![]() |
| Presiden Prabowo, Mualem dan para pejabat kementerian saat membahas intentif penanganan korban bencana Sumatera di Aceh |
Sementara di Aceh, saat mengunjungi wilayah itu pada Kamis (1/1/2026) Prabowo benar-benar intentif membahas masalah penanganan bencana bersama dengan Gubernur Muzakir Manaf alias Mualim. Terlihat jelas suara Mualim cukup berpengaruh bagi Prabowo dalam mengambil keputusan.
Pertemuan Prabowo, Mualim dan kalangan Menteri berjalan cukup lama dalam membahas langkah-langkah penanganan korban bencana di wilayah itu. Yang menarik, bukan hanya penanganan bencana Aceh saja yang dibahas bersama Mualim, tapi juga bencana yang terjadi di Sumut.
Prabowo terus berupaya meyakinkan Mualem bahwa ia sebagai presiden telah menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk penanganan dan pemulihan daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prabowo juga mempersilakan pihak-pihak yang ingin memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, asalkan melalui prosedur yang jelas.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) di Lapangan Sepak Bola Bukit Rata, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menolak bantuan apa pun, selama disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Saya sudah dilaporkan oleh Pak Gubernur dan nanti saya akan bicarakan dengan beberapa pejabat lain mekanismenya. Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu ya kita jelas sebagai manusia masak menolak bantuan. Asal bantuannya itu jelas ya,” ujar Prabowo dalam keterangannya, Kamis, 1 Januari.
Prabowo mengatakan, pemerintah mempersilakan diaspora Aceh, Minang, maupun Batak yang ingin membantu masyarakat di daerah asalnya. Namun, ia meminta agar bantuan tersebut disampaikan secara resmi agar dapat dikoordinasikan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
“Umpamanya ada diaspora Aceh di mana merasa terpanggil membantu di Aceh ya monggo silakan. Nanti kita salurkan. Ada diaspora Minang membantu apa itu silakan,” katanya.
Selain itu, Presiden juga mempersilakan pihak-pihak terkait untuk berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), apabila terdapat komunitas Batak di Jakarta, kota-kota lain, atau bahkan di luar negeri yang ingin menyalurkan bantuan.
Meski begitu, ia menekankan, mekanisme penyaluran nantinya akan diatur oleh pemerintah daerah setempat.
“Kita kalau bantuan ikhlas dan tulus nanti kita serahkan. Mekanisme kita serahkan mungkin apakah nanti Gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara mungkin membuka rekening seperti apa,” jelasnya.
Presiden juga menegaskan bahwa bantuan dapat disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak, selama tetap berkoordinasi dengan pemerintah.
"Mungkin dana bantuan pascabencana mau kirim langsung silakan, dari dalam negeri memberi sumbangan silakan. Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas ya,” tegas Prabowo.
![]() |
| Presiden saat berada di Batangtoru, Tapanuli Selatan lebih banyak membahas masalah bencana dengan para menteri. Sementara Bobby hanya mendengar di belakang |
“Karena kita mengalami, pernah dibantu-dibantu akhirnya ujungnya ada juga ya kan yang menagih. Tapi kita harus berpikir positif yang penting kita secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat kita, di manapun itu tujuan kita,” pungkasnya.
Selama berkunjung ke Aceh, komunikasi Mualem dengan Prabowo terus berjalan saat keduanya Bersama-sama terjun ke lapangan. Jika ada masalah, Prabowo banyak bertanya kepada Mualim, bukan bertanya kepada para menterinya. Setelah mendapat pernyataan dari Mualem, lantas Prabowo memerintahkan pejabat terkait untuk menindaklanjuti.
Hal itu berbeda dibanding saat ia mengunjungi Lokasi bencana di Tapanuli Selatan sehari sebelumnya, yakni pada Rabu 31 Desember 2025. Justru para Menteri terkait yang banyak memberi penjelasan kepada Prabowo, bukan Bobby Nasution.
Sangat terkesan kalau Bobby kurang diterge (diperhitungkan) dalam mencari solusi bagi penyelesaikan masalah bencana ini.
Satu-satunya tugas yang diperintahkan pusat kepada Bobby adalah mencarikan lahan untuk lokasi Pembangunan rumah bantuan bagi para korban. Itupun Bobby harus bekerjasama dengan para Bupati dan Walikota yang wilayahnya terkena bencana. **

