-->

Sumut Tuan Rumah AFF U-19, Rico Pacu Proyek Stadion Teladan yang Kacau Balau di Era Bobby

Sebarkan:
Walikota Medan Rico Waas saat melakukan peninjauan proyek Stadion Teladan yang sempat kacau balau di masa Bobby Nasution. Ia bertekad akan memacu proyek itu agar Stadion Teladan bisa digunakan sebagai salah satu venue untuk turnamen Piala AFF U-19 tahun 2026

Setelah melakukan evaluasi secara mendalam,  Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya resmi menunjuk Sumatera Utara sebagai tuan rumah ASEAN Football Federation (AFF) U-19  Championship 2026 yang berlangsung pada 1–14 Juni 2026. Turnamen kelompok umur di bawah usia 19 tahun ini  akan diikuti oleh 11 negara anggota ASEAN.

Penunjukan tersebut menjadi bagian dari komitmen PSSI untuk mendorong pemerataan pembangunan sepak bola nasional dengan menghadirkan event internasional di berbagai daerah, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa sepak bola merupakan milik seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu, PSSI membuka kesempatan bagi lebih banyak daerah untuk merasakan atmosfer kompetisi internasional sekaligus mengembangkan ekosistem sepak bola lokal.

“Sepak bola adalah milik seluruh masyarakat Indonesia. Kami ingin memberikan kesempatan bagi berbagai daerah untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan event internasional. Sumatera Utara menunjukkan kesiapan dan dukungan yang baik,” ujar Erick Thohir melalui laman resmi PSSI.

Keputusan penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah tertuang dalam surat resmi PSSI bernomor 1057/UDN/623/III-2026. Penunjukan ini sekaligus menjadi langkah strategis federasi dalam memperluas pusat kegiatan sepak bola nasional ke wilayah luar Jawa.

PSSI menunjuk Sumut karena dilatarbelakangi pengalaman daerah ini sebagai penyelenggara  turnamen internasional. Seperti pada 2025 di mana Sumut sukses menjadi tuan rumah Piala Kemerdekaan 2025, yang diikuti sejumlah tim nasional kelompok umur.

Turnamen tersebut menghadirkan tim U-17 dari Indonesia, Tajikistan, Mali, dan Uzbekistan sebagai bagian dari rangkaian persiapan tim nasional menuju FIFA U-17 World Cup 2025 di Qatar.

Menurut Erick Thohir, keberhasilan penyelenggaraan turnamen tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama PSSI dalam menunjuk Sumatera Utara sebagai tuan rumah AFF U-19 2026.

“Keberhasilan sebelumnya menjadi referensi penting. Kami melihat adanya kesiapan dari sisi fasilitas dan dukungan masyarakat,” kata Erick.

Stadion dan Fasilitas

Dalam penyelenggaraan turnamen itu, beberapa stadion di  Medan dan Deli Serdang akan disiapkan sebagai lokasi penyelenggara. Stadion itu antara lain, Stadion Utama Sumut yang berlokasi di Sport Center, Kualanamu, Deli Serdang;  Stadion Mini Pancing, Deli Serdang, dan Stadion Teladan, Medan.

Dari tiga stadion itu, hanya Stadion Teladan yang  masih dalam proses penyelesaian. Saat ini proyek tersebut baru selesai sekitar 85 persen. Walikota Medan Rico Waas bertekad memacu proyek itu agar selesai sebelum event AFF diselenggarakan.

Rico harus bekerja keras karena walikota Medan sebelumnya, Bobby Nasution gagal  menyelesaikan proyek itu. Di masa Bobby, proyek Stadion teladan kacau balau dan cenderung tak terurus. Mulutnya saja yang berkoar-koar kalau Stadion Teladan akan selesai pada Oktober 2024, 

Tapi faktanya? semuanya janji busuk. Omongannya tak bisa dipegang!

Lalu Bobby pernah pula mengatakan bahwa proyek itu akan selesai sebelum ia meninggalkan  jabatan  sebagai Walikota Medan pada Januari 2025, tapi itupun tidak bisa dibuktikannya. Dasar pembohong!

Sampai Februari 2025 ketika Bobby dilantik sebagai gubernur Sumut, proyek Stadion teladan tetap tidak selesai. Pembangunan masih berantakan di sana sini. Malah ada indikasi korupsi di dalamnya.

Anehnya lagi, saat Bobby menjabat gubernur Sumut, ia begitu getol mengkritik Rico Waas yang dianggap tidak becus menyelesaikan proyek itu.  Sampai-sampai Bobby pernah mengancam akan menarik kembali usulan Sumut jadi tuan rumah Piala AFF 2026.

Nyatanya, PSSI justru tetap mendukung rencana Sumut jadi tuan rumah. PSSI sebagai penyelenggara menilai Rico Waas selaku walikota Medan cukup dipercaya untuk bisa menyelesaikan proyek Stadion Teladan itu.  Tidak seperti walikota sebelumnya yang  hanya mengandalkan mulut besar tanpa kualitas memadai.

Harap Maklum, Bobby selaku perintis revitalisasi Proyek Stadion Teladan sangat tidak berpengalaman dalam memimpin daerah. Semua orang tahu, Ia naik ke panggung politik berkat status sebagai menantu Jokowi, Presiden RI kala itu. 

Tanpa menikah dengan Kahiyang, hanya segelintir warga Medan yang mengenal anak muda ini.

Bobby sebelumnya sama sekali tidak berpengalaman dalam partai politik, tidak berpengalaman dalam organisasi masyarakat, dan tentu saja tidak berpengalaman dalam Pemerintahan. ia naik sebagai kepala daerah murni karena modal pernikahan, bukan karena prestasi yang ia bangun dari bawah.

Makanya tidak heran proyek-proyek yang ditanganinya banyak yang kacau balau. Saat ini saja sistem Pemerintahan di Provinsi Sumut pun berjalan tidak harmonis karena Bobby mengutamakan stabilitas kekuasaannya ketimbang kepentingan rakyat. 

Akibatnya, banyak  pejabat yang mundur karena tidak tahan dengan ekosistem kerja yang tidak sehat.

Walikota Medan Rico Waas termasuk yang harus menerima banyak beban warisan sebagai dampak kinerja Bobby yang banyak meninggalkan proyek kacau balau. Termasuk Stadion Teladan yang saat ini masih dalam penyelesaian.

Meski demikian, saat melakukan peninjauan stadion itu bersama tim inspeksi PSSI, Rico tetap bertekad memacu proyek tersebut sehingga bisa  menjadi salah satu proyek monumental di masa Pemerintahannya. Setidaknya ia bisa merapikan pekerjaan yang kacau balau di masa Bobby Nasution.

Untuk mendukung suksesnya AFF U-19 2026, PSSI juga mempersiapkan  lapangan latihan bagi para peserta. Lapangan tersebut adalah Stadion Mini Pancing,Stadion Madya Sumatera Utara 1, Stadion Madya Sumatera Utara 2, Lapangan PPLP Sumatera Utara, dan Lapangan Cadika Medan.

PSSI juga menyampaikan bahwa inspeksi lanjutan dari AFF dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh fasilitas pertandingan maupun latihan telah memenuhi standar penyelenggaraan turnamen internasional. ***

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini