-->

Sulit Dapat Dukungan dari AHY, Lokot Berupaya Dekati SBY agar Kembali Memimpin Demokrat Sumut

Sebarkan:
Sabam Sinaga dan Lokot Nasution, dua kandidat yang bersaing merebut kursi Ketua DPD Partai Demokrat Sumut

Sampai saat ini belum ada kepastikan kapan berlangsungnya Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sumatera Utara. Meski demikian persaingan dua kandidat untuk merebut kursi ketua sudah memanas. Sejauh ini kedua politisi yang bersaing adalah Lokot Nasution selaku ketua petahana dan anggota komisi X DPR RI, Sabam Sinaga.

Dari kalkulasi dukungan suara, peluang Sabam Sinaga terpilih lebih besar karena ia telah mendapatkan surat dukungan dari 18 pengurus kabupaten/kota. Jumlah itu sudah lebih dari 50 persen.  

Peluang itu semakin nyata mengingat Sabam disebut-sebut mendapat restu dari Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sementara dukungan untuk Lokot Nasution lebih sedikit. Jika hanya mengandalkan suara daerah dan suara dewan pengurus Pusat, peluang Lokot mempertahankan jabatan Ketua Partai Demokrat Sumut bisa dikatakan nyaris tidak ada lagi.

Meski demikian, ia tetap bersikeras untuk bisa kembali merebut posisi itu.

Satu-satunya yng menjadi tumpuan Lokot adalah restu dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Majelis Tinggi Partai.  Ia yakin, kalau saja bisa mendapatkan restu dari mantan presiden itu, kemungkinan besar AHY akan memindahkkan dukungan kepadanya.

“Jadi sekarang Lokot cs sedang berupaya mendekati SBY untuk mendapat dukungan sehingga kembali bisa duduk sebagai Ketua Demokrat Sumut,” ujar salah seorang pengurus DPP Demokrat kepada kajianberita.com.

Sumber itu menjelaskan, untuk bisa mendapatkan restu SBY, Lokot harus rela mengikuti perjalanan SBY ke manapun sosok tokoh itu berada. Jika ada acara hiburan yang dihadiri SBY, sedapat mungkin Lokot tampil ke pentas untuk  bernyanyi dan mempersembahkan lagu bagi SBY.

Lokot tahu betul kalau SBY suka seni dan hobi bernyanyi. Sementara ia sendiri termasuk yang suka menyanyi di depan publik.

“Dengan segala cara ia melakukan diplomasi politik untuk mendapat perhatian SBY,”  tambah sumber itu.

Bahkan beberapa waktu yang lalu, Lokot Nasution rela terbang ke Amerika untuk bisa melihat SBY yang sedang menjalani medical check up di sana.  Sampai berita ini diturunkan, Lokot dikabarkan masih berada di negara Paman Sam itu.

Intinya, kemana pun SBY berada, sedapat mungkin Lokot menampakkan diri di sekitarnya.

“Hanya restu SBY yang sangat dia harapkan saat ini. Kalau dari perhitungan politik lain, jelas ia kalah telak dari Sabam Sinaga,” kata sumber itu.

Meski demikian, restu itu belum juga ia dapatkan. Hembusan angin dari pengurus pusat Partai Demokrat justru semakin kencang mengarah kepada Sabam Sinaga. 

Sejumlah petinggi DPC Partai Demokrat di Tingkat kabupaten/kota sudah pula berkali-kali melakukan pertemuan dengan Sabam membahas gerak partai lima tahun ke depan.  

Kalau saja Sabam terpilih sebagai Ketua Demokrat Sumut periode 2026-2031, bisa jadi loyalis Lokot yang ada di partai itu bakal digeser. Hal ini sangat wajar dalam sebuah partai, sebab pengurus baru kuatir mereka ini akan menjadi duri di dalam daging.

Salah satu yang berpotensi digeser adalah Ketua Demokrat Kota Medan, Iswanda Ramli.

Iswanda merupakan mantan politisi Golkar yang pada 2022 lalu lompat pagar ke Demokrat dan langsung menjabat Ketua DPC.  Beredar kabar kalau terpilihnya Iswanda karena adanya dukungan dari Gubernur Sumut kala itu, Edy Rahmayadi.

Namun siapa sangka, Iswandi pula yang sangat getol mendorong agar Demokrat tidak mendukung Edy Rahmayadi pada pemilihan gubernur di Pilkada 2024.

Minimnya dukungan pengurus pusat kepada Lokot Nasution disebut-sebut karena Lokot gagal memenuhi target untuk membesarkan Partai Demokrat di Sumut. Hal itu terlihat dari berkurangnya kursi perolehan partai di DPRD Sumut pada Pemilu lalu.

Pada Pemilu legislatif 2019, Partai Demokrat memiliki 9 kursi di DPRD Sumut, sedangkan pada Pemilu 2024 di masa kepemimpinan Lokot, perolehan kursi itu berkurang drastis sehingga tersisa hanya 5 kursi. Fakta ini menunnjukkan kalau Lokot gagal mendekatkan partai ke masyarakat.

Citra Demokrat di Sumut semakin terusik sejak lima tahun terakhir karena nama Lokot Nasution berkali-kali terserat dalam pusaran kasus korupsi. Ia sudah pernah menjalani pemeriksaan di KPK terkait korupsi proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kememterian Perhubungan. Bahkan namanya berkali-kali disebut di persidangan sebagai orang yang turut bermain dalam kasus korupsi itu.

Sementara dari sisi pendulangan suara, dari tiga politisi Demokrat asal Sumut yang duduk DPR RI periode 2024-2030, perolehan suara Lokot Nasution pada Pemilu legislatif 2024 merupakan yang terkecil.

Lokot hanya memperoleh  56.688 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) I Sumatera Utara, sedangkan Sabam Sinaga meraih 69.969 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara II. Lalu ada sosok Hinca Pandjaitan yang mampu mendulang 74.375 suara dari Dapil Sumatera Utara III.***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini