Jabatan terakhir Benny Sinomba di Pemko Medan sebenarnya tidak jelek-jekek amat. Sejak empat bulan terakhir ia dipercaya sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Medan. Masih setara eselon II.
Namun jika dibanding dengan jabatan yang dipegangnya di masa walikota Bobby Nasution, tentu saja jabatan itu kalah gengsi. Betapa tidak, kala itu Benny mendapatkan sejumlah jabatan empuk dalam waktu yang relatif singkat.
Sebelum Bobby menjabat walikota Medan, Benny hanya menduduki posisi sebagai Kepala Bidang Hotel, Restoran dan Hiburan di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) atau Bapenda Kota Medan.
Namun setelah Bobby sukses meraih kemenangan pada Pilkada Medan 2020 dan resmi menjabat Walikota sejak Februari 2021, jabatan Benny langsung melonjak menjadi Sekretaris BP2RD Medan.
Tak berlangsung lama, pada Desember 2021 ia kemudian dilantik Bobby sebagai Kepala BP2RD Medan, jabatan bergengsi yang mengelola pendapatan daerah.
Sekitar dua tahun menduduki jabatan itu, pada 15 November 2023 Bobby kemudian memindahkannya ke posisi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan. Jabatan inipun salah satu yang sangat bergengsi karena mengelola 20 persen anggaran daerah.
Dari jejak jabatan ini, bisa dilihat betapa mengkilaunya karir Benny sewaktu ponakannya duduk sebagai walikota.
Pada 2024 sebenarnya Bobby sempat menempatkan Benny sebagai Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Medan. Tapi karena banyaknya sorotan public terkait unsur nepotisme dalam jabatan itu, akhirnya jabatan Plt Sekda Medan untuk Benny dibatalkan. Ia kembali sebagai Kepala Dinas Pendidikan.
Beberapa sumber di Pemko Medan tetap meyakini bahwa Bobby sebenarnya sangat berharap pamannya itu bisa menduduki jabatan Plt Sekda Medan. Sebab jabatan itu akan membuka langkah Benny untuk kelak menjadi Sekda denifitif.
Walau kemudian gagal, setidaknya Bobby berharap Benny kelak bisa menapak karir sebagai Sekda Medan, karir tertinggi bagi seorang PNS di tingkat daerah.
Peta berubah sejak Pilkada 2024
Karir menterang Benny Sinomba mulai berkabut setelah Bobby Nasution menang di Pilkada 2024 untuk menduduki jabatan gubernur. Sementara untuk posisi Walikota Medan, kendalinya dipegang oleh Rico Waas.
Tadinya hubungan Bobby dan Rico Waas sangat mesra. Lagi pula semua orang tahu bahwa Bobby termasuk yang mendukung kemenangan Rico Waas pada Pilkada Medan 2024. Karena itu Bobby yakin, karir pamannya di Pemko Medan akan mendapat perhatian dari Rico Waas.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Hubungan Bobby dan Rico perlahan mulai merenggang karena adanya upaya membongkar sejumlah kasus korupsi di Pemko Medan yang terjadi di era 2021-2024 masa pemerintahan Bobby Nasution. Rico juga membongkar manipulasi sejumlah proyek di masa Bobby, seperti Proyek Lapangan Merdeka yang hancur-hancuran, Proyek Kebun Bunga dan juga proyek Pembangunan Stadion Teladan.
Ada banyak lagi sebenarnya proyek yang kacau balau di masa pemerintahan Bobby, termasuk proyek pembangunan Gedung UMKM USU, proyek Islamic Center dan lainnya. Indikasi manipulasi banyak terlihat di proyek itu.
Meski borok semua proyek itu mulai terbongkar ke permukaan, namun Bobby sama sekali tidak tersentuh hukum. Maklum, pengaruh Jokowi masih sangat kuat di berbagai lembaga hukum negara.
Tidak hanya proyek yang ditangani Bobby, kegiatan Medan Fashion Festival 2024 yang digagas oleh Kahiyang Ayu, istri Bobby, juga turut dibongkar di era Walikota Rico Waas. Nama Kahiyang bahkan sempat disebut-sebut di pengadilan korupsi yang kabarnya merugikan negara hingga Rp4 miliar.
Tapi lagi-lagi cengkraman hukum tidak berani menyentuh putri Jokowi itu. Meski demikian, sederat persoalan itu membuat hubungan Rico dan Bobby semakin renggang. Sebagai pembalasanya, Bobby kerap menyindir-nyindir Rico di depan public. Rico sendiri tidak mau melayani sindiran itu.
meski demikian, bukan berarti Rico gentar terhadap menantu Jokowi itu. Salah satu langkah beraninya adalah memindahkan Benny Sinomba Siregar, paman Bobby dari Jabatan Kepala Dinas Pendidikan menjadi Kepala Dinas perpustakaan terhitung 15 April 2026.
Mutasi itu tentu saja membuat Benny kecewa karena ia dipindahkan ke posisi yang kurang bergengsi. Lebih kecewa lagi, sebab mutasi itu memupus harapan Benny untuk bersaing mendapatkan jabatan Sekda Medan yang ditinggalkan oleh Wirya Alrahman pada Agustus 2026.
Praktis nama Benny tidak masuk sebagai nominasi untuk menduduki jabatan itu.
Sejak menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Medan, karir Benny di Pemko Medan seakan mentok tak berkembang. Tidak ada tanda-tanda karirnya kembali berkilau seperti di masa Bobby Nasution.
Selagi hubungan Rico Waas dan Bobby Nasution memburuk, tampaknya Benny merasa karirnya tidak akan berjalan mulus di Pemko Medan.
Kabarnya inilah alasan sehingga Benny memutuskan pindah ke Pemerintah provinsi Sumut (Pemprovsu). Dengan kepindahan itu, tentu saja ia berharap keponakannya Bobby Nasution sebagai penguasa tertinggi Pemprovsu bakal memberinya jabatan empuk.
Kabar kepindahan Benny dibenarkan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Subhan Harahap.
"Benar, bahwa yang bersangkutan pindah ke Pemprov Sumut terhitung 1 Agustus 2026. Beliau pindah atas permintaan sendiri," kata Subhan kepada awak media.
Sebagai pejabat baru di Pemprovsu, saat ini Benny memang belum mendapat posisi yang empuk. Jabatannya bisa dikatakan turun, dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsif yang setara eselon II di Pemko Medan menjadi staf biasa di Pemprovsu.
Namun banyak yang yakin kalau posisi staf biasa yang diembanya saat ini tidak akan berlangsung lama. Dalam beberapa bulan ke depan Benny diyakini bakal mendapat jabatan empuk dari Bobby.
Kalaupun ia menduduki jabatan biasa, pengaruhnya di Pemprovsu pasti lebih kuat. Ia pasti disegani semua pegawai, bahkan termasuk Sekda Sumut. Maklum ia adalah paman gubernur.Bobby sangat segan kepadanya.
Benny Sinomba Siregar adalah adik kandung dari Ade Hanbifah Siregar, ibu kandung dari Bobby Nasution. Benny juga merupakan adik kandung dari Hatunggal Siregar yang belum lama ini dilantik Bobby sebagai Ketua KONI Sumut.
Kini paman dan ponakan sudah menguasai Pemprovsu. Permainan jabatan segera dimulai. Publik diminta untuk memantau apa yang terjadi ke depan. ***
