![]() |
| Joko Widodo dan Prabowo Subianto |
Kedatangan Jokowi dilarang dipantau oleh media karena pertemuan itu cukup rahasia. Awak media hanya diperbolehkan berada sekitar 400 meter dari rumah tersebut, tepatnya di sekitar pos penjagaan karena area sekitar telah disterilisasi oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Meski tidak ada penjelasan detail dan maksud tujuan pertemuan tersebut, tapi pertemuan itu diyakini tidak lepas dari isu ijazah Gibran yang ternyata tidak ada. MK pun sudah menegaskan bahwa Gibran tidak bisa dikatakan tamat SMA.
Setelah pertemuan itu, sekitar pukul 20.45 WIB, Jokowi meninggalkan Kertanegara Nomor 4 tanpa pengawalan Paspampres. Tidak lama setelah itu, Prabowo juga meninggalkan kediamannya menggunakan kendaraan Maung.
MK Tidak temukan bukti ijazah Gibran
Pertemuan Jokowi dan Prabowo berlangsung bersamaan dengan agenda Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024.
Perkara itu pada dasarnya memang mempersoalkan keabsahan syarat pendidikan atau ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat mendaftarkan diri pada Pemilu 2024.
Ketua MK Suhartoyo dalam amar putusannya menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima. Namun MK juga menegaskan bahwa tidak ada bukti yang memadai untuk menyebutkan Gibran telah menyelesaikan pendidikan setara SMA.
Dengan adanya penegaskan MK itu, kuasa pemohon Bambang Widjojanto menyatakan bahwa Gibran jelas telah melanggar aturan pencalonan sebagai wakil presiden. Oleh karena itu langkah selanjutnya adalah membawa kasus ini ke DPR karena hanya DPRD yang bisa melakukan impeachment untuk pemakzulan Gibran.
“Maka ke depan, dasar impeachment menjadi terbuka. Hari ini Gibran tak hanya cacat moral, tetapi tak mungkin mengajukan diri dalam kontestasi selanjutnya,” ujarnya.
Penggugat lainnya, Bonatua Silalahi, juga menilai putusan tersebut tetap memberikan hasil yang mereka anggap penting meski permohonan diskualifikasi Gibran tidak diterima.
Boleh jadi kunjungan Jokowi ke rumah Prabowo pada malam itu juga terkait dengan kemungkinan soal pemakzulan Gibran. Bagaimana pun juga, langkah politik pemakzulan itu sudah sangat terbuka karena Gibran telah dinyatakan tidak tamat SMA.
Oleh karena itu Jokowi perlu melakukan langkah tegas guna mengamankan posisi anaknya sehingga tidak sampai diberhentikan.
Jokowi juga harus bekerja keras, sebab pada Pemilu 2029 peluang Gibran untuk maju kembali sangat sulit, karena tidak adanya bukti ijazah SMA yang dimiliki anaknya itu. **
