Ternyata tidak hanya segepok uang yang berhasil disita KPK
saat penggerebekan kantor dan rumah Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim pada
Kamis (2/7/2026) lalu. KPK juga menyita logam mulia jenis platina atau platinum
seberat 55 kilogram yang disimpan di dalam mobil milik Bupati Langkat itu.
keping platinum (ilustrasi)
Nilai total dari platinum itu diperkirakan mencapai Rp40 miliar.
“Benda berharga itu telah kami sita. Totalnya sebanyak 55 keping dengan total berat kurang lebih 55 kilogram. Kita mendapatkannya di mobil Bupati Langkat," kata Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers, Jumat (3/7).
Platinum atau platina merupakan logam mulia berwarna putih keperakan yang lebih langka dibandingkan emas. Selain bernilai tinggi, logam ini dikenal tahan terhadap korosi dan banyak dimanfaatkan tidak hanya sebagai perhiasan premium, tetapi juga dalam berbagai sektor industri.
Platinum digunakan dalam industri otomotif, peralatan laboratorium, komponen elektronik, hingga dunia medis. Senyawa platinum juga menjadi bahan dalam sejumlah obat kemoterapi untuk penanganan beberapa jenis kanker.
Temuan 55 kilogram platinum di dalam mobil Bupati Langkat menjadi perhatian publik karena nilainya sangat fantastis.
Taufik menjelaskan dari hasil penelusuran awal, pihaknya memperkirakan satu keping logam tersebut bernilai sekitar Rp900 juta. Sehingga nilai keseluruhan diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
"Dugaan awal itu ada nilainya karena kalau kita browsing di website yang umum bahwa itu bernilai per kepingnya itu Rp900 jutaan. Sudah dicek di website sehingga kalau dikalikan 55 keping itu sekitar Rp40-an miliar," tutur dia.
Disampaikan Taufik, nantinya penyidik akan meminta klarifikasi kepada Syah terkait asal-usul logam mulia tersebut. Selain itu, KPK juga akan melibatkan ahli untuk memastikan keasliannya.
"Terkait dengan keasliannya juga kita akan minta kepada ahli mungkin dari Antam, Pegadaian yang memang mempunyai kualifikasi untuk mengetahui barang itu asli atau tidak," ujarnya.
Platinum bisa dikategorikan sebagai logam langka dengan nilai jual yang tinggi. Tak heran jika berinvestasi pada logam mulia menjadi semakin populer.
Ekstraksi logam ini 10 kali lebih sedikit dari emas dan berkisar antara 200 hingga 250 ton per tahun. Itu juga tidak ditemukan di mana-mana - deposit platinum terbesar terletak di Afrika Utara (70-80%), Rusia (10-20%) dan Amerika.
Permintaan platinum sangat tinggi karena digunakan di berbagai bidang, seperti industri otomotif, perhiasan, kimia, elektronik, dan medis. Oleh karena itu, sebagian besar platina yang tersedia telah ditambang.
Pangsa industri otomotif dalam simpanan platinum dunia menyumbang sekitar 40% dari total permintaan pasar untuk bahan mentah ini. Logam mulia berharga ini digunakan dalam catalytic converter, yang merupakan bagian dari sistem pembuangan pembakaran mobil. Berkat mereka, dampak negatif kendaraan terhadap lingkungan dapat dikurangi.
Platinum yang terkandung dalam catalytic converter menetralkan asap beracun yang terbentuk selama pengoperasian mesin, sehingga asap yang keluar dari pipa knalpot yang terletak di dalam mobil tidak lagi berbahaya.
Saat ini, platinum adalah instrumen investasi unggulan yang memberikan simpanan aman untuk tabungan kita. Kelangkaan logam mulia, antara lain emas, perak, platinum atau paladium, membuat pembeliannya sangat menguntungkan.
Selain itu, bahan mentah ini memiliki ciri kekuatan dan ketahanan yang luar biasa terhadap kondisi eksternal negatif, yang merupakan penyebab umum korosi logam.
Batangan platina mampu bertahan utuh selama beberapa dekade, yang berarti tidak kehilangan nilainya karena kondisinya. Oleh karena itu, simpanan yang ditempatkan dalam platinum akan bertahan sangat lama.
Di pasar komuditas, platinum juga jadi incaran investor. Pengusaha China dan Amerika banyak mengincari logam mulia ini. Hal ini menegaskan kalau platinum punya peran strategis dalam industri otomotif, dan investasi jangka panjang. Tak heran jika banyak orang kaya mulai menyimpan platinium, selain tentu saja menyimpan emas. ***