Semua orang tahu hubungan Ketua Projo, Budi arie Setiadi dengan
Bobby Nasution sangat baik. Saat Bobby Nasution bersaing pada Pilkada 2024, massa
Projo berada di belakangnya. Tapi sekarang situasinya berbeda. Bobby justru
memilih 'terpaksa' berseberangan dengan Budi Arie. Dengan tegas menantu Jokowi itu ikut menyerukan
agar Gerindra menolak Budi Arie bergabung di partai itu.
Bobby Nasution
“Ya, saya ikut suara teman-teman lainnya, menolak Budi Arie bergabung ke Partai Gerindra,” kata Bobby.
Sebagaimana diketahui, setelah keluar dari PDI Perjuangan, Bobby Nasution resmi bergabung sebagai kader Gerindra. Partai inipula yang mendukungnya untuk maju pada Pilkada Gubernur 2024 yang lalu.
Saat ini status Bobby hanya sebagai kader biasa di partai itu, bukan pengurus elit. Tak heran jika posisinya di partai masih sangat rentan. Ia sepenuhnya sangat bergantung kepada dukungan Prabowo. Sementara mertua dan iparnya lebih focus mengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Dengan status sebagai kader biasa, suara Bobby di partai pun tidak terlalu signifikan. Ketika para kader Gerindra di Indonesia, termasuk di Sumut, beramai-ramai menolak bergabungnya Budi Arie di partai itu, Bobby mau tidak mau ikut dengan arus itu.
Apa boleh buat, ia harus berseberangan dengan Budi Arie, walaupun hati kecilnya mungkin tetap berpihak kepada kelompok itu.
Kelompok Projo sendiri sebelumnya selama sedekade dikenal sebagai kelompok relawan Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) yang juga mertua Bobby Nasution. Berkat jasanya sebagai pendukung Jokowi, Budi Arie mendapat jabatan mentereng di cabinet.
Ia pernah menjabat Wakil Menteri, kemudian naik sebagai Menteri Kominfo di kabinet Presiden Jokowi dan sempat pula menjadi Menteri Koperasi di dalam kabinet pemerintahan Prabowo. Namun, sejak dua bulan lalu Budi Arie sudah dicopot dari jabatan menteri tersebut oleh Prabowo pada awal September lalu, dan diganti Ferry Juliantono yang juga kader Gerindra. Ia ditenggarai terlibat dalam melindungi bisnis judi online di Indonesia.
Tak pelak lagi, Budi Arie kemudian disamakan dengan maraknya judi online di negeri ini. Malah mencuat kabar kalau ia kemungkinan besar bakal menjadi tersangka.
Oleh karena itu Budi Arie lantas berupaya mencari dukungan kepada penguasa. Salah satu bentuk perjuangan yang ia lakukan adalah mencoba mendekat ke Partai Gerindra. Sedangkan Projo yang selama ini dekat dengan Jokowi, mulai menjauh.
Sayangnya, tidak mudah bagi Budi Arie untuk bergabung ke partai besutan Presiden Prabowo itu setelah mencuat gerakan penolakan dari berbagai kader di Indonesia.
Ketua DPD Gerindra Sumut, Ade Jona Prasetyo turut menyatakan penolakan itu. Ia mengatakan Partai Gerindra se- Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tegas menolak Budi Arie untuk bergabung dengan partainya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Budi Arie maupun DPP Projo perihal penolak sejumlah pengurus daerah Gerindra tersebut.
Sebelumnya, saat Kongres Projo pada awal November ini di Jakarta, Budi Arie mengaku akan bergabung dengan Gerindra. Bukan cuma itu, dia mengaku diminta langsung Prabowo.
"Mohon izin, jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Enggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum," kata Budi dalam kongres tersebut, Sabtu (1/11).
Bukan hanya itu, Budi Arie menyebut akan ada gelombang besar anggota Projo bergabung ke Partai Gerindra. Ia mengatakan saat ini masih terus melakukan sosialisasi sekaligus menjalankan konsolidasi internal Projo.
"Lihat saja nanti, kita kan lagi terus sosialisasi dan konsolidasi, nanti ada gelombang besar," kata Budi.
Mencuat kabar kalau rencana kepindahan Budi Arie ke Gerindra merupakan permainan politik dari Jokowi agar orangnya bisa memback-up Gibran pada Pemiou 2029 mendatang. Permainan politik ini sebenarnya sudah terbaca public sehingga ada keyakinan kalau hubungan Budi Arie dengan Jokowi pada dasarnya masih sangat mesra.
Bobby pasti tahu ini. Namun karena ia hanya berposisi sebagai kader biasa di partai, ia pun tidak bisa mendukung rencana Budi Arie itu. Mau tidak mau Bobby harus ikut arus, yakni menolak Budi Arie bergabung ke partai itu. ***