-->

KPK Usut Ulang Kasus Korupsi DJKA yang Melibatkan Akbar Himawan Buckhari

Sebarkan:

Akbar Himawan Buchari
Korupsi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan ternyata cukup panjang. Ada empat terdakwa yang sedang diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan untuk kasus ini. Di dalam persidangan itu, beberapa nama lainnya juga muncul sebagai pemain. Salah satunya mantan politisi Golkar Sumut yang sekarang menjabat Ketua  Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Akbar Himawan Buchari.

Tidak tanggung-tanggung, Akbar Himawan Buchari dituding menerima aliran dana sebesar Rp3,5 miliar dari para terdakwa demi memuluskan proyek yang mereka urus di Kementerian Perhubungan itu. Mencuatnya nama  Akbar Himawan Buchari karena ia sosok yang dekat dengan sejumlah pejabat di Kemenhub yang bisa memuluskan proyek itu.

Munculnya nama Himawan Buchari membuat KPK sadar diri bahwa kasus korupsi itu belum selesai di tahap penyidikan. Oleh karena itu  pelaksana tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyatakan  kalau KPK akan mengusut kembali kasus tersebut. Termasuk memeriksa ulang Menteri Perhubungan  

“Kami akan menindaklanjuti fakta persidangan dengan memanggil Akbar dan pihak lainnya. Ya kita akan pastikan akan melakukan panggilan kepada dua pihak. Panggilan untuk ke pemberinya maupun ke penerimanya," ujar Taufik kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).

Taufik menyebut penyidik sudah mengantongi informasi aliran duit tersebut karena sudah berkoordinasi dengan tim jaksa penuntut.

"Itu memang sudah diketahui oleh tim penyidik karena di sini kan ada JPU dan penyidik satu atap jadi hasil penyidikan itu kita juga sharing dengan jaksa penuntut umum kemudian hasil persidangan juga disharing dengan tim penyidik," tegasnya.

KPK menyebut peluang mengusut dugaan penerimaan uang ini juga terbuka setelah KPK menerbitkan surat perintah penyidikan baru dalam kasus DJKA wilayah Sumatera bagian Selatan.

"Tetapi apakah itu akan dilakukan di surat penyidikan yang Sumbagsel tentunya akan dipertimbangkan oleh tim penyidik,” ujar Taufik.

“Apakah fakta-fakta ini masih ada korelasinya dengan surat perintah penyidikan yang sedang berjalan karena tentunya kan ini tersebar ya ada di Sumut, ada di Sumbagsel, ada yang bagian timur juga tuh kalau enggak salah Makassar nanti akan ada pengembangan juga. Jadi apakah nanti akan diperiksa di surat penyidikan yang mana itu akan dipertimbangkan oleh tim penyidik," sambung dia.

Adapun aliran uang Rp3,5 miliar dari proyek Kemenhub kepada Akbar Himawan Buchari terungkap dalam sidang perkara dugaan korupsi proyek DJKA di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu, 29 April lalu. Aliran uang itu diungkapkan terdakwa Eddy Kurniawan Winarto dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Dalam persidangan itu, Eddy mengatakan, awal mula terjadinya pemberian uang kepada Akbar karena adanya permintaan untuk mempertemukan beberapa pihak dalam proyek kereta api. Eddy mengaku memberikan uang kepada Akbar yang berkaitan dengan kasus DJKA melalui anak buahnya yang bernama Roni.

Sosok Akbar Himawan Buckhari

Akbar Himawan Buchari adalah seorang pengusaha dan politikus asal Medan yang  namanya dikenal sebagai salah satu pemilik perusahaan otobus (PO) Kurnia. Ia pernah menduduki jabatan  anggota DPRD Sumatera Utara periode 2019-2024, sebelum terpilih sebagai Ketua HIPMI.

Akbar merupakan sahabat dekat dari Gubernur Sumut Bobby Nasution. Sebagai pengusaha, ia pernah dinobatkan sebagai salah satu tokoh muda berpengaruh dalam daftar 40 Under 40 Fortune Indonesia untuk kategori bisnis pada tahun 2022.

Saat ini, namanya mulai disorot oleh masyarakat karena namanya sering disebut dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) wilayah Medan.

Biodata Akbar Buchari

  • Nama lengkap: Akbar Himawan Buchari
  • Nama panggilan: Akbar Buchari / AHB
  • Tempat, tanggal lahir: Medan, Sumatra Utara, 25 November 1988
  • Pasangan: Ayu Sukmayani
  • Anak-anak: 3
  • Media sosial: @akbarbuchari (Instagram)
  • Pendidikan: Universitas Islam Sumatra Utara
  • Pekerjaan: Pengusaha, Politikus

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini