![]() |
| Feri Amsari (paling kiri) bersama anggota kabinet bayangan sedang melakukan rapat perdana di Jakarta pada 30 Juli 2026 |
“ Pembentukan Kabinet Bayangan ini sebagai wadah pengawasan dan penyeimbang terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Kami akan pantau semua kinerja mereka dan melaporkannya ke publik,” kata Ferry Amsari saat deklarasi Kabinet Bayangan pada 27 Juli 2026 di Jakarta.
Dalam menjalankan tugas pengawasan, satu menteri di Kabinet Bayangan bisa mengawasi enam sampai tujuh kementerian di Kabinet Merah Putih. Itu artinya, kata Feri, kabinet bisa dibentuk tanpa perlu melantik puluhan menteri jika paham apa makna sebenarnya dari kata kabinet.
"Lima belas (menteri di Kabinet Bayangan) itu bahkan mengawasi seluruh postur kabinet yang ada. Satu menteri di kami akan mengawasi bahkan enam sampai tujuh kementerian di Kabinet Merah Putih," kata Feri dalam tayangan program ROSI di KompasTV, Kamis (30/7/2026).
Secara garis besar, berikut ini kerangka berdirinya kabinet bayangan kelompok pro demokrasi.
- Kabinet Bayangan ini dibentuk bukan sebagai tandingan pemerintah, melainkan untuk fungsi check and balances serta penyusun alternatif kebijakan berbasis bukti (evidence).
- Nantinya, setiap 'menteri' Kabinet Bayangan akan menjadi counterpart langsung bagi menteri Kabinet Merah Putih dalam isu yang sama.
- Kabinet Bayangan Indonesia ini, diinisiasi oleh Koalisi masyarakat sipil lintas sektor yang dipanitiai oleh Feri Amsari (Pakar Hukum Tata Negara) dan Ahmad Jilul QF (Masyarakat Transparansi Indonesia).
- Kabinet bayangan lahir dari keprihatinan para pegiat demokrasi dan anak bangsa atas buruknya kinerja pemerintahan Prabowo selama ini.
- Dalam pembentukannya, Kabinet Bayangan Indonesia ini, bertujuan untuk menjadi oposisi alternatif berbasis bukti, pengawas kredibel bagi pemerintah, sumber kebijakan terpercaya bagi publik.
- Adapun jangka pendek yang menjadi targetnya adalah mengisi kekosongan oposisi substantif dan menjadi rujukan media.
- Kemudian, jangka menengah adalah membangun ekosistem teknokrat progresif dan menyiapkan alternatif kebijakan nasional.
Adapun tugas metode pengawasan yang dilakukan:
- Pertama, Riset dan analisis berbasis data merespons kebijakan pemerintah
- Kedua, Catatan kebijakan, laporan, dan konten publik
- Ketiga, Shadow Hearing, versi masyarakat sipil dari rapat DPR
- Keempat, Dashboard Publik, pelacak janji pemerintah
- Kelima, Alternative State of the Nation, review kondisi nyata Indonesia
Berikut ini adalah daftar anggota cabinet bayangan kelompok pegiat demokrasi dan daftar kabinet Merah Putih yang mereka awasi.
1. Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Feri Amsari:
Kabinet yang diawasi:
- Mensesneg, Prasetyo Hadi;
- Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman;
- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari.
2. Sekretaris Kabinet (Seskab), Ahmad Jilul QF:
Kabinet yang diawasi
- Seskab, Teddy Indra Wijaya.
3. Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara, Armand Suparman:
Kabinet yang diawasi
- Mendagri, Tito Karnavian;
- Menko Polkam, Djamari Chaniago;
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo;
- Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto.
4. Menteri Luar Negeri, Showan Al-Banna Choiruzzad:
Kabinet yang diawasi
- Menlu, Sugiono.
5. Menteri Pertahanan, Surie Maharani:
Kabinet yang diawasi
- Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin.
- Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi;
- Menteri HAM, Natalius Pigai.
7. Menteri Hukum dan Kebijakan Negara, Yance Arizona:
Kabinet yang dipantau
- Menko Hukum, Yusril Ihza Mahendra;
- Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas;
- Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto;
- MenPAN RB, Rini Widyantini;
- Jaksa Agung, ST Burhanuddin.
8. Menteri Perekonomian, Media Wahyu Askar:
Kabinet yang dipantau
- Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto;
- Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang;
- Menteri Investasi dan Hilirisasi, Roslan Roeslani;
- Menteri Koperasi, Ferry Joko Juliantono;
- Menteri UMKM, Maman Abdurrahman;
- Menteri Perdagangan, Budi Santoso;
- Menteri BUMN, Dony Oskaria;
- Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana;
- Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky.
9. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran, Bhima Yudhistira Adhinegara:
Kabinet yang dipantau
- Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa.
- Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat;
- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia;
- Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni;
- Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
11. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Iman Zanatil Haeri:
Kabinet yang dipantau
- Menteri Dikdasmen, Abdul Mu'ti;
- Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto;
- Menteri Kebudayaan, Fadli Zon;
- Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.
12. Menteri Riset, Teknologi, dan Digital, Nenden Sekar Arum:
Kabinet yang dipantau
- Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto;
- Menteri Komdigi, Meutya Hafid.
- Menkes, Budi Gunadi Sadikin.
14. Menteri Sosial dan Layanan Dasar, Nabiyla Risfa Izzati:
Kabinet yang dipantau
- Menteri Sosial, Saifullah Yusuf;
- Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar;
- Menteri Kependudukan/BKKBN, Wihaji;
- Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli;
- Menteri Pekerja Migran, Mukhtarudin;
- Menteri PU, Dody Hanggodo;
- Menteri Perumahan, Maruarar Sirait.
15. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan, Isnawati Hidayah:
Kabinet yang dipantau
- Menko Pangan, Zulkifli Hasan;
- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman;
- Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono;
- Kepala BGN, Sudaryono.
