Masalahnya sama, karena kegiatan itu mendapatkan protes dari masyarakat. Sejumlah sponsor dan peserta juga telah menyatakan mengundurkan diri. Mereka menolak bergabung karena tidak mau menerima dampak buruk dari aksi boikot itu.
Rencananya, Raffi Ahmad menggelar RANS Carnival di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Sumatera. Namun karena aksi boikot itu, ia harus berpikir ulang karena berisiko mengalami kerugian besar.
Sejumlah sponsor dan artis yang harusnya tampil di acara itu sudah menyatakan menarik diri.
Pembatalan acara RANS Carnival itu tidak hanya merugikan Raffi Ahmad, tapi juga panitia lokal yang sudah menyiapkan tempat dan anggaran untuk penyelenggaraan acara. Mereka mengaku telah mengalami kerugian tidak sedikit akibat pembatalan tersebut.
Salah seorang panitia lokal untuk acara RANS Carnival itu, Roni mengaku tidak menduga kalau Raffi Ahmad akan membatalkan acara tersebut di Tasikmalaya. Padahal mereka sudah banyak mengeluarkan anggaran untuk persiapan acara.
"Untuk fasilitas tempat dan persiapan lainnya sudah kami lakukan. Sedangkan untuk isi acara semua diatur dari RANS. Tapi kami sudah mendapat kabar acara itu dibatalkan karena kuatir aksi boikot masyarakat dan para artis," kata Roni saat dikonfirmasi, Selasa (3/11).
Roni menyebut belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai tindaklanjut pembatalan itu. Mereka hanya mendapat kabar bahwa kegiatan RANS Carnival dibatalkan. Agenda yang semula direncanakan berlangsung di Atrium GF Tasikmalaya itu telah dihapus dari kalender mal pada November 2026.
"Sesuai dengan update kalender event kita bulan November, acara tanggal 14-15 November telah dicancel," ujarnya.
Roni tidak menjelaskan secara terperinci pertimbangan pembatalan tersebut. Dia hanya menyebut keputusan itu diambil untuk menjaga kondusivitas Kota Tasikmalaya.
Sebelumnya, RANS Carnival baru saja menggelar RANS Entertainment di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Namun acara itu menuai polemik dan aksi boikot dari kalangan UMKM dan sejumlah musisi.
Beberapa musisi yang seharusnya tampil di acara itu, seperti Om Wawes, Tipe-X, dan Guyon Waton, mengumumkan pengunduran diri melalui akun media sosial masing-masing. Pelaku UMKM yang sudah siap bekerjasama dalam acara itu juga menyatakan mundur sebagai tenant makanan dan minuman (FnB).
Vokalis Om Wawes, Gaseng, mengatakan keputusan mundur diambil setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi masyarakat saat ini yang sangat kecewa dengan Raffi Ahmad.
"Pada intinya saya bersama Om Wawes sepakat mundur dari event tersebut karena kami juga memikirkan perkembangan situasi dan kondisi masyarakat saat ini. Event tersebut diselenggarakan di Yogyakarta, kami sebagai band dari Yogyakarta harus mengambil sikap tegas dengan mengedepankan hati nurani," ujar Gaseng.
Pengunduran diri para artis dan sponsor itu tidak lepas dari keterlibatan Raffi Ahmad dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 29 Oktober 2026. Acara Deklarasi itu diklaim sebagai bagian dari gerakan mahasiswa, tapi faktanya, mahasiswa yang dihadirkan dalam acara itu adalah mahasiswa palsu.
Mereka adalah para pengangguran dan gelandangan yang dibayar untuk mengaku-ngaku mahasiswa. Para gelandangan itu diberi pakaian almamater kampus dan direkayasa menjadi pendukung gerakan pemerintah yang dimotori Raffi Ahmad.
Adapun Raffi Ahmad tampil di acara itu dalam kapasitas sebagai utusan presiden bidang pembinaan generasi muda.
Tentu saja kegiatan deklarasi itu mendapat reaksi keras dari kalangan mahasiwa nasional. Apalagi sehari sebelumnya aparat keamanan melakukan tindak kekerasan terhadap mahasiswa yang melakukan aksi di kawasan halaman Hotel Indonesia, Jakarta.
Setelah mengusir mahasiswa itu, esok harinya Raffi Ahmad mengklaim sukses menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda dengan mengatasnamakan mahasiswa, padahal mahasiswa palsu. Kasus ini terbongkar setelah beberapa gelandangan yang hadir di acara itu mengaku kalau mereka dibayar untuk mengaku-ngaku mahasiswa.
Aksi Raffi Ahmad ini yang mendapat protes keras dari publik sehingga kegiatan RANS Entertanment yang digelar di Yogyakarta langsung mendapat aksi boikot dari masyarakat, para artis dan pegiat usaha. Kegiatan sama yang akan digelar di daerah lain juga dipastikan bakal mendapat aksi boikot juga, sehingga Raffi terpaksa membatalkan acara itu.
Belakangan Raffi mengaku tidak tahu menahu soal status mahasiswa palsu yang hadir di acara deklarasi pemuda itu. Ia menyebut dirinya sebagai undangan saja. Semuanya rekayasa itu ternyata diatur oleh Polda Metro Jaya.
Meski demikian, publik sudah terlanjut marah sehingga RANS Entertainment menjadi sasaran kemarahan. **
