Keputusan Benny Sinomba Siregar mengajukan pindah tugas dari
Pemko Medan ke Pemerintah Provinsi Sumut tentu saja sudah dipertimbangkan
dengan matang. Walau saat ini ia berstatus sebagai staf biasa di Pemprovsu,
namun tak lama lagi paman Bobby Nasution itu diyakini bakal mendapat jabatan empuk sebagai
salah satu pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lembaga itu.
Benny Sinomba Siregar, paman Bobby Nasution yang memutuskan pindah dari Pemko Medan ke Pemprovsu. Hanya tinggal menunggu waktu saja bagi Benny untuk menduduki jabatan setinngkat eselon II.
Hal ini sangat masuk diakal, sebab saat ini setidaknya ada lima jabatan pimpinan tinggi pratama (setingkat eselon II) yang belum terisi secara definitif. Lima jabatan tersebut berada di Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Pariwisata, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Disdukcapil PMD), Biro Administrasi Pimpinan Umum, dan Biro Administrasi Ekonomi.
Kepala Badan Kepegawaian Pemprov Sumut Chusnul Fanany Sitorus mengatakan, seluruh posisi itu saat ini masih diisi oleh pelaksana tugas sambil menunggu proses pengisian jabatan definitif.
"Masih ada lima jabatan kosong di Pemprov Sumut. Saat ini kita masih dalam proses pencarian," jelas Chusnul, kepada awak media akhir pekan lalu. Menariknya, untuk pengisian lima jabatan tersebut, Pemprovsu tidak melakukan lelang jabatan.
Pemprov Sumut lebih memilih menggunakan skema manajemen talenta untuk mencari pejabat yang dinilai sesuai dengan kebutuhan organisasi. Chusnul menegaskan, seleksi mekanisme tersebut telah diperbolehkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Bukan pelelangan ya tapi kita seleksi melalui manajemen taleta. Karena ini juga diperbolehkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN)," ucapnya.
Menurut dia, Pemprov Sumut juga berencana memperkuat penerapan manajemen talenta dalam pengelolaan aparatur sipil negara.
"Jadi kita menggunakan sistem pencarian manajemen talenta. Apalagi ini dalam rangka 6 bulan kita akan mengadakan penguatan manajemen talenta," tuturnya.
Melalui sistem tersebut, pengisian jabatan dilakukan dengan melihat rekam jejak, kompetensi, kinerja, serta potensi ASN yang tersedia. Namun, tidak bisa dibantah, Keputusan gubernur sangat menentukan dalam memutuskan siapa saja yang bakal terpilih pada seleksi manajemen talenta itu.
Sejauh ini Pemprov Sumut belum mengumumkan siapa saja kandidat yang sedang dipertimbangkan untuk mengisi lima jabatan tersebut. Seorang pejabat senior di Pemprovsu meyakini, Benny Sinomba Siregar termasuk salah satu yang bakal menduduki jabatan itu.
Peluang itu sangat terbuka sebab Benny adalah Paman Kandung dari Bobby Nasution. Rekam jejak Benny saat bertugas di Pemko Medan sangat jelas. Karirnya meningkat pesat ketika Bobby menjabat sebagai walikota di Pemko Medan era 2021-2025.
Di masa itu, Benny mendapat kepercayaan memegang sejumlah jabatan dalam waktu relative singkat. Dimulai dari Plt Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) atau Bapenda Kota Medan pada Maret 2021, lalu meningkat menjadi Kepala BP2RD pada Desember 2021.
Baru sekitar dua tahun menduduki jabatan itu, pada 15 November 2023 Bobby kembali memindahkannya pamannya itu menduduki jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan. Bahkan pada pertengahan 2024 Bobby sempat menempatkan Benny untuk duduk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Medan.
Tapi karena banyaknya sorotan public terkait nepotisme dalam jabatan itu, akhirnya jabatan Plt Sekda Medan untuk Benny dibatalkan. Ia kembali sebagai Kepala Dinas Pendidikan.
Kilau karir Benny mulai surut tatkala Bobby pindah menjadi Gubernut Sumut. Sementara jabatan walikota Medan dipegang oleh Rico Waas yang belakangan disebut-sebut tidak memiliki komunikasi yang harmonis dengan Bobby.
Pada April 2026, Rico memindahkan Benny dari Kepala Dinas Pendidikan menjadi Kepala Perpustakaan dan Keasripan Kota Medan. Tentu saja mutasi ini dianggap turun kelas. Sejak itulah karir Benny mulai terpojok. Pemindahan itu membuat ambisinya merebut jabatan Sekda Kota Medan menjadi tertutup.
Merasa karirnya mentok di Pemko Medan, Benny lantas mengajukan pindah tugas ke Pemprovsu karena di sana ada ponakannya yang mengendalikan semua system pemerintahan. Tentu saja ada target-target tertentu yang akan direbut Benny di tempat kerjanya yang baru ini. Apalagi ia tahu masih ada sejumlah jabatan setingkat eselon II yang masih kosong. Ia disebut-sebut sedang mengincar posisi itu.
Tentu tidak sulit bagi Benny untuk mendapatkan posisi jabatan tinggi pratama sebab keputusan akhir berada di tangan Gubernur Bobby Nasution. Itu hanya soal waktu saja. Apalagi Bobby juga sering memecat pejabat yang dianggap tidak sejalan dengannya.
Selama menjabat gubernur Sumut, sejumlah OPD mengalami kekosongan karena Bobby melakukan beberapa kali perubahan struktur. Pergantian pejabat tidak hanya terjadi karena rotasi, tetapi juga akibat pengunduran diri sejumlah kepala dinas maupun pemberhentian karena persoalan hukum.
Saat ini saja ada lima jabatan tinggi pratama yagn masih kosong. Untuk sementara kelima posisi itu dijalankan oleh pelaksana tugas.
Pemprov Sumut belum menyampaikan target waktu penyelesaian pengisian seluruh jabatan tersebut. Pemerintah daerah juga belum mengungkap apakah seluruh posisi akan diisi secara bersamaan atau dilakukan secara bertahap.
Kepala Badan Kepegawaian Pemprov Sumut Chusnul Fanany Sitorus hanya memastikan bahwa proses pencarian pejabat dilakukan melalui sistem manajemen talenta, bukan seleksi terbuka atau lelang jabatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumut menata pengisian jabatan ASN berbasis kompetensi dan kinerja. Dengan masih kosongnya lima jabatan tersebut, Pemprov Sumut masih harus menyelesaikan proses seleksi agar organisasi perangkat daerah dapat dipimpin pejabat definitif.
Yang jelas, Bobby punya kewenangan luas untuk menentukan siapa saja pejabat yang bakal dipilihnya untuk menduduki jabatan itu. Belajar dari pengalaman di Pemko Medan, sepertinya hanya tinggal menunggu waktu bagi Benny untuk menduduki jabatan baru di Pemprovsu. ***