![]() |
| Mohammad Abdul Ghani |
Langkah strategis diambil Pemerintah guna memperkuat penetrasi bisnis di sektor perkebunan kelapa sawit nasional. PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) – perusahaan milik negara yang membawahi sejumlah perkebunan nasionaol -- resmi melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran nakhoda perusahaan. Sosok kawakan, Mohammad Abdul Ghani, kini resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama baru menggantikan Agus Sutomo.
Keputusan krusial ini tertuang dalam SK Nomor: 172 Tahun 2026 dan Nomor: 067/DI-DAM/DO/2026. Penunjukan jajaran direksi anyar ini bukan sekadar rotasi rutin, melainkan upaya memperkokoh tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) sekaligus memacu daya saing komoditas sawit Indonesia di pasar global.
Rekam Jejak Abdul Ghani
Masuknya Mohammad Abdul Ghani ke dalam kursi pimpinan Agrinas Palma Nusantara membawa angin segar sekaligus harapan baru. Bukan tanpa alasan, sebab Abdul Ghani dikenal sebagai 'orang lapangan' dengan rekam jejak yang sangat panjang di industri perkebunan negara.
Sebelum ditarik ke PT Agrinas, Abdul Ghani sukses mengemban tanggung jawab sebagai Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Bahkan ia mengawal karir dari jabatan staf di sejumlah PTPN. Tak heran jika Abdul Ghani cukup lama tinggal di Sumatera Utara.
Berawal dari staf PTPN itu, karir Abdul Ghani terus meningkat. Peningkatan karir Pria kelahiran 17 Desember 1959 ini terlihat nyata mulai 2019 tatkala ia didapuk sebagai salah satu pimpinan’ PT Perkebunan Nusantara XIII pada 2016.
Sejak itu jabatannya terus meningkat hingga dipercaya sebagai Direktur Utama di PT Perkebunan Nusantara II pada 2019, selanjutnya Wakil Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III pada 2019, lalu meningkat lagi sebagai Dirut PTPN III sejak 2020 hingga memasuki masa pension poada 2025.
Pada usia pensiunnya, peraih gelar doctor dari Universitas Sumatera Utara ini bukannya meninggalkan hiruk pikuk dunia perkebunan. Ia malah diminta untuk menduduki salah satu jabatan penting di PT Danantara, induk bagi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tanah air.
Baru setahun duduk sebagai Director of Plantation & Agriculture di Danantara Indonesia, Abdul Ghani langsung diminta untuk memimpin PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) yang merupakan Perusahaan perkebunan milik negara.
PT Agrinas Palma Nusantara saat ini lebih banyak mengelolaan perkebunan kelapa sawit hasil sitaan negara yang luasnya mencapai 1,7 hektar di berbagai wilayah nusantara. Perusahaan ini juga merupakan induk bagi\ industri hilir biodiesel/biofuel nasional.
Pengalamannya dalam mengonsolidasi perusahaan perkebunan milik negara diharapkan menjadi modal kuat untuk membawa Agrinas Palma Nusantara melakukan akselerasi bisnis yang berkelanjutan.
Penyegaran Struktur untuk Target 2026
Tidak hanya posisi direktur utama, sejumlah nama profesional juga dipercaya mengisi pos-pos strategis. Di lini finansial, Sucipto Prayitno diplot sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Sementara itu, kendali bisnis diserahkan kepada Nurhidayat guna memastikan ekspansi pasar berjalan sesuai target.
Penyegaran ini juga mencakup penguatan pada aspek operasional, hukum, hingga kemitraan plasma yang menjadi ujung tombak hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar perkebunan. Dengan komposisi 'Super Team' ini, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) ditargetkan mampu mempercepat pengembangan bisnis yang berdaya saing tinggi dan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Susunan Lengkap Dewan Komisaris dan Direksi
Sesuai dengan ketetapan terbaru, berikut adalah susunan lengkap jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero):
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: R. Wisnoe Prasetija Boedi
- Komisaris Independen: Salamat Simanullang
- Komisaris: Rini Widyastuti
- Komisaris: Meris Wiryadi
- Komisaris: Barita Simanjuntak
- Komisaris: Ramses Lumban Tobing
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Mohammad Abdul Ghani
- Wakil Direktur Utama: Kusdi Sastro Kidjan
- Direktur Operasional: Tuhu Bangun
- Direktur Hukum: I Nyoman Suparta
- Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Memed Kosasih Setia Putra
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Sucipto Prayitno
- Direktur Bisnis: Nurhidayat
- Direktur Pemasaran: Mohammad Wais Fansuri
- Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan: Novi Anoverta (Nofil Anoverta)
- Direktur Konsultan Konstruksi: Gagah Guntur Wibowo
- Direktur Hubungan Kelembagaan: Cucu Somantri
- Direktur Kemitraan dan Plasma: Seger Budiharjo.
