![]() |
| Irjen (purn) Sony Sonjaya, mantan Wakil kepala Badan Gizi Nasional yang kini menjadi tersangka korupsi proyek Makan Bergizi Gratis |
Janji mantan wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Irjen (Purn) Sony Sonjaya untuk mengungkap nama-nama sejumlah pejabat yang terlibat korupsi proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya terbukti juga. Krisna Murti selaku pengacara Sony membenarkan kalau klainnya itu telah menyetorkan 26 nama pejabat negara itu kepada tim penyidik dari Kejaksaan Agung.
Ada sebanyak 26 nama yang sudah dilaporkan Sony. Semua nama itu telah tercatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
"Sudah kita sampaikan ke penyidik, sudah ada di BAP," ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/6).
Kendati demikian, Krisna tidak mengungkap lebih jauh ihwal siapa saja sosok yang diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi MBG itu. Ia hanya mengatakan mereka-mereka yang terlibat berasal dari beragam lembaga di tingkat eksekutif, yudikatif maupun legislatif.
Tidak hanya itu, Krisna menyebut jumlah yang disampaikan Sony kepada penyidik juga baru sebagian. Ia mengatakan tidak menutup kemungkinan daftar nama itu masih akan bertambah pada pemeriksaan lanjutan.
"Pokoknya dari eksekutif, legislatif dan yudikatif. (Paling banyak) legislatif. (Total jumlah nama) 26, kemungkinan bertambah, itu baru sebagian aja," tuturnya.
Yang mengejutkan, dari 26 nama yang dilaporkan Sony, terdapat nama Naniek S Deyang yang saat ini ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang memimpin proyek MBG.
Di samping itu muncul pula nama sejumlah anggota DPR RI, pejabat di sejumlah daerah dan nama Patris Rumbayan yang merupakan ibu dari Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy.
Sony berharap, tim penyidik Kejaksaan Agung mau memeriksa semua nama yang ia sebutkan itu. Sony juga akan bertekad membongkar peran mereka di persidangan nanti, sebab ia tidak mau terseret begitu saja dalam pusaran mkorupsi tersebut.
Untuk itu, Sony Sonjaya sudah resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dalam kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pengacara Sony, Krisna Murti mengatakan pengajuan JC itu dilakukan kliennya bukan untuk menghindari proses hukum yang sedang berjalan. Ia mengklaim lewat JC itu kliennya akan bersikap kooperatif dan mengungkap pihak lainnya yang terlibat dalam kasus itu.
"Bukan menghindar dari permasalahan hukum tapi kami ingin mengungkap dan kooperatif mengungkap siapa saja yang terlibat di dalam program unggulan presiden ini," ujarnya kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Senin (8/6).
Sebelumnya Kejagung telah menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola program MBG.
Dalam perkara ini, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan program MBG seharusnya dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima.
Akan tetapi, dalam pelaksanaannya banyak SPPG yang ditunjuk karena mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN. Kata Syarief, yayasan itu sejatinya juga tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.
Ketiganya, kata dia, juga melakukan mark up harga pada saat pengadaan sehingga terjadi kerugian yang tidak mendukung operasional pelaksanaan MBG.
Ia merincikan pengadaan yang tidak sesuai yakni 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi 75 inch.
Berikut ini 26 nama pejabat yang diadukan Sony Sanjaya terlibat dalam proyek MBG. Nama-nama ini sudah beredar luas di media sosial.
- Nanik S Deyang, yang baru saja dilantik presiden sebagai Kepala BGN
- Patris Rumbayan (Ibu Seskab Teddy)
- Ketua DPRD Jawa Timur
- Ketua DPRD Jawa Tengah
- Suardi Samiran
- Dudung Abdurachman (Kepala KSP)
- Putih Sari (Anggota Komisi IX DPR)
- dr Maharani (Anggota Komisi IX DPR)
- Yahya Zaini (Wakil Ketua Komisi IX DPR)
- Ketua dan Anggota Badan Anggaran DPR RI
- Wihadi (Wakil Ketua Banggar DPR)
- Cucun Ahmad Syamsurijal (Wakil Ketua DPR)
- Bima Arya (Wakil Menteri Dalam Negeri)
- Afriansyah Noor (Wakil Menteri Ketenagakerjaan)
- Ahmad Riza Patria (Wakil Menteri Desa)
- Felly Estelita Runtuwene (Ketua Komisi IX DPR)
- Dek Gam (Anggota DPR)
- Muslim Ayub (Anggota DPR)
- Fitroh Rohcahyanto (Wakil Ketua KPK)
- Apsari Dewi (Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta)
- Kombes Pol Sumarni (Kapolres Bekasi)
- Irma Chaniago (Anggota DPR)
- Uya Kuya (Anggota DPR)
- Lula Kamal (PIC Menko Pangan)
- Dua orang kolonel dari TNI
- GAMBI dan Kadin
