-->

Hutama Karya Tangani Jalan Tarutung–Sibolga Sepanjang 69 Km Pascabencana, Awas Korupsi!

Sebarkan:

Jalan rusak karena bencana
PT Hutama Karya (Persero) atau HK tengah mengerjakan satu paket akses jalan rusak pascabanjir bandang dan longsor di Sumatera pada akhir November 2025 lalu.

Diketahui HK mengerjakan paket jalan pada Ruas Tarutung–Sibolga sepanjang 69 kilometer (km), mencakup wilayah Adiankoting, Meranti, Simpang 3 Rampa, Mardame, Pagaran Lambung II, Dolok Nauli hingga Kecamatan Sitahuis.

"Kami dipercaya Kementerian PU untuk menangani satu paket tanggap darurat sektor bina marga, yaitu pada ruas Tarutung–Sibolga. Ruas akses jalan yang dilakukan pemulihan aksesnya tersebut memiliki total panjang 69 km," ujar Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Januari.

Dalam pelaksanaan penanganan, pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembersihan badan jalan dari material longsoran, pelebaran badan jalan, pembukaan akses jalan tertimbun longsor, pekerjaan galian dan pembukaan saluran aliran air di sekitar area masuk jembatan, pemasangan safety line serta pembuatan matras pada sejumlah titik rawan.

Selain itu, perseroan juga melaksanakan pengambilan data LiDAR dan soil investigation di 103 titik sebagai bagian dari pemetaan kondisi lapangan untuk mendukung penanganan lanjutan. Hingga 4 Januari 2026, HK telah mengerahkan 72 personil yang terdiri dari tim pelaksana, HSE, operator serta tenaga pendukung lainnya.

Penanganan didukung oleh berbagai alat berat, antara lain excavator PC300 dan PC200, wheel loader, dump truck, bulldozer, smooth vibro roller, alat bor log, steel sheet pile, trado trailer, guna mendukung pembukaan akses dan pengamanan ruas jalan terdampak.

"Pembukaan akses jalan terdampak ini dilakukan dengan juga memperhatikan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar guna mengutamakan keselamatan warga dan pengguna jalan," katanya.

Selama proses penanganan, Mardiansyah tak menampik bahwa tim di lapangan menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca tidak menentu serta medan cukup berat. Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya menyesuaikan metode kerja dan penempatan alat berat secara bertahap, disertai pengamanan area kerja dan pengaturan lalu lintas sementara.

"Langkah ini dilakukan agar pembukaan akses jalan tetap berjalan aman sekaligus membantu masyarakat dan pengguna jalan kembali beraktivitas dengan lebih nyaman," ucap Mardiansyah.

Seiring dengan berjalannya penanganan tanggap darurat, akses pada ruas Tarutung–Sibolga kini berangsur pulih dan dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.

Mardiansyah bilang, kondisi tersebut memberikan manfaat langsung, khususnya dalam mendukung mobilitas harian, aktivitas ekonomi serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok di wilayah terdampak.

Menurut dia, penanganan darurat tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perseroan dalam memperkuat ketahanan infrastruktur jalan di wilayah rawan bencana.

 

"Pembukaan kembali akses menjadi langkah awal sebelum dilakukan penanganan lebih permanen serta akan terus diikuti dengan koordinasi bersama pemerintah untuk memastikan infrastruktur jalan di Sumatera Utara semakin aman dan andal," imbuhnya.

Proyek yang ditangani HK ini perlu mendapat pengawasan publik agar jangan sampai terjadi kasus korupsi.  Seperti biasa, proyek yang ditangani swasta atau BUMN biasanya banyak diwarnai pemberian fee dan uang suap lainnya. Bahkan nilainya bisa mencapai 20 persen dari nilai proyek.

Kalau itu terjadi, maka kontraktor akan mengorbankan kualitas proyek sehingga mereka mengerjalan proyek itu asal asalan dengan kualitas material di bawah standar. Pada akhirnya rakyat yang dirugikan karena tidak bisa menikmati kualitas layanan publik yang  memadai. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini