-->

Kampanye Penyelamatan Orangutan Tapanuli, Komunitas Sepeda Chemonk Gowes dari Jakarta ke Sumut

Sebarkan:

Lima pesepeda dari komunitas Chemonk saat tiba di Palembang sebelum melanjutkan ke Jambi, Riau dan kemudian ke Sumut untuk kampanye perlindungan orangutan Tapanuli
Lima pesepeda yang tergabung dalam Ekspedisi Hutan Merdeka saat ini tengah menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Sumatera Utara dalam rangka berkampanye untuk perlindungan hutan dan Orangutan Tapanuli, salah satu spesies orangutan paling langka di dunia.

Kelima pesepeda tersebut, yakni Sihol, Amin, Fadlan, Fitri, dan Very, merupakan jurnalis dan mantan jurnalis yang tergabung dalam komunitas sepeda Chemonk, KJI, dan Satya Bumi. Mereka memulai perjalanan dari Jakarta pada 2 Agustus 2026.

Dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Selasa (11/8), disebutkan bahwa tim ini telah melintasi Provinsi Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan. Sepanjang perjalanan, mereka mendapat dukungan dari masyarakat di berbagai daerah yang dilalui.

Pada 3 Agustus lalu, tim memasuki wilayah Provinsi Lampung. Di provinsi ini, mereka menghadapi tantangan alam yang tidak ringan, mulai dari cuaca panas ekstrem yang dipicu fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026 hingga kondisi jalan yang rusak, berlubang, dan memiliki elevasi tinggi.

Demi menjaga keselamatan dan kesehatan, para pesepeda menyesuaikan kecepatan perjalanan serta memperbanyak waktu istirahat.

Dua hari kemudian, tepatnya pada 5 Agustus, tim memasuki wilayah Sumatera Selatan melalui Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Di daerah ini, mereka menemukan sejumlah titik kebakaran lahan, situasi yang telah diantisipasi sebelumnya namun tetap menjadi tantangan selama ekspedisi. Data BNPB mencatat terdapat 46 titik panas di Sumatera Selatan pada 2 Agustus 2026, yang kemudian meningkat menjadi 104 titik panas pada 3 Agustus 2026.

Memasuki perbatasan Kota Palembang, rombongan mendapat sambutan dari tim Satya Bumi yang telah tiba lebih dahulu. Bersama tiga pesepeda dari Satya Bumi, mereka kemudian memasuki Kota Palembang pada 6 Agustus 2026.

Hingga 8 Agustus, tim berhasil menempuh jarak sekitar 900 kilometer dan tiba di Kota Jambi. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan ke Sumatera Barat, kemudian menuju Batang Toru di Sumatera Utara dengan total perjalanan 1.700 km sebagai bagian dari kampanye perlindungan hutan dan habitat Orangutan Tapanuli dalam rangka memperingati Hari Orangutan Internasional pada 19 Agustus.

Saat ini, tim telah memulai etape kedua, yakni Jambi–Bukittinggi.

“Kami telah melewati Muara Bungo dan masih menyisakan sekitar 368 kilometer melalui Solok karena ingin melewati Danau Singkarak. Doa selalu untuk kami semua agar perjalanan ini dilancarkan, dimudahkan, serta diberi kesehatan dan keselamatan. Amin,” tulis tim dalam keterangannya yang diterima Kajianberita.com.

Ekspedisi Hutan Merdeka menjadi upaya kolaboratif untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian hutan Sumatera serta perlindungan satwa endemik Orangutan Tapanuli yang kini menghadapi ancaman serius akibat deforestasi dan kerusakan habitat.

Orangutan Tapanuli saat ini dalam kondisi terdesak karena adanya eksploitasi kawasan hutan sekitar Tapanuli Selatan akibat usaha tambang. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan kalau orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) kini berada di ambang kepunahan kritis akibat penyusutan habitat, bencana alam ekstrem, dan aktivitas manusia.

Spesies kera besar paling langka di dunia yang hanya hidup di Ekosistem Batang Toru, Sumatra Utara. Saat ini jumlah mereka diperkirakan hanya tersisa sekitar 700 hingga 800 individu saja. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini