-->

PKH Sita Lokasi Tambang yang jadi Sumber Dana Genk Listyo, Tambang Milik Bobby Juga Disorot

Sebarkan:
Satgas PKH mengumumkan penyitaan konsesi Tambang Nikel Ilegal dari  sosok pengusaha Arif Kurniawan seluas  71 Ribu Hektare

Secara perlahan Pemerintah mulai memotong jaringan yang disebut-sebut sebagai sumber dana bagi kegiatan genk Solo dan aktivitas politik Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Salah satunya adalah menyita puluhan konsesi tambang nikel yang dikelola Arif Kurniawan, pengusaha tambang terkenal di Sulawesi Tenggara. 

Sementara tambang milik Bobby Nasution dan istrinya yang ada di wilayah itu juga dalam sorotan. Tambang milik Bobby dan Kahiyang Ayu ini sempat menjadi sorotan nasional saat berlangsung sidang korupsi di Ternate pada Agustus 2024. Kawasan tambang milik anak dan menantu Jokowi ini terkenal dengan sebutan Blok Medan.

Namun saat ini yang  baru saja disita Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH)  baru milik pengusaha Arif Kurniawan. 

Arif Kurniawan merupakan sosok yang selama ini dikenal sebagai penyandang dana bagi kegiatan Listyo dan Genk Solo. Tak mengerankan jika selama Listyo menjabat Kapolri, bisnis Arif sama sekali tidak tersentuh.  Ia seorang pemain tambang yang menguasai bisnis nikel di Indonesia. Ia tidak membutuhkan izin untuk operasional tambang itu karena mendapat perlindungan.

Terungkapnya penyadapan yang dilakukan Listyi Sigit mendorong pemerintah mulai bergerak menghentikan usaha tambang itu, sekaligus menghentikan aliran dana kepada kelompok Listyo cs. Hal itu yang mendorong Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH)  sejak Jumat (6/11/2026) menyita dan mengambil alih jaringan tambang nikel ilegal yang dikelola Arif.

Arif Kurniawan selama ini   terkenal sebagai pengusaha  yang sangat tertutup dan sangat eksklusif. Tiada satupun yang berani menyentuhnya, meski ia diketahui kerap melakukan ekspor nikel yang seharusnya dilarang negara.

Aktivits bisnis Arif  membentang mulai dari trader korporasi komoditas raksasa dunia Glencore, hingga  sebagai pengendali utama (beneficial owner) sepertiga perdagangan domestik bijih nikel di Indonesia.

Arif Kurniawan pertama kali menjadi pembicaraan hangat di tingkat internasional setelah Bloomberg menerbitkan laporan investigasi mendalam berjudul How a Reclusive Ex-Glencore Trader Became Indonesia’s Nickel King pada 28 Desember 2025. 

Dalam laporan itu diungkap bagaimana Arif disebut menguasai produksi nikel Indonesia yang banyak diburu pengusaha dunia.

Bloomberg memperkirakan Arif Kurniawan menguasai  sepertiga (33%) dari seluruh perdagangan nikel Indonesia, sebuah monopoli terselubung yang menangani transaksi senilai miliaran dolar AS. Ia tercatat memiliki sedikitnya 20 konsesi tambang di Sulawesi. 

Berdasarkan analisis terhadap dokumen legalitas perusahaan, total luas konsesi nikel yang berada di bawah kendali Arif Kurniawan mencapai lebih dari 71.000 hektare, tersebar di sentra-sentra produksi utama, termasuk Pulau Kabaena (Sulawesi Tenggara), Buton Tengah, hingga kawasan Luwu Timur (Sulawesi Selatan).

Arif tercatat memiliki hubungan dekat serta kemitraan bisnis dengan elite lokal dan nasional.  Ia disebut-sebut mendapat perlindungan dari Mabes Polri saat dipimpin Listyo Sigit Prabowo. Hal ini yang membuat penambangan ilegal di dalam kawasan hutan oleh jaringan perusahaannya tak pernah terendus sanksi hukum. 

Pemerintah sebenarnya sudah tahu aksi Arif ini. Bukan hanya Arif, keluarga Jokowi, termasuk Bobby Nasution dan istrinya Kahiyang Ayu juga aktif dalam permainan tambang nikel ilegal ini. Bobby bahkan pernah dilaporkan ke KPK karena diam-diam melakukan ekspor nikel ke China, meski hukum Indonesia melarang ekspor material ini.

Namun karena mendapat perlindungan Mabes Polri dan  Genk Solo, seluruh aktivitas itu tak pernah tersentuh.

Kini, setelah mafia penyadapan Listyo terungkap dan jaringannya ditangkap, penangkapan terhadap tambang milik kelompok itu mulai ditangani dengan tegas. Penangkapan Listyo dan rontoknya faksi lama di Mabes Polri secara mutlak meruntuhkan “bemper” hukum yang selama ini melindungi Arif Kurniawan. 

Kini, Satgas PKH yang dipimpin Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mulai mengusut tuntas keterlibatan pidana  Arif dan kelompoknya, serta menyita puluhan ribu hektare lahan ilegal yang dikelola kelompok itu. Bisnis nikel Bobby dan kahiyang juga dalam sorotan. Sementara Arif Kurniawan dikabarkan melarikan diri ke luar negeri. **

 


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini