Jika tidak ada aral melintang, Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sumatera Utara akan digelar di Medan pada 13 - 15 November 2026. Sejauh ini hanya dua kandidat yang dipastikan bersaing, yakni anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga, dan anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Lokot Nasution yang juga merupakan calon patahana.
Dalam pertemuan dengan pengurus DPP Demokrat di Jakarta, kedua kandidat menandatangani komitmen bersama untuk berkompetisi secara sehat tanpa memunculkan kekisruhan serta bertekad memajukan partai.
Kesepakatan itu ditandatangani Lokot dan Sabam secara tertulis pada Jumat (6/11/2026) setelah keduanya dipanggil untuk bertemu dengan pengurus pusat di kantor DPP Demokrat di Menteng, Jakarta.
"Kita sepakat untuk bersaing secara damai dan tetap membina kerukunan di internal partai," kata Sabam.
Dengan kesepakatan itu, keduanya berjanji akan membangun budaya kompetisi yang sehat dan demokratis. Yang kalah tidak akan membuat kekisruhan, yang menang akan merangkul semua elemen. Keduanya juga diminta mengendalikan pendukung masing-masing agar mengikuti Musda dengan tertib.
"Pokoknya Musda harus berjalan demokratis. Ikuti semua aturan," ungkap Ossy Dermawan, Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Demokrat.
Adapun kegiatan Musda direncanakan berlangsung di Hotel Grand Mercure, Jalan Sutomo Medan. Panitia Pengarah (steering committee) telah membuka pendaftaran bakal calon sejak 6 hingga 12 November 2026 di Sekretariat DPD Partai Demokrat Sumut, Jalan Sei Besitang Nomor 3, Medan.
Pelayanan pendaftaran dibuka setiap hari pukul 10.00–17.00 WIB. Pengembalian formulir ditutup hingga pukul 23.59 WIB pada hari terakhir, dan wajib diserahkan langsung kepada panitia di sekretariat.
Beberapa persyaratan utama yang harus dipenuhi setiap bakal calon, antara lain:
- Sehat jasmani dan rohani,
- Bersih narkoba (dibuktikan dengan surat keterangan dokter),
- tidak berstatus tersangka, terdakwa, atau terpidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,
- Tidak pernah mendapat sanksi atas pelanggaran AD/ART serta Kode Etik Partai,
- Memiliki pendidikan minimal SMA atau sederajat.
- Mampu menunjukkan dukungan sekurang-kurangnya 20 persen dari pemegang suara
Dalam mekanisme pencalonan, bakal calon wajib mengumpulkan dukungan dari pemegang hak suara yang terdiri atas DPP, DPD, DPC se-Sumatera Utara, serta gabungan organisasi sayap paling lambat tujuh hari sejak pengumuman pembukaan pendaftaran.
Adapun Panitia Pengarah Musda V ini dibentuk berdasarkan SK BPOKK DPP Partai Demokrat Nomor 24.3/MUSDALUB-SUMUT/BPOKK/DPP-PD/XI/2026 tertanggal 2 November 2026. Kepanitiaan diketuai oleh Si Made Rai Edi Astawa, dengan anggota Chairil Mukmin Tambunan, Ahmad Kamil Lubis, Pangeran, dan Dr. Bakhtiar Efendi.
Persaingan Sabam dan Lokot
Meski pendaftaran dibuka secara luas, sejauh ini hanya Sabam Sinaga dan Lokot yang bersaing. Keduanya sama-sama mengaku mendapat dukungan kuat untuk tampil sebagai ketua Demokrat Sumut periode 2026-2031.
Sabam mengklaim sudah mengantongi lebih dari 50 persen dukungan suara dari dewan pengurus cabang di tingkat kabupaten/kota. Beberapa pengurus cabang dengan basis yang besar, seperti DPC Deli Serdang, Simalungun, Toba, Tapanuli Tengah, dan Langkat sudah merapat kepadanya.
Sementara Lokot Nasution juga sangat yakin bakal mendapat dukungan dari beberapa daerah lain, seperti DPC Demokrat Kota Medan, Asahan, Tapsel dan lainnya.
Meski berbasis suara terbanyak, namun suara Ketua Umum DPP Demokrat dalam menentukan ketua terpilih merupakan keputusan final. Ujian terakhir dari kandidat itu adalah mempresentasikan programnya di depan Ketua Umum agar bisa ditetapkan sebagai ketua.
Tidak heran jika selama beberapa bulan belakangan ini, Sabam dan Lokot sering bolak balik Jakarta - Sumatera Utara untuk menggalang dukungan. Dari sisi dukungan suara DPC, Sabam disebut-sebut menggungguli Lokot Nasution. Namun dari dukungan elit DPP Demokrat, persaingan sangat ketat.
Lokot disebut-sebut mendapat dukungan dari beberapa tokoh nasional, seperti Andi Arief, Andi Mallarangeng dan Syahrial Nasution. Sabam Sinaga tidak kalah hebatnya. Ia dikabarkan mendapat dukungan dari Hinca Panjaitan, Herman Khaeron dan juga Teuku Riefky Harsya.
Dengan membaca peta dukungan itu, Sabam Sinaga berpeluang besar terpilih sebagai Ketua DPD Demokrat Sumut periode 2026-2031. Selain namanya lebih bersih, ia juga diuntungkan dengan citra Lokot Nasution yang dianggap sudah kurang baik karena beberapa kali bersentuhan dengan kasus korupsi.
Bahkan nama Lokot sempat disebut sebanyak 30 kali dalam putusan sidang korupsi DJKA di Pengadilan Negeri Semarang. Ia pernah pula dipanggil memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan dalam kasus yang sama.
Selama memimpin Demokrat Sumut, Lokot juga gagal dalam mendongkrak suara partai di tingkat provinsi. Terbukti, pada Pemilu 2024 suara Partai Demokrat di DPRD Sumut anjlok signifikan, dari sebelumnya memperoleh 9 kursi turun menjadi 5 kursi. Merosot hingga 45 persen.
Lokot juga dianggap pemimpin dengan tipe one man show karena cenderung mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan pengurus lainnya.
Selama kepemimpinannya, Demokrat Sumut mengalami kemunduran dari sisi tampilan. Sekretariat partai yang semula berkantor di kawan elit Jalan Sudirman, kini malah pindah ke kawasan pemukiman di Jalan Sei Besitang, Medan.
Sementara Sabam Sinaga dikenal sebagai figur yang reformis. Ia merupakan sosok nasionalis yang memiliki basis massa kuat di akar rumput dengan posisinya sebagai Ketua Umum Perhimpunan Kerukunan Umat Pentakosta (Perkupi).
Sabam juga sudah menyiapkan sekretariat partai yang mewah di Jalan Sudirman, jauh lebih besar ketimbang kantor sebelumnya.
Pada Pemilihan legislatif 2024 lalu, dari tiga anggota DPR RI yang terpilih asal Sumut, Sabam merupakan politisi Demokrat yang meraih suara terbanyak dari arus bawah. Hinca Panjaitan berada di bawahnya, sedangkan Lokot Nasution meraih suara terkecil.
Nilai tambahnya, Sabam Sinaga cukup dekat dengan figur ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono karena keduanya sama-sama pengurus di tingkat pusat. Sabam saat ini masih tercatat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat.
Kedekatan Sabam dengan ketua umum tergambar saat berlangsung kegiatan Sinode besar Gereja Pantekosta yang berlangsung di Pematang Siantar pada 3 Juli 2026, di mana acara tersebut dibuka langsung oleh AHY.
Sementara Lokot selama memimpin Demokrat belum pernah sekalipun berhasil mengundang AHY ke Sumut untuk kegiatan partai. ***
.jpeg)