![]() |
| Penemuan dua jenazah pasangan suami istri warga Medan Denai di dalam mobil saat keduanya menikmati AC di dalam mobil itu. |
Sungguh miris nian nasib pasangan suami istri, Suhari dan Dame Lamria Pakpahan, warga Jalan Harapan Pasti, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Keduanya ditemukan meninggal dunia di dalam mobil mereka yang parkir di halaman rumah pada Jumat siang (5/6/2026) sekira pukul 14.30 Wib.
Tadinya pasangan suami istri itu diduga hanya ingin menikmati AC mobil karena cuaca rumah mereka panas akibat jaringan listrik PLN yang mati. Tidak disangka, keduanya mengalami keracunan CO2 akibat pembuangan asap mobil yang masuk ke dalam mobil.
Tanpa sadar, mereka menghirup gas berbahaya itu hingga akhirnya menyebabkan nyawa mereka melayang.
Diperkirakan kedua pasangan suami istri itu sudah berada di dalam mobil sejak Kamis malam, karena saat itu ada pemadaman listrik di wilayah Medan Denai. Cuaca panas di dalam rumah yang menyebabkan mereka memutuskan menikmati AC di dalam mobil sambil tidur-tiduran.
Sampai jJm;at keesokan harinya, kedua suami istri itu ternyata masih berada di dalam mobil.
Kondisi keduanya ketahuan setelah salah seorang sanak saudara mereka datang berkunjung ke rumah itu. Tamu itu sempat mengetuk pintu, tapi tidak ada yang menyahut dari dalam. Ia iseng melihat ke dalam mobil karena melihat mesin mobil dalam keadaan hidup.
Betapa terkejutnya ia, ternyata kedua tuan rumah yang dicari sudah tergeletak di dalam mobil dalam keadaan tak berdaya. Ia pun meminta bantuan warga untuk membuka mobil yang terkunci.
Warga yang datang langsung beramai-ramai membuka mobil sedan BM 1064 VR dengan cara memecahkan kacanya.
Dalam kondisi tak berdaya, pasangan suami istri itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Madani. Namun pertolongan tidak lagi bisa diberikan karena keduanya sudah meninggal dunia.
Kepling setempat Jhon Frangki Hasibuan mengatakan, kedua korban berhasil dikeluarkan dari dalam mobil pada Jum’at sekitar pukul 14.30 Wib. Diyakini kalau keduanya sengaja berada di dalam mobil akibat cuaca di dalam rumah yang panas karena listrik mati.
Sampai berita ini diturunkan belum ada data medis yang menegaskan secara pasti penyebab kematian pasangan suami istri itu. sama sekali tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Besar kemungkinan keduanya meninggal akibat menghirup gas beracun CO2 yang dihasilkan dari knalpot dan masuk ke ruang dalam mobil. CO2 adalah gas beracun yang bisa membunuh secara pelah orang yang menghirupnya.
Kasus kematian di dalam mobil akibat menghirup gas CO2 sudah sering terjadi di berbagai tempat. Oleh karena itu para ahli medis sangat melarang keras bagi siapapun menikmati AC di dalam mobil saat sedang berhenti di waktu yang lama.
Mobil dengan mesin hidup tapi berhenti dalam waktu lama sangat berpotensi menghasilkan asap racun CO2 yang bisa saja masuk ke dalam ruang mobil.
Berbeda saat mobil sedang berjalan. Kalaupun terjadi kebocoran knalpot, asap CO2 tetap akan dibuang keluar karena adanya dorongan angin sehingga tidak berpengaruh kepada orang yang ada di dalam.
Sejak Kamis (4/6/2026) jaringan listrik di Kota Medan mengalami gangguan akibat hujan lebat. Kondisi itu memaksa dilakukannya pemadaman secara bergilir di sejumlah lokasi.
Pada hari Kamis malam itu, kawasan Medan Denai yang mengalami pemadanan. Dalam kondisi itu, rumah yang terbiasa menggunakan AC, pasti merasakan cuaca yang panas.
Bisa jadi hal itu yang membuat pasangan suami istri, Suhari dan Dame Lamria Pakpahan, memutuskan masuk ke dalam mobil untuk menikmati AC. Sayang, keduanya mengalami nasib naas yang amat memilukan. **
