-->

Demi Pencitraan, Bobby Minta Maaf Usai Ratusan Pelajar Karo Keracunan MBG, Apa Urusan?

Sebarkan:

Gubernur Bobby Nasution
Tidak ada angin tidak ada hujan, Gubernur  Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyampaikan permintaan maaf kepada pelajar yang menjadi korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8/2026). Permintaan itu sangat aneh, sebab seakan urusan MBG adalah urusan gubernur. Padahal gubernur sama sekali tidak terkait dengan progam itu karena program MBG dijalankan sepenuhnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang merupakan kebijakan pemerintah pusat.

Pemerintah daerah sama sekali tidak terlibat. Oleh karena itu keracunan yang dialami pelajar di Karo mestinya menjadi tanggungjawab BGN, bukan gubernur. Kok tiba-tiba saja gubernur harus minta maaf. Apa urusan?

Seharusnya sebagai gubernur, Bobby meminta agar BGN mengusut kasus keracunan itu hingga tuntas sehingga tidak terjadi lagi kasus yang sama di kemudian hari.

Sampai Sabtu (15/8/2026), terdapat 353 pelajar di Karo yang mengalami keracunan setelah menyantap MBG yang dihasilkan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Kodim setempat. Bobby kemudian mendatangi Rumah Sakit Umum Haji Medan pada Jumat malam untuk melihat kondisi korban yang masih menjalani perawatan.

Salah satu korban yang merupakan siswi kelas 12 SMK 1 Karo sempat mengalami penurunan kesadaran hingga akhirnya dirujuk dari RS Efarina Berastagi ke RS Haji.

Bobby mengatakan, kondisi fisik korban sudah mulai membaik, meski sebelumnya mengalami kondisi lebih parah dibandingkan pelajar lainnya. Sebagai gubernur Sumut, wajar saja kalau ia harus peduli dengan kasus ini, tapi gubernur sama sekali tidak terlibat sebagi penyebab. Kasus keracunan ini murni menjadi tanggungjawab BGN sebagai pihak pelaksana program.

Jadi sama sekali tidak melibatkan gubernur sebagai kepala daerah. Kalau Bobby mendatangi korban ke rumah sakit, itu hal wajar. Tapi merasa seakan bertanggungjawab soal MBG, jelas tidak masuk diakal. Hanya pencitraan.

Syukurnya kasus keracunan itu tidak sampai memakan korban hingga meninggal dunia. Sejumlah pelajar yang terkena dampak sudah diperbolehkan pulang.  Hanya ada satu atau dua orang lagi yang harus mendapat perawatan serius.

Wajar saja Bobby meminta rumah sakit memberikan perawatan intensif dan memantau kondisi pelajar itu. Bobby sempat pula bertemu dengan orangtua siswi yang mendampingi anaknya. Bobby memastikan pemerintah provinsi akan menanggung perawatan siswi tersebut hingga pulih.

Kasus keracunan ratusan pelajar Karo itu terjai pada Kamis (13/8/2026) setelah mereka menyantap makanan MBG yang dihasilkan dapur SPPG yang dikelola Kodim setempat. Ada pun sumber keracunan itu diduga berasal dari ikan yang tersaji dalam menu tersebut.

Akibat kasus keracunan itu, suasana sekolah di Karo sempat heboh karena ada ratusan pelajar yang mengalami gatal-gatal, sesak nafas  dan bahkan sampai kejang.

Sebelumnya, Bupati Karo Antonius Ginting sempat menjadi sorotan karena memberikan keterangan mengenai kondisi para pelajar yang diduga mengalami keracunan MBG. Antonius mengatakan, tidak ada kondisi yang dinilai mengkhawatirkan dari para siswa yang mengalami gejala.

Padahal, video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa para pelajar yang menjadi korban ada sampai hilang kesadaran dan kejang-kejang ketika keracunan MBG itu.

"Dari 255 anak sekolah yang kemungkinan, ini masih kemungkinan gejala keracunan ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan," ujar Antonius, di depan RS Amanda Berastagi.

Pernyataan itu disampaikan Antonius setelah dirinya bersama Forkopimda Karo mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi pelajar yang menjadi korban.

Kepala Badan Gizi Nasional  telah mengambil tindakan tegas terhadap kasus keracunan tersebut.

Kepala BGN Sudaryono telah memerintahkan timnya melakukan investigasi terhadap kasus itu.  Bahkan dapur penyedia makanan itu telah ditutup. Sementara Ketua SPPG selaku pengelola dapur, telah dicopot. Semua kasus itu menjadi tanggungjawab BGN.

Anehnya, bak merasa pahlawan, Bobby yang justru meminta maaf atas kejadian itu. Sikap ini yang dinilai janggal dan tidak pada tempatnya.

Harusnya ia justru mendorong agar BGN bekerja professional dan transparan dalam mengusut kasus keracunan itu, bukan justru meminta maaf seakan program MBG adalah program kantor gubernur.

Padahal itu jelas progam nasional dan sepenuhnya di bawah tanggungjawab BGN. Tidak semestinya Bobby mengambil peluang pencitraan di balik kasus itu. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini