-->

Tanpa Malu, Panitia Mengklaim PRSU 2026 Dikunjungi lebih dari 161 Ribu Pengunjung..!

Sebarkan:
Penutupan PRSU 2026, muncul data karang-karangan dari panitia agar tidak malu dikatakan gagal

Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, panitia pasti akan mengaku kalau kegiatan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 di Medan yang berlangsung dari 2 Juli hingga 3 Agustus berjalan dengan sukses. Padahal semua orang tahu, PRSU itu sepi dari pengunjung. Pedagang kuliner yang terlanjut menyewa lapak di arena itu mengaku rugi besar.

Anehnya, panitia tetap saja menganggap PRSU 2026 berlangsung memuaskan. Mereka mengklaim kalau PRSU 2026 lebih sukses dari PRSU sebelumnya. Kok tidak malu ya…!

Dalam laporan akhirnya saat penutupan 3 Agustus 2026,  Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Ferry Indra mengklaim bahwa total kunjungan PRSU 2026 mencapai 161.309 orang. Ia juga  mengklaim bahwa selama penyelenggaraan PRSU terjadi perputaran uang sebesar Rp50 miliar sebagai indikator keberhasilan ekonomi. Luar biasa bohongnya…!

Ferry Indra memang mengaku target PRSU 2026 tidak tercapai. Namun klaimnya bahwa pengunjung mencapai 161.309 sangat di luar dugaan. Jika merujuk data itu, artinya pengunjung setiap hari harusnya minimal 5.200 orang.

“Padahal jauh panggang dari api. Bahkan pernah ada pengunjung tidak sampai 100 orang. Kami pedagang kuliner  rugi besar. Kok saat penutupan bisa diklaim total pengunjung lebih dari 160 ribu orang. Data dari mana itu?” kata Amsal, salah seorang pedagang kuliner di arena PRSU.

Amsal  sendiri mengaku sangat kecewa karena mengalami kerugian besar selama PRSU itu. Usaha kuliner yang dikelolanya tidak balik modal, bahkan merugi. Padahal ia sudah terlanjur menyewa lapak sekitar Rp10 juta selama 31 hari.

Nyatanya, sejak pekan pertama PRSU berlangsung, tanda-tanda kegagalan sudah pasti nyata. Bahkan di akhir pekan sekalipun, pengunjung tetap sepi. Hanya ramai saat ada artis terkenal yang tampil, yakni saat konser Maliq N’d Essensial pada 11 Juli 2026. Selebihnya, penonton sepi.

“Kok bisa mengklaim ada 161.309 pengunjung yang hadir? Kok bisa mengklaim ada lebih Rp50 miliar transaksi yang berlangsung. Data dari mana itu,” ujar Amsal.  

Ia yakin data itu adalah karang-karangan pihak panitia agar pemerintahan Bobby Nasution tidak dikatakan gagal menyelenggarakan PRSU.

Kalau saja data lebih 161 ribu pengunjung itu benar adanya, maka seharusnya PRSU bisa dikatakan cukup sukses. Soalnya pada kegiatan PRSU terakhir yang berlangsung di era Gubernur Edy Rahmayadi pada tahun 2023,  jumlah pengunjung yang hadir berkisar 120 ribu pengunjung.

“Rasanya dengan jumlah seperti itu, kegiatan PRSU sudah cukup ramai. Transaksi juga dilaporkan berkisar Rp 50 miliar,” kata Amsal. Saat itu Amsal juga membuka usaha kuliner dan ia bisa meraup untung karena pengujung yang datang cukup banyak.

Makanya sangat aneh kok tiba-tiba PRSU 2026 ini mengklaim pengunjung yang hadir mencapai lebih 161 ribu orang.

“Kami tidak percaya. Bahkan dikatakan 70 ribu saja kami pun tidak percaya. Sejak hari pertama sepi…!” kata Amsal.

PRSU sejak awal diposisikan sebagai ajang promosi produk unggulan daerah dan pemberdayaan UMKM. Pada kegiatan PRSU sebelumnya, kegiatan ini berlangsung cukup sukses. Dan selalu sukses.

Hanya di masa Pemerintahan Bobby Nasution, PRSU sejak awal sudah menunjukkan tanda-tanda kegagalan. Pengunjung sepi, apalagi harga tiket masuk naik 75 persen dari biasanya, sedangkan yang dipamerkan itu-itu saja.

Kegiatan konser music akhir pekan yang biasanya menjadi megnet utama mengundang minat pengunjung untuk hadir, tidak mampu menghadirkan artis terkenal. Hanya beberapa artis saja yang punya peminat besar, seperti Maliq N D’essensial. Selebihnya umumnya artis yang tampil adalah artis yang tidak terlalu disukai publik Sumut.

Tak heran jika anggota DPRD Sumut kecewa dengan pelaksanaan PRSU tahun ini. Bahkan pada hari biasa, pengunjung yang hadir pernah tidak sampai 100 orang.

Makanya, sangat aneh jika panitia kemudian mengklaim kalau total mengunjung mencapai lebih dari 161 ribu.  Anehnya lagi mereka mengklaim transaksi mencapai RFp50 miliar. Data apa ini? Mau menipu rakyat ya agar tidak dikatakan gagal ? ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini