![]() |
| Tim nasional Indonesia yang bertanding pada turnamen AFF U-19 2026 di Sumut mendapat pengarahan dari pelatih Nova Arianto |
Ini adalah untuk pertama kalinya Sumut menjadi tuan rumah untuk ajang internasional yang cukup bergengsi itu. Pesertanya tidak hanya negara Asia Tenggara, tapi juga diikuti oleh tim nasional Australia.
Rombongan pertama yang datang ke Medan merupakan ofisial pertandingan FIFA dan AFC serta tim penghuni Grup A, yakni Indonesia, Vietnam, dan Myanmar. Sementara Timor Leste sudah lebih dulu berada di Medan untuk menjalani pemusatan latihan.
Pada 30 Mei mendatang, delegasi AFF bersama tim Grup B yang dihuni Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura dijadwalkan tiba. Sehari berikutnya, giliran Australia, Kamboja, dan Filipina yang datang sebagai peserta Grup C.
Pemerintah Provinsi Sumut mengklaim seluruh persiapan teknis hingga pengamanan telah rampung menjelang kick off pertandingan.
“Persiapan kita sudah matang secara keseluruhan, sampai ke parkir, arus lalu lintas, alur masuk stadion, pengamanan hingga ke makanan ofisial, semua sudah kita persiapkan, tinggal eksekusi di hari H,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Erwin Hotmansah Harahap, Senin, 25 Mei 2026.
Laga pembuka dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2026 di Stadion Utama Sumut, Kualanamu. Vietnam akan menghadapi Timor Leste pada pukul 16.00 WIB. Sementara malam harinya, Indonesia akan meladeni Myanmar pukul 20.00 WIB.
Tiga stadion disiapkan untuk turnamen ini, yakni Stadion Utama Sumut, Stadion Teladan, dan Stadion Madya. Sedangkan venue latihan dipusatkan di Stadion Mini Pancing, Lapangan Cadika, dan Lapangan Kebun Bunga.
Selain kesiapan venue, Pemprov Sumut juga menyiapkan shuttle bus menuju Stadion Utama Sumut bekerja sama dengan Damri dan pihak swasta untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas penonton selama turnamen berlangsung.
Turnamen ini sekaligus menjadi sorotan terhadap kesiapan Sumut menggelar event internasional, mulai dari infrastruktur, transportasi, hingga tata kelola pelaksanaan pertandingan berskala regional.
Tim Vietnam merupakan tim yang difavoritkan juara pada kompetisi ini, selain tim dari Australia yang rata-rata memiliki postur tubuh yang lebih tinggi. Sementara tim Indonesia ada di peringkat ketiga sebagai kandidat juara.
Seperti biasa, Tim Nasional Indonesia juga menyertakan sejulah pemain diaspora yang merumput di negara lain. Setidaknya ada tujuh pemain diaspora yang akan ikut bergabung dalam tim nas U-19, mereka adalah Mathew Baker (Melbourne City/Australia), Timothy Baker (Western United/Australia), Zinadein Ardiansyah (Sydney FC/Australia), Eizar Tanjung (Sydney FC/Australia), Welber Jardim (São Paulo/Brasil), Igor Sanders (FC Eindhoven/Belanda), Amar Brkić (Darmstadt/Jerman).
Dari 23 anggota Timnas Indonesia yang akan bertanding ini, tidak ada satupun yang berasal dari klub yang ada di Sumut. Tapi setidaknya ada dua putra asal Sumut yang bergabung dalam tim nasional itu yang sekarang memperkuat tim Persija Jakarta.
Mereka adalah Raditya Raharjo yang tidak lain anak dari eks pemain PSMS Medan dan PSDS Deli Serdang, Legimin Raharjo. Saat ini Raditya merupakan andalan tim Persija U-20 untuk pemain belakang. Ada pula sosok Irfan Abadi Siregar yang merupakan jebolan Sekolah Sepakbola Deli Serdang, yang bermain di posisi gelandang untuk tim Persija. **
