Seakan tidak tahu apa yang dikerjakan, kini Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming lebih
banyak meninjau korban keracunan Makan bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah
di Indonesia. Setelah mendatangi korban MBG di Karo, Sumut, pekan ini Gibran bergerak
memberi perhatian pada korban MBG di Batang, Jawa Tengah berjalan optimal. 
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
Dari Jakarta, Gibran bertolak langsung ke Kecamatan Bawang guna meninjau penanganan kesehatan korban, memberikan kepastian bagi keluarga, mempercepat investigasi, serta memperkuat pengawasan keamanan pangan.
“Hari ini saya langsung datang untuk memastikan korban tertangani dengan baik," kata Gibran dalam keterangan tertulis, Senin (28/9). Pria 38 tahun itu menegaskan pasien yang masih menjalani perawatan medis harus mendapatkan pelayanan hingga benar-benar pulih.
Selain itu, dia menekankan korban yang sudah diizinkan pulang tetapi masih mengalami keluhan, harus tetap memperoleh akses pemeriksaan lanjutan. Putra sulung Jokowi itu memastikan biaya pengobatan seluruh korban tidak membebani pihak keluarga.
Oleh karena itu, mekansime pembiayaan dipastikan berjalan baik di setiap fasilitas kesehatan yang merawat para korban. Pada kesempatan tersebut, eks Wali Kota Surakarta itu menyampaikan proses pemeriksaan saat ini masih terus berlangsung
Dia mendesak agar investigasi segera dituntaskan dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik. “Penyebab kejadian masih dalam proses pemeriksaan, tetapi investigasi harus segera dituntaskan,” ujar Gibran.
Meski kritik bertubi-tubi diarahkan kepada program MBG yang tidak berjalan dengan baik, Gibran tetap ngotot program itu tetap akan dijalankan pemerintah. Ia sendiri akan memberi perhatian pada pelaksanaan MBG yang bermasalah.
Pekerjaan yang seharusnya dijalankan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Pendidikan itu kini seolah menjadi tugas Gibran. Hanya itu yang bisa dilakukannya untuk dekat ke publik, sekaligus untuk mengabaikan isu soal ijazahnya yang sedang dipersoalkan di Mahkamah Konstitusi karena berbau unsur manipulasi.
Gibran sama sekali tidak pernah merespon soal ketidakadaan ijazah SMA-nya. Ia memilih keliling Indonesia untuk meninjau korban keracunan MBG sehingga bisa mengambil perhatian publik. Ya, memang lebih bagus begitu dari pada planga plongo nggak menentu. ***