Begitu usai memperkuat timnas senior pada pertandingan di Jakarta Selasa 9 Juni kemarin, pagi ini Rabu (10/6/2026) anak muda ini langsung terbang ke Medan untuk bergabung memperkuat tim nasional Indonesia yang akan berlaga di Semifinal AFF U-19.
Dengan permainannya yang matang, sudah pasti Mathew akan menjadi andalan pelatih Nova Arianto pada pertandingan melawan tim U-19 Australia yang berlangsung di Stadin Utama Deli Serdang pada Kamis (11/6/2026). Apalagi Mathew Baker sudah cukup paham permainan lawan mengingat ia merupakan pemain professional yang saat ini terilkat kontrak bersama klub Melbourne FC, di negara Kanguru itu.
Ya, Mathew memang lahir dan besar di Australia. Bahkan sampai sekarang ia masih tinggal di negara itu.
Meski demikian, Mathew lebih memilih memperkuat tim nasional Indonesia karena faktor darah dari ibunya. Anak muda ini sudah bermain untuk Timnas Indonesia U-16, U-17 dan U-19 dalam berbagai event di Asia Tenggara.
Australia sebenarnya berharap Mathew bisa memperkuat tim nasional negara itu, tapi ia menolak. Ibunya menyarankan agar lebih mengutamakan tim Indonesia. Dan siapa sangka, ternyata ibunya adalah orang batak, Yunita Sitorus.
Sejak menikah dengan David Baker di Jakarta pada 2008, Yunita Sitorus kemudian memutuskan tinggal di negara asal suaminya, Melbouene, Australia. Di sana pula putra pertama mereka, Mathew Baker lahir pada 13 Mei 2009.
Karena mendapatkan darah batak dari keturunan ibu, Mathew tidak bisa menggunakan Sitorus sebagai marganya karena adat batak menganut sistem patriarki yang mengacu pada garis keturunan ayah. Walau begitu, ibunya tetap melekatkan marga itu pada bagian tengah nama Mathew sebagai pengingat garis keturunan. Sehingga jadilah nama lengkap putranya itu Mathew Ryan Sitorus Baker.
Dengan demikian nama keluarganya tetap menggunakan Baker, tapi Sitorus masuk menjadi bagian dari namanya. Dengan nama itu jelas sekali kalau identitas batak tetap melekat pada diri Mathew.
Bakat sejak kecil
Sejak kecil, Mathew sudah menunjukkan ketertarikan luar biasa kepada sepakbola. Melihat bakatnya itu, pada usia 7 tahun, orangtuanya mulai menyekolahkan anaknya itu ke akademi sepakbola Australia Malvern City. Bersama akademi itu, Mathew kerap mengikuti pertandingan antar akademi di Australia.
Kurang lebih dua tahun menimba ilmu di Malvern City, Mathew pindah ke Box Hill United pada 2018, sebuah akademi sepakbola yang lebih besar. Di klub ini bakatnya semakin menonjol sehingga mulai banyak klub junior yang memberi perhatian kepadanya.
Tiga tahun kemudian, saat berusia 15 tahun, Mathew dilirik klub yang cukup besar di Australia, yakni Melbourne City. Di sini kemampuannya semakin diasah. Ia bahkan mendapat kontrak semi professional di usia belia, sehingga dengan kontrak itu ia bisa mendapat pelatihan khusus.
Sampai saat ini Mathew masih terikat kontrak bersama klub ini. Ia selalu menjadi andalan Melbourne City U-18 dalam berbagai event di negara tersebut.
Untuk diketahui, Melbourne City merupakan klub terkenal di Australia yang berafiliasi dengan Manchester City, Inggris. Peluang pemain junior Melbourne City untuk berlatih di Manchester City sangat terbuka karena kerjasama itu. Namun Mathew memang belum sampai pada tahap tersebut.
Yang justru lebih tajam melihat bakat anak remaja ini adalah Indonesia. PSSI yang mendengar prestasi Mathew di Australia langsung melakukan pendekatan kepada orangtuanya, sehingga akhirnya jadilah Mathew memperkuat tim nasional Indonesia.
Penampilan pertamanya bersama tim nasional Indonesia berlangsung pada Piala AFF U-16 yang digelar di Stadion Manahan, Solo pada Juni 2024. Saat itu pelatih Nova Arianto yang menangani U-16 cukup terpikat kepadanya karena Matthew Baker mampu tampi sebagai tembok kokoh di lini pertahanan.
Tim nasional Indonesia memang gagal juara pada event itu, namun penampilan Mathew tetap menghadirkan kesan memuaskan bagi tim garuda muda. Pada event itu Australia keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Thailand di babak final. Sedangkan Indonesia di posisi ketiga setelah membekuk Vietnam 5- 0.
Sejak itu, jika ada pertandingan tim nasional junior, Mathew Ryan Sitorus Baker selalu menjadi langganan dipanggil memperkuat PSSI. Mathew mengaku sangat bangga dengan keputusannya memilih Indonesia, dan Ia bertekad akan terus bermain untuk tim nasional hingga usia senior nanti.
Penampilan Mathew Baker yang kokoh mengawal tim belakang membuat pelatih tim nasional saat ini, John Herdman kepincut untuk mengajaknya bergabung dalam tim senior. Tawaran itu tentu disambut Mathew, meski ia sebenarnya sudah didaftarkan bergabung dalam tim nasional pada turnamen AFF U-19 2026 yang sedang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara sejak 4 hingga 14 Juni ini.
Namun karena tenaganya dibutuhkan tim senior untuk pertandingan melawan Oman pada 5 Juni, dan melawan Mozambik pada 9 Juni di Istora Senayan, Mathew terpaksa menunda penampilannya di Deli Serdang.
Keputusan itu tidak sia-sia, karena Timnas Senior berhasil membekuk kedua lawannya itu. Saat melawan Oman, Indonesia menang 3-0 dan ketika melawan Mozambik menang 1-0.
Beruntungnya, di
saat yang sama Timnas Indonesia U-19 yang bermain di Deli Serdang sukses
melangkah ke semifinal. Dengan demikian perjalanan Timnas U-19 masih terus
berlanjut.
Pada usia 15 tahun, Mathew Ryan Sitorus Baker sudah dikontrak tim Melbourne FC, salah satu tim profesional di Australia
Adapun Mathew, setelah misi memperkuat tim senior selesai, langsung terbang ke Medan untuk memperkuat timnas U-19. Akhirnya pada Rabu siang 10 Juni ia sudah bisa bergabung dalam pembinaan pelatih Nova Arianto.
Mathew akan diplot tampil memperkuat pertahanan timnas saat melawan Australia pada Jumat ini.
Nova sudah mengenal baik permainan Mathew karena saat Mathew bermain untuk Timnas U-16, ia juga merupakan pelatihnya. Nova tentu sangat senang dengan tambahan tenaga baru ini sebab ia tahu betul Mathew bisa diplot bermain mengisi posisi fullback kiri maupun center back.
Di dua posisi itu, Matthew bisa bermain sama baiknya. Kemampuan tackle dan intercept-nya cukup bisa diandalkan dalam mematahkan serangan lawan. Ia juga memiliki umpan dan penguasaan bola yang baik untuk melakukan build-up dari belakang.
Memiliki postur 172 cm, sejatinya Matthew bermain dalam posisi asli sebagai bek tengah. Akan tetapi, dia juga dapat bermain sebagai fullback kiri, gelandang bertahan, hingga gelandang serang. Kehadirannya dalam tubuh squad Garuda muda tentu akan membuat tim menjadi lebih kokoh secara pertahanan.
Namun lawan yang dihadapi semifinal nanti adalah Australia yang merupakan tim favorit di kejuaraan ini. Tentunya ini merupakan tantangan sendiri bagi Mathew untuk membuktikan kemampuannya mengawal pertahanan Timnas.
Pertandingan nanti sekaligus merupakan penampilan pertama Mathew di kampung halaman ibunya, Sumatera Utara. Orangtuanya David Baker dan Yunita Sitorus kabarnya juga akan datang ke Medan untuk menyaksikan pertandingan itu.
Semoga Mathew bisa membuat orang batak, khususnya keluarga besar Sitorus, semakin bangga. Horas laekku...! ***
