![]() |
| Ilustrasi penutupan dapur MBG |
Kasus keracunan ratusan pelajar di Brastagi setelah mengonsumsi paket Makanan bergizi Gratis (MBG) pada kamis (13/8/2026) langsung mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan investigasi ke lapangan. Untuk sementara dapur yang menyediakan makanan itu telah ditutup, sedangkan jabatan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)- nya telah dicopot.
Kepala BGN Sudaryono mengaku akan melakukan investigasi lebih mendalam terkait kasus keracunan makanan itu.
“Kita akan mengecek asal usulan keracunan itu. Sementara dapur dan kepala SPPG-nya sudah dicopot,” kata Sudaryono. Pihak Badan Gizi Nasional akan menyidik kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kasus itu.
Menurut Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Zulkarnain Barus mengatakan, jumlah siswa SMA yang diduga keracunan makanan MGB terus bertambah. Semula yang terkena racun sekitar 240 orang. Tapi data terakhir Jumat (14/8/2026) menyebutkan kalau korban bertambah menjadi 269 orang.
Dengan rincian, korban keracunan di SMA Negeri 1 Berastagi 204 orang, SMA Swasta Bersama 25 Orang, dan SMK Swasta Bersama 40 Orang. Sementara untuk Siswa keracunan di 2 SMP masih dalam pendataan Disdik Karo.
"Bisa jadi data korban terus bertambah ya. Kita akan pantau terus semua anak-anak yang mengonsumsi m]akanan itu" jelasnya, Kamis (13/8/2026).
Yang mengejutkan, dapur SPPG yang menangani makanan MBG ini ternyata milik Kodim setempat.
Adapun gejala siswa yang tyerkena racun itu diawali dengan sesak nafas, kemudian diikuti gatal di mulut dan tangan dan kemudian ada yang pingsan. Mereka kemudian ramai-ramai dibawa ke rumah sakit terdekat. Saat dievakuasi ke rumah sakit, terlihat seluruh korban dalam kondisi lemas, muntah, hingga mengalami kejang.
Sementara itu Dinas Kesehatan Kabupaten Karo terus melakukan penyelidikan dengan mengambil sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok MBG itu. Kadis Kesehatan Kabupaten Karo, dr. Immanuel Sinuhaji, Sp.PA, menyebutkan kalau pihaknya telah mengambil sampel makanan itu untuk diteliti lebih lanjut.
Adapun menu yang disajikan pada MBG itu berupa sayur dan ikan tongkol. Untuk sementara ada dugaan kalau sumber racun itu berasal dari ikan yang disajikan. **
