| Tim Basarnas yang terjun langsung melaukan pencarian wartawan yang hilang saat meliput erupsi anak Gunung Krakatau di Selat Sunda |
Upaya pencarian lima wartawan dan tiga warga pendamping yang hilang setelah terjun meliput suasana erupsi anak gunung Krakatau di Selat Sunda, belum juga menemui hasil. Sampai hari ketiga kamis (10/9/2026) pencarian dilakukan, tanda-tanda keberadaan mereka belum jelas.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan posisi terakhir rombongan kapal kamis ini juga belum diketahui.
“Posisi terakhir yang diketahui sampai hari ini dan semalam, tadi malam, belum diketahui titik-titik terakhir korban,” kata Lutfi saat dihubungi kumparan, Kamis (10/9).
Lutfi menjelaskan, pencarian pada hari Rabu oleh Basarnas dilakukan menggunakan sembilan perahu. Operasi tersebut juga didukung Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal).
“Jadi ada sembilan perahu kemarin yang menyisir wilayah pantai di seputaran di sekeliling Krakatau,” jelasnya.
Namun, dari penyisiran tersebut belum ditemukan barang, jejak, maupun indikasi keberadaan kelima wartawan.
“Belum sama sekali. Belum ditemukan jejaknya,” ujar Lutfi.
Menurut Lutfi, area pencarian telah dipetakan oleh Basarnas. Pencarian kemudian dilanjutkan pada Kamis (10/9) mulai pukul 07.00 WIB.
Untuk pencarian hari ini, tim SAR memfokuskan penyisiran ke wilayah perairan dekat Lampung. Sebab, menurut Lutfi, informasi dari Basarnas menyebut arus air mengarah ke Lampung dan keluar menuju Samudra Hindia.
“Tim Basarnas sudah meluncur ke titik-titik pencarian yang untuk hari ini fokusnya ke wilayah penyisiran di wilayah Lampung, dekat Lampung,” kata dia.
Adapun rincian rombongan yang hilang kontak berisi delapan orang. Mereka ialah kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), guide Heriyanto (49), serta lima jurnalis, yakni yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance