![]() |
| Pencarian korban banjir dan longsor di Tapanuli Tengah |
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam keterangan yang diterima media ini, Minggu, mengatakan bahwa penambahan jumlah korban terjadi seiring intensifnya operasi pencarian dan pertolongan (SAR) oleh tim gabungan yang dipimpin Basarnas sejak penetapan status tanggap darurat pekan ini.
“Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian tim gabungan,” ujarnya dikutip dari ANTARA, Minggu 30 November.
BNPB mengonfirmasi dampak terbesar tercatat di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga. Selain korban jiwa, pengungsi juga dilaporkan mencapai ribuan kepala keluarga, tersebar di Tapanuli Selatan, Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.
"Proses pendataan masih berlangsung beriringan dengan operasi SAR yang terus berjalan 24 jam," kata dia.
Suharyanto juga menyampaikan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolasi, dan percepatan distribusi logistik terus diintensifkan.
BNPB menempatkan lima helikopter perbantuan di Bandara Silangit untuk memaksimalkan distribusi bantuan ke Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, dan wilayah lain yang sulit ditembus. Helikopter TNI AD Bell 412EPI, MI-17V5, helikopter swasta serta pesawat Cessna Caravan turut dioperasikan.
Hari ini Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator bidang Infrastruktur Pembangunan Kewilayahan telah tiba di Sibolga dan Tapanuli Tengah untuk meninjau kondisi bencana. AHY bertekad, masalah akses jalan yang terputus akan menjadi prioritas utama untuk ditangani dalam waktu dekat ini sehingga jalur masuk bantuan bisa lebih lancar.
Setelah meninjau Sumut, pada hari yang sama AHY akan melakukan peninjauan ke wilayah terkena bencana di Aceh. Lokasi bencana banjir yang melanda Aceh tidak kalah beranya karena menggenangi ribuan rumah di wilayah Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara hingga Kota Banda Aceh. Jalan darat dari Medan menuju Banda Aceh belum bisa ditembus karena genangan air di Aceh Tamiang masih tinggi. ***
