Data korban meninggal dunia akibat bencana Sumatera pada 26 November
2025, sebagaimana yang dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),
terus bertambah seiring pencarian di lokasi-lokasi tanah longsor. Sampai Rabu siang, (10/12/2025) pukul 15.00
WIB. Sebanyak 969 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 252 lainnya masih
hilang.
Pengungsi bencana banjir bandang dan longsor yang berada di tenda di
Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka,Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 10 Desember 2025.
"Update data per 10 Desember 2025, korban meninggal sebanyak 969 jiwa dan hilang 252 jiwa," tulis BNPB dalam dashboard rekapitulasi terdampak bencana.
Dari total tersebut, Kabupaten Agam masih mencatat korban meninggal terbanyak dengan 181 jiwa. Aceh Utara menyusul dengan 138 jiwa, lalu Tapanuli Tengah mencatat 110 korban jiwa dan Tapanuli Selatan 85 korban.
Memasuki hampir dua pekan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera, total korban luka masih berada di angka kurang lebih lima ribu orang. Sementara itu, angka pengungsi juga masih menunjukkan grafik peningkatan. Total pengungsi yang masih bertahan di Lokasi darurat mencapai lebih dari 900 ribu jiwa.
Berdasarkan data kabupaten/kota, Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi, mencapai lebih dari 252.600 jiwa lebih. Menyusul Aceh Timur dengan lebih dari 238.500 jiwa, dan Biruen sekitar 54 ribu.
Sedangkan pengungsi di wilayah Sumatera Utara, yang terbanyak masih berada di Tapanuli Tengah yang mencapai 18.300 jiwa. Sedangkan di Tapanuli Selatan masih ada sekitar 7000 jiwa.
Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat kerusakan infrastruktur, antara lain 425 rumah ibadah, 199 fasilitas kesehatan, 234 gedung/kantor. Kemudian, 534 fasilitas pendidikan, dan 497 jembatan terdampak. Sementara itu, sebanyak 157 ribu rumah mengalami kerusakan.
Berikut ini rincian korban bencana di tiga provinsi terdampak
Sumatera Utara:
Meninggal 340 jiwa, 128 hilang, 651 luka-luka. Ada sekitar 11.200 rumah rusak di 18 wilayah yang terdampak bencana. Saat ini masih ada sekitar 38 ribu pengungsi.
Rincian korban meninggal menurut wilayah:
- Tapanuli Tengah 110 orang,
- Tapanuli Selatan 85 orang,
- Kota Sibolga 53 orang,
- Tapanuli Utara 36 orang
- Deli Serdang 17 orang,
- Langkat 13 orang,
- Kota Medan 12 orang,
- Humbang Hasundutan 9 orang,
Aceh:
Korban meninggal sebanyak 391 jiwa, 31 jiwa masih hilang, sekitar 4.300 orang luka-luka. Ada sekitar 138 ribu unit rumah yang rusak, dan ada sekitar 769 ribu jiwa yang mengungsi.
Berikut rincian korban meninggal berdasarkan wilayah
- Aceh Utara 138 orang,
- Aceh Tamiang 58 orang,
- Aceh Timur 48 orang,
- Kabupaten Bener Meriah 37 orang,
- Pidie Jaya 28 orang,
- Bireuen 29 orang.
- Aceh Tengah 23 orang,
- Aceh Tenggara 12 orang.
- Kota Langsa 5 orang,
- Gayo Lues 5 orang.
- Kota Lhokseumawe 4 orang,
Sumatera Barat:
Korban meninggal 238 jiwa, sebanyak 93 masih hilang, ada 113 orang yang luka-luka, dan sekitar 13 ribu orang masih mengungsi.
Berikut rincian korban meninggal per wilayah
- Kabupaten Agam 181 orang,
- Padang Pariaman 23 orang,
- Kota Padang Panjang 19 orang,
- Kota Padang 11 orang
- Pasaman Barat 4 orang,
Selain itu, BNPB juga mengungkap, secara keseluruhan, beberapa infrastruktur di tiga provinsi itu dinyatakan rusak, terdiri dari 121,5 ribu rumah, fasilitas umum sebanyak 1,1 ribu, fasilitas kesehatan 270, fasilitas pendidikan 509, rumah ibadah berjumlah 338, gedung/kantor 221, serta jembatan sebanyak 405. *