![]() |
| Almarhum Winda Lorenza Gowasa bersama Bripda Iman Syahputra Harefa saat masih bersama |
Pihak keluarga meyakini kalau Loren dianiaya sebelum ditemukan meninggal dunia. Mereka malah mencurigai kalau Loren dibunuh oleh mantan suaminya. Hal itu terbukti dari bekas luka yang ada di tubuh korban.
Kasus ini telah diadukan pihak keluarga ke Polda Sumut. Kini masalah kematian Lorenza malah berkembang menjadi isu nasional setelah Komisi III DPR RI juga menerima pengaduan pihak keluarganya.
Komisi III DPR RI telah memanggil Polda Sumatera Utara dan pihak keluarga guna membahas masalah ini. Pemanggilan itu dilakukan karena Polisi terkesan berupaya menggiring kalau kematian itu karena bunuh diri. Sementara keluarga Loren curiga kalau anaknya dibunuh oleh mantan suaminya.
Pada Selasa 11 Agustus Komisi III DPR RI akan mengadakan dengar pendapat membahas masalah ini bersama keluarga dan tim Polda Sumut.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan pihaknya telah mencermati kasus itu sebab ada keraguan dan kejanggalan yang dirasakan oleh keluarga korban. Ia meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus itu secara transparan.
"Maka itu Komisi III mendesak Polda Sumatera Utara, termasuk Polresta Medan beserta seluruh jajaran yang menangani perkara ini untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan," kata Habiburokhman melalui video di akun instagramnya, Senin (10/8).
Ia mengingatkan agar tidak ada sedikit pun fakta yang ditutup-tutupi. Habiburokhman meminta polisi tidak membuat kesimpulan yang sembarangan apalagi tergesa-gesa.
Habiburokhman mengatakan proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara objektif, profesional, serta berbasis pendekatan ilmiah.
"Kami Komisi III DPR RI akan mengawal kasus ini. Kami juga akan memanggil pihak Polda Sumatera Utara, pihak Polresta Medan, serta keluarga korban pada hari Selasa (11/8) yang akan datang untuk melakukan rapat dengar pendapat umum," ujarnya.
Kasus kematian Winda Lorenza mencuat setelah ia diduga menembak kepalanya menggunakan senjata api milik mantan suaminya Bripda Iman Syahputra Harefa saat keduanya bertengkar di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan pada Minggu (2/8) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengungkap, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan berada di dalam kamar mandi dengan kondisi pintu terkunci dari dalam.
"Dua saksi, yakni Bripda Iman dan M anak mereka, saat kejadian itu sedang berada di luar kamar mandi. Posisi korban dikunci dari dalam. Dan posisi terakhir mayat korban mohon maaf itu menutupi, menyender ke dalam ke pintu. Dugaan awal kami menyimpulkan itu adalah bunuh diri," ucap Calvijn.
Terkait posisi senjata api, Calvijn menjelaskan bahwa saat petugas tiba di lokasi, senjata tersebut sudah berada di luar kamar mandi.
Berdasarkan keterangan Bripda Iman, senjata itu sebelumnya tersimpan di kamar, tapi kemudian diambil oleh korban untuk digunakan menembak dirinya sendiri. Setelah kejadian, senjata itu diambil kembali oleh Iman.
"Kemarin sudah saya jelaskan senjata api itu berdasarkan pada saat di TKP itu sudah berada di luar kamar mandi. Dan pada saat itu berada terakhir diambil oleh saksi IH persis berada di tangannya korban," ucapnya.
Winda Lorenza menikah dengan Bripda Iman Syahputra Harefa pada 2006. Pasangan ini telah memiliki dua anak. Bripda Iman saat ini bertugas sebagai penyidik di Polsek Sunggal, Medan.
Namun pernikahan pasangan ini tidak berjalan mulus karena keduanya kerap bertengkar sehingga akhirnya mereka memutuskan bercerai pada awal 2026. Perceraian itu disebut karena kemauan sang suami. Semua urusan administrasi perceraian dikabarkan telah diselesaikan sejak Juli 2026.
Loren kemudian memutuskan pindah ke Jakarta untuk menjalani hidup baru. Ia bekerja serabutan di sana guna membiayai hidup serta menafkahi orang tuanya. Apalagi ibunya Yestin Laia sedang sakit.
Namun di penghujung Juli 2026, Loren dijemput mantan ibu mertuanya (ibu Bripda Iman Syahputra) ke Jakarta meminta agar mau rujuk dengan anaknya. Permintaan itu sempat ditolak Loren, tapi karena terus dibujuk, akhirnya ia mau kembali ke Medan.
Loren sempat mendatangi rumah Iman Syahputra pada 2 Agustus lalu. Di situ keduanya kembali bertengkar hingga akhirnya Loren menjemput azal.
Kematian ini yang memicu kontroversi, apakah Loren memang bunuh diri atau dibunuh oleh suaminya. ***
