-->

Gibran Kembali Datang ke Sumut untuk Menebar Janji Baru bagi Korban Bencana Banjir

Sebarkan:

Wapres Gibran Rakabuming Raka
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bertolak dari Jakarta menuju Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat 4 September untuk meninjau sejumlah lokasi hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) warga terdampak bencana Sumatera serta sejumlah infrastruktur.

Dikutip dari Antara, Gibran bersama rombongan bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta pada sekitar pukul 05.15 WIB. Kunjungan Wapres itu dilakukan untuk memantau pembangunan hunian dan fasilitas untuk masyarakat terdampak berjalan sesuai rencana.

Pembangunan kembali tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi Sumatera sendiri dikerjakan secara bersama-sama oleh 30 kementerian/lembaga dan turut didukung pihak swasta di bawah koordinasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR).

Menurut data Satgas PRR sampai dengan 8 Agustus 2026, sumur bor yang telah rampung dibangun di Aceh mencapai 511 unit serta 259 sumur bor plus mandi, cuci, kakus (MCK).

Selain itu, optimalisasi lahan sawah (rusak ringan) telah dilakukan mencapai 6.706 hektare. Untuk rehabilitasi lahan sawah rusak mencapai 4.393 hektare.

Alokasi jatah hidup yang telah diberikan kepada penyintas 576.705.250.000 jatah, diterima 118,594 jiwa. Huntara yang telah dibangun 18.916 unit, sedangkan sudah dihuni 18.874 unit. Huntap yang telah siap dibangun 309 unit.

Selanjutnya, dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah Rp1.986.498.068. 502. Sampai dengan 16 Juli 2026, dana TKD yang telah dipergunakan untuk pelaksanaan fisik 346 paket atau sekitar Rp337,29 miliar, atau sekitar 40 persen.

Namun semua data ini murni berdasarkan versi pemerintah. Belum ada data pembanding sehingga tingkat akurasinya bisa saja diragukan. Sementara fakta di lapangan, banyak sekali pengerjaan proyek bantuan yang asal-asalan. Malah beberapa kali penyintas bencana melakukan aksi protes karena lambannya proses penanganan bencana itu.

Gibran datang ke Sumut, katanya, untuk memantau pekerjaan penanganan bencana tersebut.  Sebelumnya ia sudah pernah berkunjung ke Tapteng dan Sibolga untuk meninjau Lokasi bencana pada Desember 2025. Pada hari ini ia kembali mengunjungi lokasi tersebut untuk kedua kalinya.

Gibran akan mengunjungi Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan pada jumat siang ini. Pesawsat yang ditumpanginya mendarat di Bandara Pinangsori, Tapanuli Tengah sekitar pukul -09.oo wib. Setelah itu perjalanannya berlanjut dengan helicopter menuju Barus dan Batang toru,

Berikut jadwal kunjungan Gibran di Tapanuli Tengah:

  •     Mengunjungi objek sekolah di Kecamatan Barus.
  •     Mengunjungi hunian tetap (huntap) atau SMPN 8 Sibolga
  •     Melihat progres pengerjaan sabodam di Hutanabolon
  •     Sholat Jumat di Masjid Hutanabolon
  •    Mengunjungi warga korban banjir bandang di huntap Pinangsori

Setelah di Tapanuli Tengah, Gibran langsung bergerak ke Tapanuli Selatan. Kedatangan Gibran di Tapanuli Selatan dijadwalkan akan mendarat menggunakan heli di Lapangan PTPN 3, Perkebunan Batangtoru.

Kecamatan Batangtoru merupakan daerah paling terdampak bencana banjir bandang, terutama untuk Garoga, sebuah desa yang kondisinya memaksa seluruh warga harus mengungsi meninggalkan kampung halaman mereka.

Kini para warga Garoga sudah mengungsi di hunian sementara (huntara) yang berada di Desa Napa, Batangtoru. Begitu juga dengan beberapa dusun yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Batangtoru. Banyak warga kehilangan rumah.

Wapres Gibran rencananya dijadwalkan akan mengunjungi korban banjir bandang DAS Batangtoru yang sudah dibangunan huntap di Desa Hapesong Baru.

Tidak jelas janji apa lagi yang akan ditebarkan Gibran kepada para korban  bencana. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini