-->

Ini Dia Indentitas Pelaku Pembunuhan Wakil Rektor IT&B Karo, Berencana Lari ke Palembang

Sebarkan:

Setelah melakukan pemeriksaan intensif, akhirnya Polda Sumut menjelaskan kepada public terkait  motif pembunuhan yang dialami Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Kabanjahe, Asprina Surbakti. Pembunuhan itu semata-mata karena factor ekonomi. 

Kedua pelakunya adalah Andi Fahrul Rozi Siregar (25) dibantu rekannya Rafli Simanjuntak alias MRS (37).

Andi berasal dari  Desa Birong Ulu Manriah, Simalungun, sedangkan Rafli merupakan warga Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Andi adalah otak utama pembunuhan itu, adapun Rafli berperan sebagai pembantu.

Mereka sengaja mencari korban di Kompleks J-Kesain, Blok C1 Nomor 2, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, karena cukup mengenal komplek itu. Keduanya pernah bekerja sebagai kuli bangunan di sana. 

Namun setelah proyek selesai, keduanya tidak punya pekerjaan lagi. Selama beberapa minggu mereka hidup  gelandangan di Medan. Makan pun sulit.

Saat keduanya berada di sebuah warung internet di Simpang Selayang, Medan, muncul gagasan dari Andi untuk mengajak Rafli merampok rumah yang dihuni Asprina di Brastagi. Ia yakin kalau aksi itu mudah dilakukan sebab rumah itu hanya ditempati Asprina sendirian.

Lagi pula ia sudah mengenal seluk  beluk komplek itu saat bekerja di sana. Tidak sulit baginya untuk masuk ke sana.

Ide itu langsung disetujui Rafli. Dari Simpang Selayang Medan, pada Kamis siang (24/9/2026) keduanya naik bus menuju Brastagi, Karo. 

Saat Jumat dinihari, mereka melakukan aksinya dengan diam-diam memasuki rumah Asprina melalui atas rumah. Masuk dari belakang dengan  menggunakan tangga. Aksi itu mereka lakukan sekitar pukul 04.00 dini hari. 

Selama beberapa jam, keduanya berdiam diri mengawasi suasana di dalam rumah Asprina dari atas flapon.

Saat pemilik rumah terbangun sekitar pukul 06.00 wib, di situlah Andi dan Rafli melakukan aksinya. Keduanya langsung menyergap dan menganiaya korbannya. Kepala Asprina dibenturkan ke dinding hingga Wanita lajang itu tidak sadarkan diri. Belakangan ternyata wanita itu akhirnya menemui ajalnya.

Dalam kondisi tak berdaya, tubuh Asprina diseret ke kamar mandi. Sejak itulah Andi dan Rafli dengan bebas  menguras isi rumah tersebut. 

Mereka mengambil uang, HP, cincin, dan berbagai harta benda lainnya. Termasuk membawa mobil korban. Keduanya keluar dari rumah itu menjelang siang.

Dengan modal uang dan mobil curian, Andi dan Rafli kembali ke Medan untuk berfoya-foya. Keduanya disebut sempat menginap di sebuah hotel melati dan  mendatangkan seorang pekerja seks komersial (PSK). Setelah semua kegiatan itu berlalu, keduanya berencana berangkat ke Palembang untuk melarikan diri.

Namun ternyata polisi berhasil melacak keberaaan mereka, sehingga pada Senin dini hari (28/9/2026) keduanya berhasil ditangkap di lokasi persembunyian mereka di  Jermal 15, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Saat ditangkap, polisi menyebut keduanya berupaya melawan sehingga timah panas terpaksa diletuskan ke arah kaki. 

Andi dan Rafli hanya bisa meringi menyesali nasib. Setelah menjalani pemeriksaan awal di Polda Sumut, selanjutnya keduanya dibawa ke Polres Karo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. ***

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini