kata Sudaryono.
Sudaryono menilai proses memasak yang sudah sesuai prosedur tetap tidak akan mencegah gangguan kesehatan apabila bahan makanan yang digunakan sejak awal sudah dalam kondisi buruk.
"Mau masaknya benar, kalau bahan bakunya sudah busuk ya enggak, tetap aja orang akan keracunan," ujar Sudaryono.
BGN mulai menerapkan pemeriksaan saat bahan baku diterima oleh dapur MBG. BGN juga tengah menyiapkan sistem semacam marketplace untuk pengadaan bahan baku, khususnya protein hewani yang membutuhkan penanganan khusus.
Hingga akhir Agustus 2026, tercatat lebih dari 43.000 orang mengalami dugaan keracunan akibat MBG di berbagai wilayah, termasuk penambahan ratusan kasus baru di Jawa Tengah seperti di Pati dan Batang.
BGN menutup sementara dapur SPPG yang bermasalah untuk investigasi, mencopot kepala unit yang lalai, serta menegaskan bahwa pemerintah menanggung penuh biaya pengobatan korban.
BGN sebelumnya menyatakan sekitar 1.276 SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) telah ditutup atau dihentikan sementara. Masyarakat dapat melaporkan pelanggaran distribusi makanan ke layanan pengaduan darurat di nomor 127.
Adapun pernyataan Gibran yang meminta pelajar membawa bekal dari rumah dan tidak makan MBG memunculkan padangan bahwa ia tidak lagi mendukung program prioritas Prabowo itu. pengamat politik Ray Rangkuti bahkan menyebut kalau ucapan Gibran itu sebagai indikasi bahwa hubungan Gibran dengan Prabowo tidak lagi harmonis.
“Keretakan Prabowo dan Jokowi sudah mulai tampak,” ujar Ray Rangkuti. Kabar keretakan itu semakin memanas setelah Prabowo menggusur Kapolri Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya. Lystio Sigit terkenal sebagai Kapolri yang banyak memback-up gerakan politik keluarga Jokowi. ***