![]() |
| Sidang kasus korupsi kuota haji yang melibatkan sejumlah tokoh NU |
Persidangan kasus korupsi kuota haji yang sedang berlangsung di Jakarta mengungkap berbagai hal baru yang cukup mengejutkan. Selain keterlibatan Jokowi dalam mengatur izin kuota haji 2023-2024, terungkap pula adanya uang mengalir ke Pansus Haji DPR RI yang kala itu diketuai oleh Nusron Wahid, politisi Golkar yang sekarang menjabat Menteri Agraria dan Tata Ruang.
Dana yang mengalir ke Nusron Wahid mencapai US$400.000 atau sekitar Rp Rp7,5 miliar. Dasar bajingan.
Nusron adalah salah seorang tokoh Nahdlatul Ulama, salah satu Ormas yang kerap menjual isu agama untuk mendapatkan proyek dari pemerintah. Selain sebagai politisi Golkar, Ia juga dikenal dekat dengan presiden Prabowo. Lewat Nusron pula, Prabowo bisa mengendalikan NU.
Keterlibatan Nusron dalam korupsi itu diungkap oleh salah seorang terdakwa kasus korupsi kuota haji,
Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex dalam dialognya dengan saksi mantan Staf Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Syaiful Bahri alias Bahri alias Bajak Laut di persidangan. Keduanya mengakui adanya penyerahan uang senilai sekitar US$400.000 ke Pansus Haji DPR RI lewat Nusron.
Dalam persidangan itu, terdakwa Ishfah sempat menyampaikan pertanyaan kepada saksi Syaiful Bahri terkait penyerahan uang ke DPR RI.
"Apakah saudara saksi tahu bahwa pada waktu saudara saksi saya minta untuk ketemu seseorang bernama Erik guna menyerahkan uang sebesar US$400 ribu itu adalah untuk memenuhi permintaan saudara Zainal Abidin, temannya Pak Nusron Wahid?" tanya Ishfah kepada Syaiful Bahri di muka persidangan.
"Waktu itu saya tidak tahu, Pak. Tetapi setelah beberapa hari saya nanya ke Bapak, itu sebenarnya siapa, baru Bapak kasih tahu gitu," jawab Bahri.
"Baru setelah itu saya kasih tahu bahwa saudara Zainal Abidin itu meminta, kemudian waktu itu saya minta serahkan ke dia, dia itu temannya Pak Nusron Wahid. Betul?" tanya Ishfah lagi memastikan.
"Oke. Artinya, saudara mengerti ya, mengerti bahwa itu atas permintaan saudara Zainal Abidin dan saya minta saudara untuk menyerahkan melalui saudara Erik?" timpal Ishfah.
"Siap, setelah dikasih tahu," jelas Bahri.
Sebelumnya, dalam persidangan untuk Terdakwa Ketua Umum Asosiasi Kesthuri yang juga Komisaris PT Raudah Eksati Utama, Asrul Azis Taba, Selasa (1/9), Bahri mengatakan sempat dititipi uang oleh Asrul. Uang itu diperuntukkan untuk Ishfah.
Namun, dalam prosesnya, peruntukan uang disebut untuk diserahkan ke Pansus Haji di mana Nusron menjadi ketuanya.
Dari persidangan itu, jelas sekali betapa banyaknya tokoh NU yang terlibat dalam korupsi kuota haji ini.
Sementara tersangka utama dalam kasus korupsi ini adalah Yaqub Cholil Qoumas, tokoh NU yang juga mantan Menteri Agama. Yaqub terkenal sebagai sosok yang kerap mengandalkan nama besar NU di depan massa, sampai-sampai ia pernah mengatakan bahwa jabatan Menteri Agama hanya pantas diberikan kepada NU.
KPK sendiri mengaku baru tahu soal keterlibatan Nusron Wahid dalam pusaran korupsi yang merugikan negara senilai Rp622 miliar itu. Meski demikian, KPK mengaku akan menindaklanjuti fakta sidang kasus korupsi itu.
“Jaksa Penuntut Umum KPK tentu akan telaah dan analisis setiap keterangan yang muncul dalam persidangan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi kajianberita.com melalui pesan tertulis , Rabu, 2 September.
“Pada pokoknya, tentu setiap fakta persidangan penting untuk proses pembuktian perkara ini, karena akan mengungkap konstruksi perkara ini secara utuh,” sambung dia.
![]() |
| Nusron Wahid, saat ini menjabat sebagai Menteri ATR. Dirinya terseret kasus korupsi kuota haji saat menjabat ketua Pansus DPR RI. Benar-benar mengerikan. |
Faktanya, ada banyak pejabat negara yang berkali-kali disebut di persidagan terlibat dalam kasus korupsi. Salah satunya Budi Arie, mantan Menteri Infokom yang terkenal dekat dnegan Jokowi. Akibat kasus korupsi itu, Budi Arie dipecat dari jabatan Menteri. Namun KPK tidak berani menyentuhnya karena ada larangan dari Jokowi. **

