![]() |
| Bupati Langkat, Syah Afandin, ditangkap dalam OTT KPK di Sumut, Kamis (2/7/2026) |
Sama seperti abangnya mantan gubernur Sumut almarhum Syamsul Arifin, Bupati Langkat Syah Afandin juga sosok yang murah senyum dan suka humor. Namun sikap humoris Syah Afandin tidak menjadikannya bersih dari kasus korupsi.
KPK akhirnya menangkap orang nomor satu di Langkat ini bersama seorang ASN dan lima pengusaha dalam operasi tangkap tangan pada Kamis siang (2/7/20267) di Binjai. Penangkapan Syah Afandin mirip seperti kasus abangnya Syamsul Arifin yang juga pernah ditangkap KPK.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan Syah Afandin saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026). “Benar,” kata Fitroh.
Dalam penangkapan Syah Afandin, tim penyidik KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga merupakan bagian dari fee proyek yang diberikan oleh pihak swasta kepada bupati.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung Merah Putih, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Juli menjelaskan, selain mengamankan uang sebagai barang bukti, KPK juga membawa enam orang dari operasi senyap tersebut.
“Mereka ditangkap di tiga lokasi berbeda, ada di Binjai, di Medan dan di Langkat," ujar Budi.
Meski demikian, Budi belum menjelaskan secara rinci kasus korupsi yang menjerat Syah Afandin. Ia juga belum mengungkapkan jumlah pihak yang ditangkap dalam operasi senyap tersebut.
Sebelumnya, informasi yang beredar menyebutkan OTT KPK di Sumatera Utara diduga berkaitan dengan fee proyek.
Syah Afandin merupakan Bupati Langkat periode 2025-2030. Ia juga merupakan politikus Partai Amanat Nasional atau PAN, tokoh masyarakat Melayu, serta aktif dalam organisasi olahraga di Kabupaten Langkat.
Syah Afandin dikenal luas dengan sapaan Ondim. Ia lahir di Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, pada 23 Juni 1966. Syah Afandin tumbuh dan besar di Kabupaten Langkat. Pendidikan dasar hingga menengahnya juga ditempuh di daerah tersebut.
Ia bersekolah di SD Negeri 050746 Pangkalan Brandan dan lulus pada 1979. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Swasta Babalan dan lulus pada 1982. Pendidikan menengah atas ditempuh Syah Afandin di SMA Negeri 1 Babalan.
Ia lulus pada 1985. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah, Syah Afandin melanjutkan kuliah di Universitas Medan Area. Ia meraih gelar Sarjana Hukum pada 1994.
Selain dikenal sebagai pejabat daerah, Syah Afandin juga disebut sebagai tokoh masyarakat Melayu. Ia merupakan adik dari Syamsul Arifin, mantan Gubernur Sumatera Utara.
Karier Politik
Syah Afandin Syah Afandin memulai karier politiknya bersama Partai Amanat Nasional. Ia kemudian pernah duduk sebagai anggota DPRD Sumatera Utara. Jabatan sebagai anggota legislatif itu diembannya pada periode 2014 hingga 2018.
Setelah itu, Syah Afandin maju dalam Pilkada Langkat 2018 sebagai calon wakil bupati. Saat itu, ia berpasangan dengan Terbit Rencana Peranginangin. Namun dalam perjalanannya, pada 2022 Terbit Rencana Peranginangin terjerat kasus korupsi APBD, sehingga otomatis Syah Afandin mendapat kepercayaan sebagai Plt Bupati Langkat.
Pada Pilkada 2024, Syah Afandin kembali maju. Kali ini, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Langkat. Syah Afandin berpasangan dengan Tiorita Surbakti, istri Terbit Rencana Peranginangin.
Mereka didukung sejumlah partai politik, yakni NasDem, PKS, PAN, Golkar, Gerindra, PDI-P, Demokrat, Perindo, PBB, PSI, dan Gelora. Pasangan Syah Afandin-Tiorita Surbakti mengalahkan pasangan calon nomor urut 2, Iskandar Sugito-Adli Tama Hidayat Sembiring.
Selain berkarier di pemerintahan dan politik, Syah Afandin juga aktif di sejumlah organisasi. Ia disebut menjabat sebagai Ketua DPW PAN Sumut. Di bidang olahraga, Syah Afandin menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Langkat periode 2024-2028.
Posisi tersebut memperlihatkan kiprah Syah Afandin tidak hanya berada di struktur pemerintahan daerah, tetapi juga dalam organisasi partai politik dan pembinaan olahraga. Ia juga disebut aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Aktivitas tersebut membuat namanya dikenal di Kabupaten Langkat dan Sumatera Utara. Harta Kekayaan Syah Afandin Capai Rp 10,6 Miliar Berdasarkan laporan harta kekayaan terakhir pada 31 Maret 2026, Syah Afandin tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 10.670.002.596. Jumlah itu naik dibandingkan laporan harta kekayaan per 31 Desember 2024 yang disampaikan ke KPK. ***
