-->

BPS Rilis Daftar Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Terbaik 2026, Sumut Anjlok di Era Bobby

Sebarkan:

Bobby Nasution memimpin rapat di kantor Gubernur Sumut. Dua tahun memimpin Sumut, pertumbuhan ekonomi daerah ini tetap anjlok. 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia secara umum tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026.  Di balik capaian itu, sejumlah provinsi mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup memuaskan. Bahkan, beberapa daerah berhasil membukukan pertumbuhan dua digit pada awal tahun ini.

Berdasarkan data terbaru BPS, wilayah Indonesia Timur masih menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Sejumlah provinsi di kawasan itu mendominasi daftar daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal I 2026.

Sementara untuk Sumatera, wilayah Sumatera Utara yang selama ini menjadi urat nadi  pertumbuhan ekonomi  wilayah berat Indonesia, justru semakin anjlok. Sejak di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, pertumbuhan ekonomi Sumut jauh dari harapan.

Data BPS menyebutkan, perekonomian Provinsi Sumatera Utara pada Triwulan I Tahun 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,28 persen secara kuartalan (q-to-q) dibandingkan Triwulan IV Tahun 2025. Tercatat pertumbuhan ekonomi Sumut hanya 4,98 persen, angka yang jauh di bawah standar.

Bukan hanya ekonomi yang anjlok, tingkat inflasi Sumut juga beberapa kali tercatat berada pada posisi kritis, alias tertinggi di Indonesia. Data itu menunjukkan daya beli warga Sumut semakin menurun. Sampai-sampai Bobby Nasution pernah mendapat teguran dari Kemendagri soal inflasi ini.

Tak heran, dalam 16 daftar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia, Sumut sama sekali tidak masuk kategori. Jauh dari harapan.

Melansir laman resmi BPS pada Rabu (13/52026), Maluku Utara kembali menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi ini tumbuh 9,64 persen secara tahunan (yoy).

Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara juga tercatat konsisten berada di level dua digit selama 22 kuartal berturut-turut atau lebih dari lima tahun terakhir.

Wilayah Sumatera yang masuk kategori daerah dengan pertumbuhan ekonomi memuaskan adalah Kepulauan Riau. Sementara Lampung memiliki angka pertumbuhan ekonomi lebih baik ketimbang Sumut, yakni 5,52 persen. Begitu juga Sumatera Barat yang pertumbuhannya 5,2 persen.

Tidak masuknya Sumut dalam daftar 16 provinsi dengan pertumbuhan terbaik di Indonesia menunjukkan betapa buruknya kepemimpinan Gubernur  Bobby Nasution di daerah ini.  Tak mengejutkan jika ia mendapar predikat gubernur terburuk di Indonesia berdasarkan riset lembaga Muda BIcara ID.

Meski begitu, menantu Jokowi ini masih bernafsu ingin kembali terpilih sebagai gubernur pada Pilkada 2029. Sampai-sampai ia tidak malu mengutarakan kehendak itu di depan sejumlah pejabat di Sumut dan Menteri Dalam Negeri beberapa waktu lalu. 

Bobby sama sekali tidak mau berkaca dengan kinerja buruknya selama ini.

Berikut sejumlah provinsi mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026:

1. Maluku Utara

Ekonomi Maluku Utara pada triwulan I 2026 tumbuh 19,64 persen secara tahunan (yoy), tertinggi secara nasional. Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, nilai perekonomian Maluku Utara mencapai Rp 37,06 triliun.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha industri pengolahan yang meningkat 37,09 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 17,57 persen.

2. Nusa Tenggara Barat (NTB)

BPS mencatat ekonomi NTB tumbuh 13,64 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan aktivitas produksi di hampir seluruh lapangan usaha, terutama industri pengolahan, pertambangan, dan jasa keuangan.

Industri pengolahan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 60,25 persen secara tahunan. Lonjakan ini didorong meningkatnya produksi fasilitas pemurnian mineral atau smelter yang menghasilkan tembaga, perak, asam sulfat, hingga emas.

3. Sulawesi Tengah

Perekonomian Sulawesi Tengah tumbuh 8,32 persen secara tahunan pada triwulan I 2026, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen. Nilai PDRB Sulawesi Tengah atas dasar harga berlaku mencapai Rp 110,27 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 57,44 triliun.

Tiga sektor dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Sulawesi Tengah adalah industri pengolahan sebesar 43,43 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 16,19 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 14,17 persen.

4. Gorontalo

Provinsi Gorontalo mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,68 persen pada triwulan I 2026 dan menempati posisi keempat tertinggi secara nasional. Pertumbuhan ekonomi provinsi ini hanya berada di bawah Sulawesi Tengah, NTB, dan Maluku Utara, masing masing di angka 8,32 persen, 13,64 persen dan 19,64 persen.

5. Kepulauan Riau

Ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) tumbuh 7,04 persen secara tahunan pada triwulan I 2026, sekaligus menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera. Struktur ekonomi Kepri masih didominasi sektor industri pengolahan sebesar 42,42 persen, diikuti konstruksi 19,59 persen, serta perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 9,66 persen.

Pertumbuhan ekonomi Kepri juga ditopang industri pengolahan yang memberikan andil pertumbuhan sebesar 2,50 persen, seiring berkembangnya kawasan industri terutama di Batam.

6. Sulawesi Selatan

BPS Sulawesi Selatan mencatat ekonomi Sulsel tumbuh 6,88 persen secara tahunan pada triwulan I 2026, lebih tinggi dibanding capaian nasional sebesar 5,61 persen. Nilai PDRB Sulsel pada periode tersebut mencapai Rp 191,28 triliun.

Pertumbuhan ini juga dibarengi peningkatan penyerapan tenaga kerja dan membaiknya kualitas pekerjaan masyarakat.

7. Sulawesi Tenggara

Ekonomi Sulawesi Tenggara tumbuh 6,23 persen secara tahunan pada triwulan I 2026 dengan nilai PDRB mencapai Rp 52,55 triliun. Pertumbuhan ini ditopang kinerja investasi dan konsumsi masyarakat yang tetap positif. Selain itu, sektor akomodasi serta makan dan minum juga mengalami peningkatan signifikan selama periode tersebut.

8. Kalimantan Barat

Ekonomi Kalimantan Barat tumbuh 6,14 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Pertumbuhan ekonomi provinsi ini menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan dan melampaui rata-rata nasional.

9. Jawa Timur

Ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen secara tahunan pada triwulan I 2026 dan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa. Secara kuartalan (q-to-q), ekonomi Jawa Timur juga tumbuh 1,25 persen dibanding triwulan IV 2025.

10. Jawa Tengah

Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan I 2026 tumbuh 5,89 persen secara tahunan. Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 14,14 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen konsumsi pemerintah yang meningkat sebesar 19,36 persen.

Selanjutnya berturut-turut untuk urusan 11 hingga 16 adalah:

  • DI Yogyakarta — 5,84%
  • Jawa Barat — 5,79%
  • Kalimantan Selatan — 5,67%
  • Banten — 5,64%
  • DKI Jakarta — 5,59%
  • Lampung — 5,58%

Sebagai catatan, pada periode yang sama 2025, pertumbuhan ekonomi Sumut juga tidak sesuai dengan harapan. Dari 38 provinsi di Indonesia, menurut data BPS, Sumut berada pada posisi 24. lagi-lagi data ini membuktikan, selama dua tahun memimpin Sumut, Bobby tidak mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. ***

 

 

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini