-->

Rapat Perdana Menteri Bayangan Bahas Pelayanan Publik dan Janji Prabowo

Sebarkan:

 

Rapat perdana kabinet bayangan dan menyampaikan hasil rapat ke publik melalui media
Tidak lama setelah deklarasi, Kabinet Bayangan bentukan kelompok pro demokrasi langsung menggelar rapat perdana di Cikini, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 2026 yang dihadiri 15 Menteri terpilih berasal dari akademisi dan aktivis. Sekretaris Kabinet, Feri Amsari menyebut Kabinet Bayangan dibentuk karena fungsi check and balance terhadap pemerintah tidak berjalan optimal.

Meski menggunakan istilah kabinet, inisiatif tersebut bukan lembaga negara, melainkan gerakan masyarakat sipil yang mengadopsi konsep shadow cabinet dari sistem parlementer.

Kabinet Bayangan akan mengkritisi kebijakan pemerintah di berbagai sektor, membuka dialog publik, mengunjungi kampus, menggalang dana untuk membantu layanan dasar, serta menyusun rapor kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dalam tiga bulan. Mereka juga akan memantau pelayanan publik serta pelaksanaan janji-janji kampanye yang pernah disampaikan Prabowo dan wakilnya Gibran.

Kabinet ini akan focus menyoroti sejumlah isu, mulai dari privatisasi layanan kesehatan hingga kebijakan digital yang dinilai kurang berpihak pada hak publik.

Feri Amsari, pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas yang menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi sekaligus terpilih sebagai Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Bayangan, menjelaskan latar belakang dibentuknya Kabinet Bayangan ini.

"Pembentukan Kabinet Bayangan ini adalah respons kami atas kondisi checks and balances yang hilang terhadap eksekutif. Nyaris seluruh kekuatan politik hari ini berada di barisan pendukung pemerintah. Tidak ada oposisi formal yang cukup kuat untuk mengimbangi kebijakan Kabinet Merah Putih," kata Feri.

Gerakan ini berharap pengawasan tersebut dapat mendorong pemerintah memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Kabinet Bayangan bukan untuk berebut kekuasaan, tapi platform pengawasan," ujarnya.

Feri juga menyinggung janji Presiden Prabowo Subianto soal zaken kabinet berbasis profesionalisme yang dinilai gagal terwujud.

"Presiden pernah menjanjikan zaken kabinet, namun gagal mewujudkannya. Kami membuktikan rakyat bisa membentuk zaken kabinetnya sendiri," katanya.

Seleksi dilakukan sejak 12 Mei 2026 dengan 223 pendaftar, disaring panel independen berdasarkan integritas, kompetensi, usia di bawah 50 tahun, sikap kritis, keberpihakan pada rakyat, serta bebas afiliasi partai. Hasilnya, terpilih 15 anggota dengan 40 persen perempuan.

Kabinet Bayangan akan mengkaji kebijakan pemerintah, menyusun alternatif, hingga menggelar public hearing di berbagai daerah. Semua kegiatan dibiayai secara mandiri dan direncanakan lewat crowdfunding.

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini