![]() |
| gambaran suasana pengelolaan usaha judi online |
Sumatera Utara tidak hanya menyumbang tenaga kerja terbanyak yang bergelut di sektor judi online yang berpusat di Kamboja, tapi juga menjadi daerah dengan pemain judi online cukup besar di Indonesia. Kantor Wilayah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara sampai-sampai menyoroti maraknya kegiatan judi daring di wilayah ini. OJK memperkirakan nilai deposit permainan judi online di Sumut mencapai Rp1,7 triliun.
Kepala Kantor Wilayah OJK Sumut Khoirul Muttaqien menyampaikan angka tersebut berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada awal 2025.
"Pemainnya (ada) 460 ribu orang, terbesar adalah (dari kalangan) pelajar dan mahasiswa," ucap dia dalam Medan Sharia Investor City (MAIN STORY) 2025 di Medan, Sumatera Utara, dikutip Antara, Sabtu, 22 November.
Ia mengatakan meskipun jumlah pemain didominasi pelajar dan mahasiswa, nilai deposit tertinggi justru berasal dari kalangan karyawan swasta.
Tidak hanya pegawai swasta, ia juga menyatakan bahwa terdapat sekitar seribu aparatur sipil negara (ASN) di Sumatera Utara turut terlibat judi daring. Pihaknya juga menghadapi tantangan serius terkait dengan entitas keuangan ilegal lainnya, termasuk gadai ilegal.
OJK mencatat provinsi tersebut memiliki jumlah gadai ilegal terbesar dibandingkan dengan wilayah lain di luar Pulau Jawa. Ia mengatakan saat ini baru terdapat 27 usaha gadai yang telah memiliki izin resmi dari OJK di wilayah tersebut, sedangkan sisanya masih akan terus ditertibkan.
Terkait dengan pinjaman online (pinjol) ilegal, OJK menerima 15 ribu pengaduan secara nasional sejak awal tahun ini, dengan 573 pengaduan di antaranya berasal dari Sumatera Utara. Selain itu, terdapat 176 laporan masyarakat Sumatera Utara mengenai kegiatan investasi ilegal dari total 3.786 aduan secara nasional.
Menyikapi maraknya penawaran investasi ilegal, Khoirul mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip "2L" sebelum bertransaksi, yaitu “Legal dan Logis”.
"Cek dia (lembaga investasi tersebut) legal tidak ke kontak OJK 157. Dan yang kedua logis tidak, kok berani-beraninya menyampaikan fixed return (imbal hasil tetap) sekian persen melebihi nilai wajar," ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak sembarangan meminjamkan atau menjual rekening bank kepada pihak lain, yang sering kali disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.
Untuk menghindari kerugian akibat investasi ilegal, ia meminta masyarakat untuk beralih ke instrumen keuangan memiliki legalitas yang jelas, salah satunya pasar modal syariah.
“Hati-hati dalam berinvestasi. Tetap semangat berinvestasi, ingat prinsip legal dan logis. Selalu pahami apa yang kita investasikan,” kata Khoirul.
Umumnya sentral usaha judi online yang digeluti masyarakat Indonesia berada di Kamboja. Karena judi online dikelola melalui teknologi digital internet, sehingga dari kantor pusatnya di Kamboja, para pekerja bisa menyasar pemain dari berbagai wilayah di dunia. Pemain terbanyak ada di Indonesia.
Usaha judi online ini sukses karena dulunya mereka mendapat dukungan dari sejumlah pejabat di Kementerian Komunikasi dan Informasi. Salah satu pelinding usaha judi online ini adalah Budi Arie, ketua Pro Jokowi saat ia menjabat sebagai Menteri Informasi dan Komunikasi RI.
Beberapa anak buah Budi Arie sudah ditangkap KPK, sementara Budi Arie sendiri tidak tersentuh. Sampai sekarang ia bebas berkeliaran, bahkan bermanuver politik untuk pindah ke Partai Gerindra agar mendapat perlindungan.
Padahal nama Budi Arie sudah berkali-kali disebut dalam persidangan sebagai sosok yang berperan melindungi judi online di Indonesia. KPK tidak mau menyentuhnya karena Budi Arie dianggap sangat dekat dengan Jokowi. Sudah menjadi rahasia umum, KPK akan melindungi orang-orang dekat Jokowi, apalagi keluarga mantan presiden itu. ***
