-->

Penjara di Indonesia hanya untuk Orang Miskin, untuk Orang Kaya, Fasilitasnya Lebih Mewah

Sebarkan:

Ilustrasi penjara mewah bagi napi kaya
Permainan busuk aparat penegak hukum di Indonesia kembali terungkap. Adalah Ombudsman RI yang membeberkan kasus ini ketika mereka menemukan adanya penjara dengan fasilitas mewah bak hotel bintang lima di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tapi percayalah, penjara mewah itu tidak hanya ada di Cibinong, tapi ada di hampir semua penjara di Indonesia.

Cerita tentang penjara mewah ini jelas bukan hal yang baru. Bahkan sudah pernah terjadi beberapa kali sebelumnya ada temuan penjara dengan fasilitas super mewah seperti itu di berbagai tempat. Fasilitas itu hanya bisa dinikmati narapidana tertentu.

Selain mendapat fasilitas mewah, mereka juga bisa bebas keluar masuk penjara kapan mereka mau. Hanya saja scenario diatur agar tidak terlalu vulgar sehingga tidak terbaca oleh publik.

Malah bukan cerita baru lagi kalau ada narapidana yang bisa pelesiran sampai ke luar negeri. Setelah bosan, ia balik lagi tinggal di penjara itu.

Kehidupan di penjara seperti itu tentu tidak bisa dinikmati semua narapidana. Fasilitas itu hanya tersedia untuk narapidana berkantong tebal. Umumnya mereka adalah mantan pejabat negara yang tersangkut kasus korupsi. Beberapa di antara merupakan pengusaha atau dari keluarga orang kaya.

Tentu saja mereka harus membayar ekstra untuk mendapatkan semua fasilitas seperti itu. Kabarnya ada yang mencapai 100 juta per tahun.

Selama menginap di penjara mewah itu, narapidana tersebut mendapatkan fasilitas khusus, seperti ruangan ber-AC, kulkas dua pintu, dapur luxury dan ruang fasilitas olahraga yang lengkap. Ada pula mobil dan sopir yang siap mengantarnya untuk jalan-jalan. Dan tentu saja fasilitas ruang eksklusif untuk menyambut tamu pribadi.

Bagi para koruptor kelas kakap, uang sebesar Rp100 juta per tahun bukanlah hal yang sulit. Misalnya saja ada seorang koruptor yang dipenjara selama 5 tahun, berarti ia harus menghabiskan Rp500 juta untuk menikmati fasilitas mewah itu. Sementara uang yang telah berhasil ia gasak sewaktu menjabat bisa lebih dari Rp10 miliar.  

Itu yang terungkap, yang tidak terungkap mungkin jauh lebih besar lagi. Maka itu, biaya penjara mewah sebesar Rp500 juta tentu tidak ada artinya bagi napi tersebut.

Di Indonesia semua memang  bisa diatur asal transaksinya jelas. Omong kosong soal penerapan hukum. Bullshit soal pemberantasan korupsi. Bahkan mereka yang berwenang menghukum para koruptor juga turut melakukan korupsi.

Jadi masih yakin korupsi bisa diberantas di negeri ini? Taik kucing..!

Ada pengalaman menarik dari seorang tokoh terkenal di Medan yang pernah tersangkut kasus korupsi sehingga iharus mendekam selama 4 tahun di penjara.

Sebelum vonis diputuskan, tokoh itu sudah yakin kalau ia akan dijatuhi penjara cukup lama. Maka itu sejak awal ia sudah mempersiapkan biaya hidup untuk bisa menikmati fasilitas penjara yang nyaman.

Ia sudah memesan agar penjaranya dilengkapi fasilitas toilet yang bersih, ruang ber-AC dan ruang tahu yang mewah,  serta dilengkapi pula dengan kulkas dan ruang memasak yang bersih. Untuk mendapatkan semua  itu,  ia harus membayar Rp80 juta per bulan.

Baginya, biaya sebesar itu tidak terlalu memberatkan karena ia memiliki harta yang cukup banyak. Kebun sawitnya  mencapai ribuan hektar yang diperoleh saat masih berkuasa di pemerintahan.

Saat pengadilan menjatuhkan vonis bagi dirinya, hartanya sama sekali tidak ada yang disita. Ia mengaku sudah mengatur vonis itu sehingga putusannya hanya penjara, sama sekali tidak ada penyitaan asset. Dengan kata lain, semua scenario sudah disiapkan sejak proses persidangan sehingga ia tinggal menjalani hukuman dalam suasana yang nyaman.

Saat masih tinggal di penjara, ia mengaku sama sekali tidak banyak mendapat kesulitan. Malah hidupnya sangat tenang. Setiap minggu pagi ia  mengundang seorang guru aerobic guna mengajar ia dan rekan-rekanya gerakan-gerakan olahraga yang membuat hidup sehat. Ia membayar guru aerobic itu Rp200 ribu sekali kunjungan. 

Dengan hidup seperti itu, di mana lagi kesulitan hidup yang ia dapatkan selama berada di penjara. Yang ada justru hidup santai, mewah dan bahkan bisa istirahat dengan tenang.

Anak istri bebas berkunjung kapan saja. Mereka masuk  melalui pintu khusus sehingga lebih mudah mendapatkan akses bertemu dengan si napi.

Terkadang napi itu bisa pula keluar bersama keluarga untuk makan  bersama di restoran. Setiap acara keluarga seperti itu, biasanya akan ada pendampingan dari seorang petugas sipir. Sudah pasti petugas sipir itu akan mendapat fee khusus dari napi tersebut.

Semakin sering napi itu keluar penjara untuk acara keluarga, semakin senang para sipir itu karena mereka  bisa mendapat pemasukan tambahan. Adapun setoran bulanan dari napi untuk fasilitas mewah selama dipenjara biasanya lebih banyak dinikmati pimpinan mereka. Sipir-sipir lebih sering mendapat uang recehan dari fasilitas pendampingan itu.

Ya, semuanya sama-sama senang. Si napi merasa hidupnya nyaman, sedangkan petugas penjara mendapat pemasukan. Duh, bahagianya mereka.

Cerita ini menjadi bukti betapa uang dengan mudahnya bisa mengatur penegakan hukum di negeri ini. Inilah Indonesia Raya..!

Gambaran penjara sebagai ruang pembinaan yang cukup berat bagi napi, tidak selamanya nyata. Kegetiran hidup di penjara hanya merupakan cerita bagi napi miskin yang tidak sanggup membayar fasilitas. Mereka ini yang hidup bersempit-sempitan di ruangan 4x 5 meter. 

Mereka ini yang tidur berdampingan dengan toilet kotor.  Mereka ini yang makannya sangat terbatas dengan lauk apa adanya.  Bahkan untuk bisa menikmati udara di ruang lebih terbuka juga sangat dibatasi. Ya,  diskriminasi di dalam penjara adalah hal nyata. Semua napi pasti tahu cerita ini.

Maka nya salah sendiri, mengapa mau jadi napi yang miskin. Sudah miskin di luar, sengsara pula di penjara.

Contohlah napi koruptor itu. Mereka hidup bersenang-senang selama menjabat. Bahkan dengan mudahnya bisa menguras uang rakyat hingga ratusan bahkan triliunan rupiah atas nama pembangunan. Kalaupun perjalanan hidup mereka berlanjut di penjara, mereka hanya tinggal menikmati hidup mewah saja.

Dengan situasi seperti ini, masihkah Anda percaya vonis penjara akan membuat napi kaya jera melakukan kejahatan? Masihkan Anda percaya koruptor yang meraup uang rakyat bakal menyesali perbuatannya? Masihkah Anda percaya bahwa pejabat hukum di negeri ini taat menjalankan tugasnya?

Semua itu hanya mimpi. Sampai kapanpun, korupsi tidak mungkin bisa diberantas di negeri ini. Wong, uang milik koruptor juga ikut dikorupsi oleh penegak hukum. Antara koruptor  dan penegak hukum seakan saling berlomba untuk mendapatkan keuntungan dari aksi-aksi yuang mereka lakukan. Perbedaan hanya sasaran saja.

Koruptor menguras uang dari kegiatan yang dilakukan di masyarakat, sedangkan  penegak hukum mengurus uang dari para koruptor.  Keduanya sama-sama korupsi. Paling mereka hanya dipermalukan sejenak saat proses persidangan berjalan. Setelah scenario hukum dijalankan, hidup mereka kembali cerah.

Kehidupan di penjara bagi napi kaya hanyalah proses menghabiskan waktu dengan bermewah-mewah, seraya mengikis kesalahan masa lalu. Perjalanan waktu akan membuat masyarakat cepat lupa. Ketika koruptor itu bebas dari penjara, semua kembali berjalan normal.

Terungkapnya kasus penjara mewah di Cibinong mungkin saja akan membuat petugas sipir penjara cepat-cepat berbenah diri untuk menghilangkan jejak kebusukan mereka. Tapi percayalah, perubahan itu hanya sesaat.

Setelah kasusnya mereda, fasilitas mewah untuk napi kaya kembali tersedia.

Jangan percaya kalau semua fasilitas itu merupakan scenario lokal. Percayalah, uang yang diperoleh dari para napi kaya itu juga masuk hingga ke pejabat pusat. Semua sama-sama senang. Petugas penjara bahagia, napi kaya merasa nyaman.  

Nah, untuk napi yang miskin, rasain sendiri hidup lu.  Ini Indonesia bung. Diskriminasi hukum adalah ladang untuk meraup kekayaan bagi penguasa. Sampai kapanpun, penjara mewah akan tetap ada karena itu adalah cuan dalam takaran besar bagi mereka. ***

 

 

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini