-->

Bareskrim Polri Turun ke Sumut guna Memberantas Narkoba, Sejumlah Pusat Hiburan Malam Digrebek

Sebarkan:
Diskotik New Zone di Kota Medan yang digrebek Bareskrim Polri

Citra Sumatera Utara sebagai sarang narkoba terbesar di Indonesia sudah tidak terbantahkan lagi.  Bukan hanya mafia dan para bandit saja yang bermain, oknum aparat keamanan juga terlibat bisnis benda haram ini. Oleh karena itu, Bareskrim Polri turun tangan langsung ke Sumut untuk melakukan pemberantasan.

Sejumlah pusat hiburan malam mereka Razia di sejumlah titik di Kota Medan. Hasilnya, setidaknya Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan peredaran narkoba di tempat hiburan malam tersebut. Semua  tersangka itu ditangkap di diskotik New Zone, Medan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso menyebut para tersangka ialah DAL selaku penyedia narkoba di New Zone. Selanjutnya, tersangka JL selaku admin HRD yang dianggap  membiarkan adanya peredaran narkoba di tempat hiburan malam tersebut.

Kemudian, ada pula tersangka AW alias Aan selaku manajer operasional yang memperbolehkan adanya peredaran narkoba di tempat tersebut dan mendapatkan keuntungan dari penjualan narkoba.

"Menurut keterangan dari manajer operasional, sudah beberapa kali pengunjung yang overdosis narkoba dan dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh pihak manajemen," ungkap Eko.  Tersangka terakhir ialah SH selaku perantara peredaran narkoba di THM tersebut.

Selain tersangka, penyidik juga memasukkan dua orang ke dalam daftar pencarian orang (DPO), yaitu Eddy selaku pengendali dan Ape selaku penyedia narkoba.

"Setelah dilakukan pendalaman, tim mendapatkan fakta bahwa Eddy alias Awi yang mengatur dan mengendalikan pengedaran serta jual beli narkoba di New Zone," kata Eko.

Dia juga mengungkapkan bahwa penyidik menemukan dugaan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) sehingga tim Subdit IV Dittipidnarkoba menyita beberapa aset milik Eddy.

Modus Peredaran Narkoba

Untuk modus peredaran narkoba, dia menjelaskan pengunjung yang datang akan diarahkan terlebih dahulu ke hall maupun ke room yang kosong. Kemudian, pengunjung memanggil waiter (pelayan) untuk memesan narkoba dengan kode "obor", "obat" atau "o".

Selanjutnya, pelayan menanyakan jumlah narkoba yang akan dipesan. Tidak berselang lama, pelayan datang membawa ekstasi atau narkoba dengan jumlah yang dipesan dan pengunjung melakukan pembayaran secara tunai atau transfer.

Jenderal polisi bintang satu itu juga mengungkapkan bahwa selama enam tahun New Zone beroperasi, diperkirakan penjualan narkoba ataupun narkoba yang sudah dikonsumsi sebanyak 65.700 butir. Dengan demikian, perkiraan total nilai narkoba yang sudah terjual sebesar Rp 65,7 miliar.

Razia ecek-ecek di Capital Building milik pengusaha terkenal Kota Medan, Asiang.
Sebelumnya, pada Sabtu (23/5), Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menggerebek tempat hiburan malam New Zone di Medan. Dari penindakan tersebut, penyidik mengamankan 34 orang yang terdiri atas owner (pemilik), manajer, staf, pengunjung dewasa, dan pengunjung anak di bawah umur.

Setelah operasi yang dilakukan Bareskrim Polri itu, selanjutnya Polda Sumut mulai ikut melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam lainnya. Salah satu yang digrebek adalah lokasi hiburan malam Capital Building di Jalan Putri Hijau, yang merupakan milik pengusaha terkenal Kota Medan, Rusdi Ali alias Asiang.

Asiang dikenal sebagai pengusaha yang memiliki jaringan kuat ke sejumlah pejabat tinggi di negeri ini.  Ia juga diketahui sebagai pemilik jet pribadi yang pernah digunakan oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama keluarganya. Bahkan Asiang disebut-sebut sebagai salah satu penyandang dana bagi kampanye Bobby.

Sedangkan Capital Building Medan sejak dulu dikenal sebagai lokasi tempat hiburan malam yang sangat aman dan mewah. Ada pula arena judi di dalamnya dengan perlindungan yang ketat. Sudah menjadi rahasia umum kalau lokasi itu tidak pernah disentuh aparat kepolisian.

Dalam razia yang dilakukan Polda itu sama sekali tidak ditemukan adanya kasus narkoba. Ya maklum saja, namanya juga razia ecek-ecek. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini