Pelajar SMA Negeri 3 Medan membuat gebrakan baru dalam pendidikan bidang kepemimpinan dan lingkungan hidup di Sumatera Utara. Bekerjasama dengan komunitas Overlanding Indonesia, sekolah ini sukses menyelenggarakan sistem pembelajaran outdoor selama dua hari, mulai 16 -18 Januari 2026 di Bumi Perkemahan PTPN 4 dengan menghadirkan sejumlah pembicara nasional.
Tidak tanggung-tanggung, dua staf khusus Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, yakni Irjen (pol) Arief Rachman (Staf khusus bidang Percepatan Pembangunan dan Regulasi), serta Sigit Raditya (Staf khusus bidang hukum dan regulasi) hadir sebagai pembicara pada kegiatan itu.
Kedua nara sumber menyampaikan materi tentang kepemimpinan di hadapan sekitar seratusan siswa SMA Negeri 3 yang ikut kegiatan itu. Tentu saja kesempatan emas itu tidak dilewatkan para siswa untuk bertanya guna menggali pengalaman dari para nara sumber guna memahami materi tentang kepemimpinan dan isu lingkungan.
Irjen (pol) Arief Rachman dan Sigit Raditya hadir sebagai pembicara pertama pada Sabtu, 17 Januari 2026. Keduanya menyampaikan materi berdasarkan pengalaman yang pernah mereka alami sejak masih muda.
Arif Rachman merupakan jenderal bintang dua polisi aktif yang sekarang dikaryakan membantu tugas-tugas Kemenko Infrastruktur dalam menangani pembangunan sejumlah infrastruktur di Indonesia. Sementara Sigit Raditya merupakan alumni Norwich University, Amerika Serikat dan meraih gelar master di University of Wollongo, Australia. Sigit sempat berkarir di TNI sebelum akhirnya pindah ke bidang politik.
Pada kesempatan itu Arif Rachman menjelaskan bagaimana pentingnya semangat belajar, pergaulan yang baik, serta pengalaman berorganisasi dalam membentuk jiwa kepemimpinan seseorang.
“Semangat belajar itu harus dimulai sejak muda. Maka itu jangan buang-buang waktu selagi kalian punya kesempatan untuk belajar,” kata Arif Rachman.
Alumni Akpol 1996 ini juga menegaskan pentingnya sikap jujur dan bertanggungjawab bagi setiap anak-anak muda. Sikap jujur dan bertanggungjawab harus ditunjukkan dari diri pribadi terlebih dahulu sebelum kemudian disebarkan ke komunitas masing-masing.
“Sikap jujur dan bertangungjawab yang dibina sejak muda merupakan modal sangat penting untuk bisa menjadi pemimpin,” kata Arif Rachman.
Arief menyampaikan materi tentang kepemimpinan karena kegiatan camping siswa SMAN 3 Medan itu bertujuan untuk mengasah para pesertanya agar siap menjadi pemimpin yang baik. Hal itu tergambar dari kegiatan mereka yang mengusung tema grow to lead, lead to inspire, tumbuh untuk menjadi pemimpin, dan pemimpin yang memberi inspirasi.
Kegiatan camping selama dua hari itu berlangsung meriah. Selain mendengarkan materi dari para nara sumber, para siswa juga aktif dalam berbagai kegiatan outbound untuk melatih cara membangun tim dan kerja sama yang baik.
Seluruh kegiatan camping itu bisa dikatakan menggabungkan unsur kedisiplinan ala militer dan semangat belajar ala akademisi.
“Memang melelahkan, tapi sangat mengesankan. Namanya juga menggali pengetahuan, tentu harus ada perjuangan keras,” kata Rakha P Putra, Ketua OSIS SMAN 3 Medan yang memimpin teman-temanya pada kegiatan itu.
Selain menghadirkan pemateri dari Kemenko Infrastruktur, ada juga materi yang disampaikan oleh pimpinan lembaga belajar Edulab dari Bandung, serta materi dari para guru SMAN 3 Medan.
Isu lingkungan dan bencana yang baru-baru ini melanda wilayah Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat juga dibahas dalam pertemuan itu sehingga para peserta semakin paham pentingnya melestarikan alam.
Kegiatan outdoor itu sangat menarik untuk melatih kesabaran dan kekuatan para peserta. Selama mengikuti rangkaian kegiatan, para peserta dituntut menjalankan disiplin yang tinggi dan membangun kerjasama antar kelompok dengan baik. Kegiatan tidak hanya berlangsung pada siang hari, tapi juga malam dan pagi menjelang subuh.
Wakil Kepala SMAN 3 Medan bidang Kesiswaan, Emiruddin Harahap yang ikut mendampingi para siswa mengaku terkesan dengan kegiatan itu. Ia cukup puas dengan pendampingan yang diberikan Overlanding Indonesia – komunitas jejalah Nusantara dan penanganan bencana -- yang membantu mendukung kegiatan tersebut.
Emiruddin berharap kegiatan belajar outdoor seperti itu bisa menjadi agenda rutin setiap sekolah demi melatih para siswa belajar tentang kepemimpinan dan lingkungan. Apalagi kegiatan itu sama sekali tidak mengganggu jadwal belajar karena diselenggarakan pada hari libur.
“ Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa dijadikan agenda rutin bagi pelajar SMAN 3 Medan sehingga sekolah kita tidak hanya menghasilkan alumni yang cerdas di bidang akademik, tapi juga paham tentang kepemimpinan dan pelestarian alam,” kata Emiruddin. ***
