![]() |
| Naniek S Deyang memberi keterangan kepada pers setelah dilantik Presiden sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 8 Juni 2026 |
Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen (Purn) Sony Sonjaya mengaku sangat geram ketika presiden menunjuk Naniek S Deyang sebagai kepala BGN yang baru. Betapa tidak, Naniek, menurutnya, termasuk salah satu dari 26 pejabat yang bermain dalam korupsi proyek Makan bergizi Gratis (MBG). Sony berjanji akan mengungkap semua itu di pengadilan.
“Saya akan mati-matian bertarung di pengadilan nanti. Saya akan ungkap semua. Naniek S Deyang, kepala BGN sekarang adalah yang termasuk bermain dalam proyek MBG ini,” kata Sony sebagaimana diungkap oleh kuasa hukumnya, Elza Syarief.
Sony sebenarnya sudah berkirim surat kepada Naniek dari penjara, namun surat itu lebih banyak mengandung satire. Tidak mengungkap secara jelas peran Naniek dalam korupsi MBG.
Surat itu sangat singkat. Adapun isinya adalah: Kepada Yth Ibu Naniek S Deyang. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala BGN. Terimakasih atas hadiah Indah yang telah diberikan kepada saya. (diakhiri dengan tandatangan dari Sony)
Pengacara Elza Syarief menyebutkan bahwa surat itu sebenarnya lebih banyak berisi sindiran sebab Sony tahu betul bagaimana permainan Naniek dalam proyek MBG itu.
Sebelum diangkat sebagai Kepala BGN, Naniek menjabat sebagai Wakil Kepala di lembaga itu. Baru sejak 8 Juni 2026, Naniek resmi dilantik sebagai kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang ditangkap Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi proyek MBG.
Selain Dadan, dua wakil Kepala BGN lainnya juga terseret. Mereka adalah Irjen (Punr) Sony Sonjaya dan Letken (Purn) Lodewyk Pusung.
Ketiga tersangka itu sepertinya mencurigai kalau Naniek yang bermain membocorkan data korupsi di BGN ke Kejaksaan Agung sehingga mereka ditangkap. Ujung-ujungnya, Naniek yang diangkat sebagai pimpinan di BGN tersebut.
Maka itu, ketiganya bertekad akan membalas membongkar semua permainan para pejabat dalam proyek MBG tersebut, termasuk peran Naniek di dalamnya.
"Jadi nanti kalau kasus ini diadailii, klien kami (Sony Sonjaya) akan membeberkan semuanya. Ia akan mempertanggung jawabkan apa yang telah dilakukannya sebagai Wakil Kepala BGN selama ini, tapi juga akan membeberkan peran Nanik dalam proyek itu. Pokoknya dari 26 nama yang telah disampaikan Sony ke penyidik kejaksaan Agung, nama Naniek termasuk salah satunya,” kata Elza Syarif.
Sebelumnya, Elza sempat menyebut total ada 26 nama yang diduga terlibat dalam kasus korupsi MBG. Selain Naniek, ada sejumlah pejabat lainnya, terutama dari badan Anggaran DPR RI, Komisi III dan Komisi IX DPR RI.
Yang tidak kalah mengejutkan, nama Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto juga termasuk di dalamnya. Ada pula nama Dudung Abdurrachman, Kepala Kantor Staf Presiden, serta nama Bima Arya, Wakil Menteri Dalam Negeri.
Agar nyaman membeberkan nama-nama tersebut, Sony sudah mengajukan permohonan mendapatkan status justice collaborator (JC) kepada tim penyidik Kejaksaan Agung.
JC adalah status yang diberikan kepada tersangka yang mau bekerjasama membongkar kasus korupsi yang sedang terjadi. JC adakan mendapat perlindungan dari penyidik, dan bakal mendapat hukuman lebih ringan.
![]() |
| Surat singkat Sony kepada Naniek S Deyang sebagai bentuk sindiran. Dia siap membalas di pengadilan |
"Ya pertama tentunya kita ikuti saja proses hukum yang berjalan dengan baik. Pada hari ini kan bolanya sudah ada di Kejaksaan. Nah apakah kemudian status Justice Collaborator yang dimohonkan Pak Sony akan diterima atau tidak, itu bergantung kepada Kejaksaan Agung, " ucap Qodari.
Qodari juga menegaskan tidak adanya perlindungan politik terhadap mereka yang diduga terlibat. Termasuk untuk Naniek S Deyang. Ia mengatakan bahwa penegakan hukum harus berjalan objektif bagi siapa saja yang terbukti melanggar.
Naniek S Deyang adalah mantan wartawan yang pada Pemilu Presiden 2014 dan 2019 terlibat aktif sebagai pendukung Prabowo. Tak mengejutkan, ketika Prabowo terpilih sebagai presiden pada Pemilu 2024, Naniek langsung mendapat sejumlah jabatan penting.
Ia, antara lain, pernah menduduki jabatan sebagai Komisaris PT Pertamina (sejak 2025 sampai sekarang), sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (2024–2025), dan sebagai wakil Kepala BGN (2025-Juni 2026).
Sejak 8 Juni lalu, setelah tiga petinggi BGN ditangkap, Naniek promosi sebagai Kepala BGN.
Naniek sendiri membantah tuduhan Sony terkait keterlibatannya dalam korupsi proyek MBG. Ia siap menantang Sony untuk buka-bukaan di pengadilan. ***

