Krisis air yang terjadi di sekitar Kota Medan dan Deli Serdang menghadirkan kegelisahan bagi warga. Namun tidak demikian bagi keluarga Bobby Nasution. Lihat saja Paman Bobby, Benny Sinomba Siregar, ia begitu mudahnya mendatangkan mobil pemadam kebakaran (Damkar) ke rumah pribadinya untuk memasok air bagi kebutuhan rumah tangga mereka. Ironisnya, para tetangganya dibiarkan menderita kekurangan air.
Kehadiran Mobil Damkar ke rumah Benny yang berlokasi STM Gang Suka Cita, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, Rabu (10/6/2026), sempat mengundang perhatian tetangga dan warga di sekitar lokasi itu. Merasa sangat membutuhkan air, mereka beramai-ramai mendatangi rumah Bennny dengan jeriken untuk meminta air seadanya.
Namun petugas Damkar tidak mau memberi karena mereka lebih mengutamakan kebutuhan keluarga Benny yang tinggal di kawasan itu. Untuk menghalangi warga mendapatkan air, mobil Damkar itu sengaja masuk hingga garasi rumah agar pasokan bagi kebutuhan keluarga Benny dan keluarga tidak terganggu.
Sikap petugas Damkar itu tentu saja membuat warga kecewa. Mereka protes keras dan berteriak soal ketidakadilan yang terjadi di depan mata mereka.
“Pejabat apa itu, warga dibiarkan menderita, sementara ia seenaknya mendatangkan alat negara untuk memenuhi kebutuhannya. Dasar tak tahu malu..!” ujar seorang ibu yang merupakan tetangga Benny.
Tadinya ibu itu datang bersama anaknya membawa dua jeriken kosong dengan harapan bisa mendapatkan air dari Damkar itu. Tapi permintaan mereka sama sekali tidak dilayani. Semua air yang dibawa mobil Damkar itu sepertinya hanya dikhususnya untuk keluarga Benny Sinomba Siregar. Bukan untuk yang lain.
Perlakuan khusus itu yang membuat warga marah. Sejumlah ibu-ibu yang ada di kawasan itu spontan melakukan aksi protes melihat ketidakadilan itu.
“Mentang-mentang pejabat negara dan keluarga gubernur, seenaknya memanfaatkan alat negara untuk kepentingan pribadi. Sementara warga yang membutuhkan sama sekali tidak dipedulikan. Pejabat apa itu. Malulah wooi…! “ teriak seorang ibu yang ikut melakukan protes.
Menanggapi aksi warga itu, keluarga Benny Sinomba tak ada yang mau meladeni. Sementara Mobil Damkar terus bekerja di dalam rumah menyalurkan air untuk kebutuhan keluarga tersebut.
Tak berapa lama kemudian, mobil itu keluar dari garasi dan pergi meninggalkan lokasi disertai caci maki warga.
Benny Sinomba saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustaan Kota Medan. Ia termasuk pejabat yang disegani di Pemko Medan karena masih memiliki hubungan darah yang sangat erat dengan Gubernur Bobby Nasution. Benny adalah adik dari Ade Hanifah Siregar, ibu kandung Bobby.
Sebagai keluarga gubernur dan pejabat yang disegani di Pemko Medan, tak heran jika ia bisa seenaknya memanfaatkan peralatan negara untuk kepentingan pribadinya.
Mobil Damkar yang seharusnya siap siaga melayani warga, bisa dimanfaatkannya untuk memasok air bagi kebutuhan keluarganya. Sementara nasib warga tetangga yang mengalami krisis air, sama sekali tidak menjadi perhatiannya.
Ketersediaan air bersih di Kota Medan dan Deli Serdang memang menjadi masalah serius sejak Selasa 9 Juni lalu karena adanya kerusakan mesin jaringan penyaluran air yang dialami PDAM Tirtanadi. Manajemen Tirtanadi menuding kerusakan itu akibat aliran listrik yang terganggu belakangan ini, sehingga mesin rusak dan membuat penyaluran air ke rumah warga menjadi tersendat.
Gubernur Bobby Nasution telah menegur PLN yang dianggap biang kerok masalah kelistrikan di Sumut. Tapi anehnya, ia sama sekali tidak pernah menegur jajaran direksi PDAM Tirtanadi yang tidak mampu memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Jangan heran, sebab jajaran direksi dan pengawas perusahaan daerah itu sebagian besar adalah tim suksesnya pada Pilkada yang lalu.
Tidak jelas sampai kapan krisis air bersih akan melanda warga Kota Medan dan Deli Serdang. Sebenarnya warga berharap mobil Damkar bisa dimanfaatkan untuk memasok air bagi kebutuhan rumah tangga di sejumlah wilayah secara bergiliran dan adil.
Sayangnya, keberadaan mobil Damkar itu ternyata hanya dioperasikan untuk kebutuhan keluarga Bobby saja. Kebutuhan para tetangga bukan urusan mereka.
Hal ini yang memicu kemarahan warga. Lebih parahnya lagi, keluarga Benny sama sekali tidak punya malu menghadapi kemarahan tetangganya itu.
Sampai saat ini belum ada keterangan dari Benny terkait protes para tetangganya. Tapi kasus itu menjadi aib bagi kelurga Bobby yang merasa hidup mereka paling istimewa dan harus dilayani terlebih dahulu. sungguh sangat memilukan..!***
