-->

Perjalanan Politik Jamaluddin Pohan, dari Golkar, ke Nasdem, kembali ke Golkar dan Jadi Tersangka

Sebarkan:

Jamaluddin Pohan saat menjabat Walikota Sibolga
Hanya satu periode menjabat sebagai walikota Sibolga pada periode 2020-2025, tapi Jamaluddin Pohan dianggap telah memunculkan kekisruhan dalam pengelolaan anggaran daerah. Setelah  mengakhiri jabatannya pada penghujung 2025, kekisruhan itu mulai diusut, hingga akhirnya Polda Sumut menetapkan Jamaluddin sebagai tersangka.

Adapun kasus yang menjeratnya adalah pembangunan proyek  pasar ikan modern Kota Sibolga yang nilainya mencapai Rp22 miliar. Hasil penyelidikan Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut meyakini anggaran proyek itu banyak dimanipulasi.

Namun, Jamaluddin Pohan belum ditahan karena ia dianggap cukup kooperatif memberikan keterangan. Tapi Polda mengklaim telah mengumpulkan semua bukti dan data sehingga proses hukum terhadap Jamaluddin tinggal menunggu waktu.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan membenarkan pemberian status tersangka kepada Jamaluddin Pohan.

“Ya, kasusnya terkait proyek pasar ikan modern Kota Sibolga senilai Rp 22 miliar. Berkasnya sudah lengkap dan akan kita serahkan ke kejaksaan,” kata Ferry.

Meski tidak ditahan, namun Jamaluddin ditetapkan wajib lapor sekali dalam seminggu. Tak heran jika ia belakangan ini lebih banyak tinggal di Medan.

Adapun korupsi proyek pasar ikan modern itu bermula pada  tahun 2022 saat Pemerintah Kota Sibolga yang dipimpin Jamaluddin menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp22,5 miliar. 

Namun dalam pelaksanaannya, Pembangunan pasar ikan itu tidak sesuai dengan rencana awal sehingga mencuat kecurigaan adanya manipulasi di balik proyek tersebut.

Hasil pengusutan Polda Sumut menemukan adanya unsur manipulasi itu sehingga Polda kemudian menetapkan empat orang tersangka.  Selain Jamaluddin, tiga tersangka lainnya adalah  AS selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), ISL selaku Direktur Teknis (Dirtek), dan SP selaku penyedia jasa, pelaksana proyek, sekaligus pemodal.

Jamaluddin Pohan adalah pengusaha dan politisi yang awalnya cukup lama bergabung sebagai kader Golkar. Tapi pada Pilkada 2020 ia keluar dari partai itu karena tidak didukung maju sebagai calon walikota. Sebaliknya, Golkar justru mendukung kader lain.

Merasa punya kemampuan lebih, Jamaluddin lantas mendekati partai lain untuk berpihak kepadanya.

Upaya itu berhasil setelah ia mendapat dukungan dari Partai Nasdem, Gerindra, Demokrat, PKS dan Perindo. Jamaluddin yang berpasangan dengan Pantas Maruba Lumbantobing  bahkan sukses memenangkan Pilkada Sibolga  sehingga ia resmi menjabat walikota di daerah itu pada periodde 2020-2025.

Uniknya, setelah berkuasa, Jamaluddin kembali bergabung sebagai politisi Golkar untuk menduduki jabatan Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Sibolga. Padahal ia sempat dipercaya untuk menduduki jabatan Ketua Nasdem Sibolga.

Pada Pilkada 2024, Jamaluddin memutuskan tidak lagi maju karena ingin focus mengembangkan bisnis. Di Sibolga, Ia dikenal sebagai pengusaha yang banyak bergerak di sektor perikanan dan perumahan.

Jamaluddin lahir di Barus, Sumatera Utara, pada 4 Februari 1966. Pengalaman politiknya cukup luas. 

Sebelum menjabat Walikota Sibolga, ia pernah  menduduki jabatan Wakil Bupati Tapanuli Tengah periode 2001-2004. Selanjutnya ia berkarir sebagai anggota DPRD dari Golkar dan pernah dua periode menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah, dari 2004-2014.

Pada 2020, Ketika Jamaluddin memutuskan keluar dari Golkar, ia sempat bergabung sebagai politisi Nasdem. Meski baru bergabung, Jamaluiddn langsung mendapat jabatan sebagai Ketua DPD Nasdem Sibolga. Bermodal ketua partai Nasdem, ia maju pada Pilkada Sibolga 2020.

Namun setelah menang pada Pilkada 2020, ia balik bergabung ke Golkar untuk menduduki jabatan Ketua Pertimbangan daerah.  Dan sekarang status baru telah didapatkannya, yakni sebagai tersangka kasus korupsi. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini