![]() |
| Debu vulkanik Sinabung semakin pekat pada Senin (1/9/2026) mengakibatkan dibatalkannya sejumlah penerbangan di Bandara Kualanamu |
Abu vulkanik yang disemburkan dari erupsi Gunung Sinabung semakin pekat sehingga berpotensi mengakibatkan dampak buruk bagi penerbangan. Akibatnya, sebanyak 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Selasa (1/9/2026) terpaksa dibatalkan.
Erupsi Gunung Sinabung mulai menguat kembali sejak Senin (31/8/2026) dengan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian 3,5 kilometer.
Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, mengatakan sebaran abu vulkanik berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Kualanamu. Sejumlah maskapai melakukan penyesuaian operasional berupa keterlambatan, perubahan jadwal hingga pembatalan penerbangan, baik pada rute domestik maupun internasional.
“Seluruh penyesuaian dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Hikmat, Selasa (1/9/2026).
Hikmat mengatakan, berdasarkan data sementara, terdapat 20 penerbangan dari dan menuju Kualanamu yang dibatalkan. Sejumlah penerbangan lainnya mengalami keterlambatan maupun penyesuaian jadwal.
“Jumlah penerbangan terdampak masih bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik serta keputusan operasional masing-masing maskapai,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika dihitung sejak Minggu (30/8/2026), total sementara penerbangan yang telah diinformasikan batal dari dan menuju Kualanamu mencapai 21 penerbangan.
Dampak erupsi Gunung Sinabung juga membuat operasional Bandara Internasional Kualanamu sempat dihentikan sementara. Hikmat mengatakan, penutupan sementara aerodrome Bandara Internasional Kualanamu dilakukan pada Selasa (1/9/2026) mulai pukul 10.50 WIB hingga 12.45 WIB.
“Dampak abu vulkanik Gunung Sinabung. Informasi tersebut bersifat dinamis dan dapat diperbarui menyesuaikan perkembangan kondisi terkini,” tambahnya.
Sebelumnya, Bandara Internasional Kualanamu juga mengumumkan adanya penyesuaian sejumlah jadwal penerbangan akibat meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Sinabung.
“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Sinabung yang berdampak pada operasional penerbangan, sejumlah jadwal penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu dapat mengalami penyesuaian,” demikian pengumuman resmi Bandara Internasional Kualanamu.
Pihak bandara mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum melakukan perjalanan. Otoritas Bandara Kualanamu juga menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang atas penundaan dan penyesuaian penerbangan yang terjadi.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi dan mengucapkan terima kasih atas perhatian, pengertian, serta kerja sama seluruh pengguna jasa Bandara.” Penyesuaian operasional penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung serta aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
Untuk kelancaran penerbangan Rabu (2/9/2026) belum ada kepastikan. Semuanya bergantung kepada kondisi cuaca. Kalau erupsi Sinabung masih berkelanjutan, apalagi semakin meningkat, bisa jadi akan lebih banyak penerbangan yang dibatalkan demi keselamatan penumpang. **
