Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dilaporkan telah
memberitahu Kongres AS bahwa mereka berencana untuk menutup lima misi
diplomatik asing, termasuk Konsulat Jenderal AS yang ada di Medan. Ini
merupakan pengurangan kehadiran diplomatik global Amerika yang sebelumnya jarang
terjadi.
Presiden Donald Trump
Dilansir kantor berita Reuters, Rabu (5/8/2026y), sumber di Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa pemberitahuan soal penutupan sejumlah kantor perwakilan Amerika itu telah dikirim ke beberapa komite kongres AS akhir pekan lalu.
Selain kantor Konsulat di Medan, Amerika juga akan menutup kantor konsulat mereka yang ada di St. George's, Grenada; Nagoya, Jepang; Douala, Kamerun; dan Winnipeg, Kanada.
Dalam pemberitahuan itu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka berencana menutup pos-pos diplomatiknya itu demi efisiensi.
Rencana penutupan ini, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, merupakan contoh langka dari AS yang menutup beberapa misi diplomatik asing dalam pengurangan yang tidak terkait dengan peristiwa geopolitik tertentu. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk melakukan efisiensi dan mengurangi ukuran birokrasi pemerintah AS.
Awal tahun lalu, selama bulan-bulan pertama pemerintahan Trump, Departemen Luar Negeri AS mulai mempersiapkan penutupan hampir selusin misi diplomatik asing, seperti yang dilaporkan Reuters dan media lain pada saat itu. Ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas oleh presiden Republikan tersebut untuk mengubah birokrasi AS, agar sepenuhnya selaras dengan agenda "America First"-nya.
Dimintai komentar pada hari Minggu lalu, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan yang tidak mengkonfirmasi penutupan tersebut. Namun, disebutkan bahwa mereka fokus untuk memastikan bahwa kehadiran diplomatik negara itu efisien dan efektif. Departemen tersebut menambahkan bahwa mereka berkomitmen untuk mengikuti prosedur pemberitahuan kongres.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut langkah-langkah pengurangan biaya merupakan hal yang diperlukan untuk menyesuaikan ukuran organisasi, yang oleh banyak konservatif dianggap terlalu besar dan terlalu birokratis.
Misi diplomatik AS di St. George's, Grenada, adalah sebuah kedutaan besar. Adapun misi AS d Medan, Winnipeg, dan Nagoya posisinya setingkat dengan kantor konsulat. Konsulat biasanya mewakili kepentingan AS di wilayah di luar ibu kota negara asing.
Sebelumnya, selama pemerintahan mantan Presiden Joe Biden, pemerintah AS membuka beberapa misi diplomatik asing, semuanya di wilayah Pasifik, di mana AS bersaing dengan China untuk mendapatkan pengaruh.
Meskipun China tidak memiliki misi diplomatik asing yang berfungsi di Douala atau Winnipeg, mereka memiliki kehadiran diplomatik di St. George's, Nagoya, dan Medan.
Selama ini Pemerintah Amerika Serikat memiliki empat kantor diplomatic di Indonesia, yakni kantor Kedutaan yang ada di Jakarta serta tiga kantor konsulat yang ada di Surabaya, Bali dan Medan. Dari empat kantor itu, hanya kantor Konsulat Medan yang akan ditutup, sedangkan kantor konsulat Bali dan Surabaya tetap aktif. ***